33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Belum Cair, 386 Santunan Kematian Ditunda

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Walaupun sudah ada 386 pengajuan program santunan kematian bagi masyarakat miskin pada awal tahun 2018 ini, namun hingga kini belum bisa disalurkan. Dananya belum cair, karena masih membutuhkan beberapa mekanisme keuangan terlebih dulu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Sugiatmo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial, Wiwi K, mengatakan bahwa permintaan pemohon santunan kematian pada Januari 2018 ini, sudah mencapai 386 atau senilai Rp 386 juta. Tapi semuanya belum cair, karena masih proses mekanisme. “Semoga minggu ini, dana tersebut bisa cair, sehingga bisa segera disalurkan kepada perwakilan keluarga,” jelasnya, Jumat (19/1) kemarin.

Di jelaskan juga dalam proses pencaraian santunan kematian, kini sudah menggunakan aplikasi E- Sakti (Elektronik Santunan Kematian) dengan tata cara pelaporan santunan kematian melalui HP Android atau komputer yang yang tersambung dengan internet di masing-masing keluarahan atau kantor desa setempat.

Yang mendapatkan santunan kematian, jelasnya, masyarakat miskin yang meninggal dunia dan sudah terdata dalam Basis Data terpadu (BDT). Kalau non BDT atau masyarakat miskin yang tidak terdata bisa menggunakan bukti keterangan domisili atau KTP, Surat Kematian bahkan bisa bukti foto rumah tidak layak.

Ia juga mengatakan untuk anggaran santunan kematian 2017 masuk dalam anggaran perubahan yang dianggarkan Rp 2 miliar. Sedangkan tahun 2018 meningkat, dianggarkan menjadi Rp 9 miliar. Program tersebut mulai per 25 Oktober hingga Desember 2017, sudah mencairkan santunan mencapai 166 orang atau Rp 166 juta.

“Bupati Wihaji dalam anggaran perubahan 2017 sudah menganggarkan Rp 2 miliar untuk santunan kematian. Namun hanya terpakai Rp166 juta dan sudah kami serahkan kepada ahli warisnya,” ungkapnya.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Batang, Triossy Juniarto mengatakan bahwa program santunan kematian merupakan program visi misi Bupati Wihaji dan Suyono yang menjadi prioritas utama. Karena itu, pada pertengahan menjabat diprioritaskan untuk direalisasikan. “Harapannya, bantuan pemerintah ini bisa meringankan masyarakat miskin,” tandasnya.

Dalam kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono, lanjutnya, memiliki program utama yang terangkum dalam lima prioritasnya. Saat ini masih dalam tahap realisasi, yaitu Santunan Kematian, Tunjangan RT RW, Peningkatan Honor Guru Madin, Mobil Ambulan Desa dan Pengembangan Pariwisata yang sekarang banyak bermunculan desa wisata di Kabupaten Batang. (han/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Coba Dekatkan Seni dengan Masyarakat Awam

Raprika Bangkit adalah alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Pegiat seni ini mengelola Uwit Arts Space  yang dulunya Galeri Kandang namun sempat vakum. Di...

Dukung Germas, Warga Petompon Tanam Sayuran Di Lahan Kosong

RADARSEMARANG.COM, Semarang- Banyak cara dilakukan warga Untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),, salah satunya yang dilakukan warga kelurahan Petompon, kecamatan Gajahmungkur,kota Semarang. Ibu-ibu...

Terjebak di Sumur Lantaran Kalah Judi Dadu

UNGARAN–Radimin, 57, warga Sarirejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang ditemukan di dalam sumur tua di Lingkungan Ngancar, Bawen, ternyata bukan korban kelompok begal. Namun, Radimin...

Shelter Suryo Kusumo Ditinggalkan Pedagang

SEMARANG - Minggu (6/3/2016) silam, sebanyak 225 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tlogosari Raya boyongan menuju shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman...

TV OLED LG Makin Nyaman Ditonton

SEMARANG–LG Elektronik, pabrikan elektronik asal Korea Selatan (Korsel) memberikan apresiasi kepada pengguna TV OLED keluaran 2017 dalam rangka HUT Televisi Dunia. Produsen akan membenamkan...

Susun KTSP Sembari Rafting di Serayu

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG—Forum Komunikasi Waka Kurikulum, (Forsi Wakakur) SMK Kabupaten Temanggung, Kamis (19/4) lalu, menyelenggarakan sosialisasi Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di The Pikas...