33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Peran Pendikel dalam Gerakan Antikorupsi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – PRAKTIK korupsi di negeri ini tidak bisa dicegah secara mudah dan cepat, namun membutuhkan upaya nyata dan proses yang panjang. Dalam upaya membangun generasi bangsa yang berkepribadian unggul, perlu penanaman karakter sejak dini baik melalui pendidikan keluarga maupun melalui pendidikan sekolah.

Pendidikan anti korupsi yang diajarkan di sekolah relatif sedikit baik materi maupun waktunya dibandingkan dengan pendidikan yang diberikan oleh keluarga. Keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak yang banyak memberikan ruang dan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Di lingkungan ini anak melewati usia emas dimana anak mendapatkan konsep-konsep dasar pendidikan karakter, termasuk pendidikan antikorupsi.

Penanaman sikap antikorupsi kepada anak tidak cukup dengan cara memperkenalkan apa itu korupsi dan apa itu antikorupsi. Namun keteladanan orang tua mempunyai peran penting. Membiasakan diri dengan bersikap jujur, sportif dan tanggung jawab merupakan keteladanan antikorupsi. Cara efektif bisa ditempuh  dengan memberikan contoh sikap yang sederhana, dengan harapan anak dapat meniru dan  menerapkan dalam kehidupannya di masa yang akan datang.

Untuk menanamkan sikap jujur orang tua, bisa melatih anak dengan cara memberi kepercayaan kepada anak untuk membelanjakan sejumlah uang. Ajarkan kepada anak bahwa uang tersebut harus dibelanjakan dengan benar. Tidak boleh menggunakan sebagian uang itu untuk membeli sesuatu  yang lain tanpa izin, dan harus mengembalikan jika ada sisanya. Untuk mengantisipasi agar anak tidak berbuat curang, maka orang tua memberikan uang jajan tersendiri di luar uang belanja tersebut. Jika anak sudah melakukan apa yang menjadi tugasnya dengan benar, orang tua harus sportif memberikan apresiasi, misalnya dengan kata-kata: “ wah…kamu sudah pintar… “ sehingga anak akan dengan senang hati untuk melakukannya lagi. Penanaman sikap sederhana tersebut  jika dibiasakan maka anak akan paham tentang mana yang menjadi haknya dan mana yang bukan haknya. Secara sederhana kita sudah menerapkan konsep anti korupsi kepada anak.

Penanaman sikap sportif dapat dilakukan dengan cara orang tua menganjurkan kepada anak untuk  membiasakan diri meminta ma’af jika berbuat salah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Orang tua juga harus memberi contoh demikian jika berbuat salah kepada anaknya.

Sikap tanggung jawab dapat diajarkan dengan cara memberikan tugas-tugas tertentu untuk membantu pekerjaan orang tua di rumah serta bertanggung  jawab terhadap dirinya sendiri, misalnya selalu belajar dan berusaha mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya.

Dalam upaya ini orang tua juga harus menunjukkan sikap tanggung jawab dengan selalu memberikan fasilitas, bimbingan serta solusi ketika anak mengalami kesulitan. Selain keteladanan, dibutuhkan juga pengawasan serta kerjasama orang tua dengan sekolah maupun lingkungan sekitar agar anak tetap berada pada lingkungannya yang positif.

Gerakan antikorupsi berbasis keluarga merupakan gerakan nyata untuk menamkan nilai-nilai kebaikan dan kejujuran kepada anak sejak usia dini. Selain itu keluarga juga sebagai agen kontrol perilaku korupsi anggotanya yang jumlahnya relatif sedikit yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sangat mustahil jika seorang suami/istri tidak mengetahui korupsi yang dilakukan oleh pasangannya. Demikian pula terhadap anak, orang tua akan  peka jika anaknya berbuat curang atau melakukan kesalahan.

Keberhasilan mendidik anak dalam keluarga akan berdampak kepada keberhasilan membina masyarakat. Kumpulan keluarga yang antikorupsi akan membentuk masyarakat antikorupsi dan akan mewujudkan generasi antikorupsi yang didambakan di negeri ini. Potensi strategis keluarga dalam gerakan antikorupsi ini tidak akan berarti jika tidak didukung oleh kebijakan pemerintah, dan peran serta dunia pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Karena masa depan bangsa dan negara menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. (tj3/aro)

Guru PKn SMA Negeri 9 Purworejo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jaga Netralitas Penyelenggara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng kembali mengingatkan netralitas penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu cukup...

Bangun Koneksitas Wujudkan Smart City dan Smart Villages

RADARSEMARANG.COM - Wujud nyata komitmen PT Telkom Divisi Regional IV Jateng-DIY dalam mengimplementasikan kota pintar alias smart city, sangat besar. Berbagai program dilaksanakan untuk...

Pasang Tenda, Tewas Tersengat Listrik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemasangan sebuah tenda tratag di Kampung Bugen Lor RT 03 RW 03, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, berujung petaka. Satu orang...

Pembebasan Lahan SORR Tunggu Dana Pemkot

"Baru terbebaskan sembilan bidang hingga akhir 2017 lalu. Januari ini, semoga bisa dimulai pembayaran lagi. Kemudian dilanjutkan Februari mulai seterusnya." Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono RADARSEMARANG.COM,...

Menteri BUMN Tinjau Program Padat Karya

RADARSEMARANG.COM, KLATEN - Program padat karya tunai menjadi salah satu program andalan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam berbagi dengan warga sekitar....

Ribuan Seniman Ramaikan BAF Ke-4

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Ribuan seniman lokal Kabupaten Batang dan daerah di Indonesia siap meramaikan pergelaran Batang Arts Festival (BAF) yang ke-4. Gelaran berbagai macam aliran...