Bencana Puting Beliung Mendominasi

231
KERJA BAKTI : Petugas Penanganan Bencana BPBD Demak melakukan kerja bakti menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga, Jumat (19/1) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERJA BAKTI : Petugas Penanganan Bencana BPBD Demak melakukan kerja bakti menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga, Jumat (19/1) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Angin puting beliung menumbangkan pohon di Desa Ngelo Kulon, Kecamatan Mijen. Pohon yang roboh itu menimpa rumah Suhardi, 55, warga RT 7 RW 10, Jumat (19/1) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, selain memecahkan genteng rumah hingga beterbangan, juga memutus aliran listrik.

Korlap Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto mengatakan bahwa petugas langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Di antaranya, memangkas dan memotong pohon yang tumbang tersebut. “Kami potong pohon yang menimpa rumah,” katanya.

Menurutnya, semula angin disertai hujan datang begitu cepat hingga menerpa rumah penduduk setempat. Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP menambahkan, bencana puting beliung cukup sering terjadi di wilayah Demak. Berdasarkan data BPBD pada 2017 lalu menyebutkan, angin kencang tercatat ada 33 kejadian tersebar di 34 desa di 7 kecamatan. Dampak yang ditimbulkan 342 rumah rusak. “Jadi, puting beliung ini cukup mendominasi kejadian bencana di Demak,” ujarnya.

Menurutnya, total kerusakan akibat bencana pada 2017 ada 2.247 rumah rusak dan 445 sawah gagal panen. Itu juga akibat bencana banjir yang tercatat, ada 14 kejadian. “Akibat banjir ada 1.843 rumah terendam, 133 warga mengungsi,” katanya.

Sedangkan, kebakaran ada 51 peristiwa dengan 62 rumah terbakar. Untuk kekeringan ada 35 kejadian dan berdampak pada 24.884 warga di 35 desa di 13 kecamatan. “Yang terdampak bencana 2017 itu ada 58.679 jiwa, 25.996 kepala keluarga, 184 pengungsi dan 14 meninggal,” ujarnya. (hib/ida)