34 C
Semarang
Rabu, 21 April 2021

Belum Cair, 386 Santunan Kematian Ditunda

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Walaupun sudah ada 386 pengajuan program santunan kematian bagi masyarakat miskin pada awal tahun 2018 ini, namun hingga kini belum bisa disalurkan. Dananya belum cair, karena masih membutuhkan beberapa mekanisme keuangan terlebih dulu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Sugiatmo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial, Wiwi K, mengatakan bahwa permintaan pemohon santunan kematian pada Januari 2018 ini, sudah mencapai 386 atau senilai Rp 386 juta. Tapi semuanya belum cair, karena masih proses mekanisme. “Semoga minggu ini, dana tersebut bisa cair, sehingga bisa segera disalurkan kepada perwakilan keluarga,” jelasnya, Jumat (19/1) kemarin.

Di jelaskan juga dalam proses pencaraian santunan kematian, kini sudah menggunakan aplikasi E- Sakti (Elektronik Santunan Kematian) dengan tata cara pelaporan santunan kematian melalui HP Android atau komputer yang yang tersambung dengan internet di masing-masing keluarahan atau kantor desa setempat.

Yang mendapatkan santunan kematian, jelasnya, masyarakat miskin yang meninggal dunia dan sudah terdata dalam Basis Data terpadu (BDT). Kalau non BDT atau masyarakat miskin yang tidak terdata bisa menggunakan bukti keterangan domisili atau KTP, Surat Kematian bahkan bisa bukti foto rumah tidak layak.

Ia juga mengatakan untuk anggaran santunan kematian 2017 masuk dalam anggaran perubahan yang dianggarkan Rp 2 miliar. Sedangkan tahun 2018 meningkat, dianggarkan menjadi Rp 9 miliar. Program tersebut mulai per 25 Oktober hingga Desember 2017, sudah mencairkan santunan mencapai 166 orang atau Rp 166 juta.

“Bupati Wihaji dalam anggaran perubahan 2017 sudah menganggarkan Rp 2 miliar untuk santunan kematian. Namun hanya terpakai Rp166 juta dan sudah kami serahkan kepada ahli warisnya,” ungkapnya.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Batang, Triossy Juniarto mengatakan bahwa program santunan kematian merupakan program visi misi Bupati Wihaji dan Suyono yang menjadi prioritas utama. Karena itu, pada pertengahan menjabat diprioritaskan untuk direalisasikan. “Harapannya, bantuan pemerintah ini bisa meringankan masyarakat miskin,” tandasnya.

Dalam kepemimpinan Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono, lanjutnya, memiliki program utama yang terangkum dalam lima prioritasnya. Saat ini masih dalam tahap realisasi, yaitu Santunan Kematian, Tunjangan RT RW, Peningkatan Honor Guru Madin, Mobil Ambulan Desa dan Pengembangan Pariwisata yang sekarang banyak bermunculan desa wisata di Kabupaten Batang. (han/ida)

spot_img

Latest news

Related news