Peran Pendikel dalam Gerakan Antikorupsi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – PRAKTIK korupsi di negeri ini tidak bisa dicegah secara mudah dan cepat, namun membutuhkan upaya nyata dan proses yang panjang. Dalam upaya membangun generasi bangsa yang berkepribadian unggul, perlu penanaman karakter sejak dini baik melalui pendidikan keluarga maupun melalui pendidikan sekolah.

Pendidikan anti korupsi yang diajarkan di sekolah relatif sedikit baik materi maupun waktunya dibandingkan dengan pendidikan yang diberikan oleh keluarga. Keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak yang banyak memberikan ruang dan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Di lingkungan ini anak melewati usia emas dimana anak mendapatkan konsep-konsep dasar pendidikan karakter, termasuk pendidikan antikorupsi.

Penanaman sikap antikorupsi kepada anak tidak cukup dengan cara memperkenalkan apa itu korupsi dan apa itu antikorupsi. Namun keteladanan orang tua mempunyai peran penting. Membiasakan diri dengan bersikap jujur, sportif dan tanggung jawab merupakan keteladanan antikorupsi. Cara efektif bisa ditempuh  dengan memberikan contoh sikap yang sederhana, dengan harapan anak dapat meniru dan  menerapkan dalam kehidupannya di masa yang akan datang.

Untuk menanamkan sikap jujur orang tua, bisa melatih anak dengan cara memberi kepercayaan kepada anak untuk membelanjakan sejumlah uang. Ajarkan kepada anak bahwa uang tersebut harus dibelanjakan dengan benar. Tidak boleh menggunakan sebagian uang itu untuk membeli sesuatu  yang lain tanpa izin, dan harus mengembalikan jika ada sisanya. Untuk mengantisipasi agar anak tidak berbuat curang, maka orang tua memberikan uang jajan tersendiri di luar uang belanja tersebut. Jika anak sudah melakukan apa yang menjadi tugasnya dengan benar, orang tua harus sportif memberikan apresiasi, misalnya dengan kata-kata: “ wah…kamu sudah pintar… “ sehingga anak akan dengan senang hati untuk melakukannya lagi. Penanaman sikap sederhana tersebut  jika dibiasakan maka anak akan paham tentang mana yang menjadi haknya dan mana yang bukan haknya. Secara sederhana kita sudah menerapkan konsep anti korupsi kepada anak.

Penanaman sikap sportif dapat dilakukan dengan cara orang tua menganjurkan kepada anak untuk  membiasakan diri meminta ma’af jika berbuat salah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Orang tua juga harus memberi contoh demikian jika berbuat salah kepada anaknya.

Sikap tanggung jawab dapat diajarkan dengan cara memberikan tugas-tugas tertentu untuk membantu pekerjaan orang tua di rumah serta bertanggung  jawab terhadap dirinya sendiri, misalnya selalu belajar dan berusaha mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya.

Dalam upaya ini orang tua juga harus menunjukkan sikap tanggung jawab dengan selalu memberikan fasilitas, bimbingan serta solusi ketika anak mengalami kesulitan. Selain keteladanan, dibutuhkan juga pengawasan serta kerjasama orang tua dengan sekolah maupun lingkungan sekitar agar anak tetap berada pada lingkungannya yang positif.

Gerakan antikorupsi berbasis keluarga merupakan gerakan nyata untuk menamkan nilai-nilai kebaikan dan kejujuran kepada anak sejak usia dini. Selain itu keluarga juga sebagai agen kontrol perilaku korupsi anggotanya yang jumlahnya relatif sedikit yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sangat mustahil jika seorang suami/istri tidak mengetahui korupsi yang dilakukan oleh pasangannya. Demikian pula terhadap anak, orang tua akan  peka jika anaknya berbuat curang atau melakukan kesalahan.

Keberhasilan mendidik anak dalam keluarga akan berdampak kepada keberhasilan membina masyarakat. Kumpulan keluarga yang antikorupsi akan membentuk masyarakat antikorupsi dan akan mewujudkan generasi antikorupsi yang didambakan di negeri ini. Potensi strategis keluarga dalam gerakan antikorupsi ini tidak akan berarti jika tidak didukung oleh kebijakan pemerintah, dan peran serta dunia pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Karena masa depan bangsa dan negara menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. (tj3/aro)

Guru PKn SMA Negeri 9 Purworejo

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -