Antusias Wujudkan Kampung Tematik

467
HAPUS KESAN SERAM : Warga membuat mural di tembok yang berbatasan dengan pemakaman umum di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu. Wilayah tersebut ditetapkan sebagai Kampung Jajanan. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
HAPUS KESAN SERAM : Warga membuat mural di tembok yang berbatasan dengan pemakaman umum di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu. Wilayah tersebut ditetapkan sebagai Kampung Jajanan. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu menyambut baik ditetapkannya wilayah tersebut sebagai Kampung Tematik. Puluhan warga bahu membahu memperindah kampung. Kelurahan Karanganyar didapuk menjadi Kampung Jajanan oleh Pemkot Semarang.

Tokoh masyarakat Kelurahan Karanganyar, Nur Isnaeni mengatakan warga sangat antusias karena wilayahnya ditunjuk menjadi Kampung Jajanan. Apalagi di kampung tersebut memang banyak warganya menjadi pembuat jajanan pasar ataupun jajanan tradisional. “Ada belasan warga yang membuat makanan tradisional, mulai dari jajanan pasar hingga makanan seperti bakso, sate dan yang lainnya,” katanya, kemarin.

Letak kampung yang mepet dengan pemakaman umum, lanjut Nur Isnaeni, sebelumnya membuat perkampungan tersebut terkesan sepi dan angker. Untuk menghilangkan kesan tersebut, warga pun bahu membahu membuat mural agar kesan itu bisa hilang. “Gapura identitas kampung jajanan sudah ada, ini tembok dan jalan masuk kampung dihias agar kesan angkernya hilang,” bebernya.

Terpisah Camat Tugu, Anton Siswartono, mengatakan di wilayahnya ada 7 kelurahan yang didapuk menjadi Kampung Tematik. Salah satunya Kelurahan Karanganyar yang menjadi Kampung Jajanan. “Karena di wilayah tersebut warganya mayoritas memang membuat jajanan, jadi bisa digunakan untuk mendatangkan wisatawan ke Semarang,” jelasnya.

Selain Kelurahan Karanganyar, Kelurahan Randugarut didapuk menjadi Kampung Ramah Keluarga, Kelurahan Jrakah sebagai Kampung Ramah Anak, Kelurahan Tugu Kampung Perca, Kelurahan Mangkang Wetan sebagai Kampung Bandeng, Kelurahan Mangunharjo sebagai Kampung Mangut dan Kelurahan Mangkang Kulon sebagai Kampung Pilah Sampah. “Dibentuknya kampung tematik ini untuk mengangkat perkonomian warga dan produk yang dihasilkan. Misalnya Mangut di Kelurahan Mangunharjo dan Bandeng di Mangkang Wetan,” katanya.

Untuk mendukung upaya Pemkot Semarang di bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat tersebut, setiap kelurahan juga dibekali tenaga IT yang bertugas untuk menjual potensi kampung tematik melalui media sosial. (den/ric)