Awalnya Tersedak Minuman, Pernah Koma 15 Hari

Derita Kailani Aura Sabrina Alami Lumpuh sejak 11 Tahun Lalu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Kondisi Kailani Aura Sabrina, 13, warga Desa Kawengen, Ungaran Timur membutuhkan perhatian banyak pihak. Gadis kelahiran 7 September 2004 ini sejak 11 tahun lalu, hanya bisa terbaring di tempat tidur rumahnya.

EKO WAHYU BUDIYANTO

HARUSNYA Kailani Aura Sabrina sudah menginjak usia remaja. Duduk di bangku SMP dan bermain dengan teman-teman sebayanya. Namun  putri pasangan Turkamun, 41, dan Mariyati, 38, ini bernasib kurang beruntung. Ia hanya bisa menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Hiburan satu-satunya adalah menonton televisi.

Ketika ditemui di kediamannya Dusun Kawengen RT 01 RW 04, Desa Kawengen, Mariyati, ibunda  Kailani menuturkan, putrinya tersebut sudah 11 tahun mengalami lumpuh. Berdasarkan diagnosa medis, kata dia, Kailani mengidap Cerebral Palsy (CP).

“Sebenarnya saat lahir dalam kondisi normal. Waktu berusia 2 tahun, pas bermain, dia meminta minum, namun tersedak hingga kejang-kejang,” cerita Mariyati kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (19/1).

Mengetahui hal itu, Mariyati langsung membawa putrinya ke RSUD Ungaran. Namun setelah 4 hari di RSUD Ungaran, ternyata tidak ada perkembangan. Kemudian Kailani dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang. Saat dirawat di RSUP dr Kariadi itulah Kailani sempat koma selama 15 hari. “Anak saya dirawat di Kariadi selama 64 hari,” ujarnya sembari meneteskan air mata.

Selama berada di rumah sakit, asupan makanan menggunakan bantuan selang.  Karena tidak menunjukkan perkembangan yang baik, pihak rumah sakit mengizinkan jika Mariyati hendak membawa pulang putrinya tersebut. “Katanya sudah boleh pulang, saat itu sudah bisa makan, namun masih pakai bantuan selang,” tuturnya.

Meski kondisinya masih seperti itu, pihak keluarga tetap tabah dalam merawat Kailani di rumah. Suami Mariyati, Turkamun, juga mengatakan, setelah kembali dari rumah sakit, selama 7 bulan Kailani masih menjalani fisioterapi.  Juga menjalani rawat jalan kurang lebih 1,5 tahun. Namun sejak kembali dari rumah sakit, Kailani mengalami lumpuh total. Praktis, ia tidak bisa apa-apa hanya terbaring di tempat tidur.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -