31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Premi Sun Life Tumbuh 72 Persen

2018, Ekspansi ke 10 Kota

RADARSEMARANG.COM – PERUSAHAAN asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) sepanjang 2017 membukukan pendapatan premi Rp 2,9 triliun atau tumbuh 72 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,6 triliun. Pertumbuhan itu tercipta berkat semakin tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Sun Life.

“Selama 2017 itu memang kami mencetak pencapaian luar biasa, semua komponen tercapai,” ujar Presiden Direktur Sun Life Elin Waty di sela-sela acara Sun Life Year Start 2018 di The Stones Hotel Bali, Jumat (19/1).

Ajang tahunan pertemuan tenaga pemasar berprestasi yang kali ini diikuti 800 tenaga pemasar itu dibuka Presiden Sun Life Financial Asia, Claude Accum. Accum dan Elin Waty menjadi pembicara utama untuk menginspirasi tenaga pemasar dalam hal meraih target perusahaan dan memaparkan fokus serta strategi perusahaan di 2018.

Elin mengatakan, kontribusi para tenaga pemasar profesional yang jumlahnya sekitar 10.000 orang itu menjadi salah satu kunci keberhasilan Sun Life pada 2017. Sepanjang 2017 itu, dari total pendapatan premi sebesar Rp 2,9 triliun, premi untuk produk tradisional mencapai Rp 565,5 miliar, tumbuh 67 persen dari tahun sebelumnya Rp 338,8 miliar. Sedangkan pendapatan premi dari unit link Rp 2,3 triliun atau tumbuh 73 persen dari 2016 yang mencapai Rp 1,3 triliun. Selama beberapa tahun belakangan ini, kontribusi produk unit link memang jauh lebih tinggi dari tradisional atau sebesar 80 persen. Hal itu karena masyarakat melihat produk unit link lebih fleksibel dan memberikan imbal hasil yang tinggi karena kondisi pasar saham yang bagus.

Kinerja terbaik juga terjadi di pendapatan premi bisnis baru Sun Life yang tumbuh 128 persen dari 2016. Belum lagi pencapaian RBC. Hingga akhir 2017, RBC Sun Life untuk konvensional sebesar 683 persen jauh lebih tinggi dari standar yang ditetapkan pemerintah sebesar 120 persen, sedangkan RBC syariah mencapai 252 persen jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah 80 persen.

Elin optimistis kinerja para tenaga pemasar akan semakin solid terutama dalam membantu masyarakat meningkatkan literasi terhadap asuransi jiwa, perencanaan keuangan strategis jangka panjang, dan beragam manfaat yang dihadirkan melalui layanan Sun Life.

Ia yakin tahun ini Sun Life tetap tumbuh signifikan. Namun, Elin belum bisa menyebutkan berapa target yang ia tetapkan di tahun ini. Tetapi ia yakin pertumbuhannya di atas pencapaian 2017, dan selalu di atas pertumbuhan industri asuransi nasional yang tahun ini sekitar 10-30 persen.

Sepanjang 2018, rencananya Sun Life akan membuka kantor pemasaran di 10 kota yang terfokus di Kalimantan dan Sulawesi. Hingga akhir 2017 lalu, Sun Life sudah memiliki 175 kantor di lebih dari 70 kota di Nusantara. Selain itu, kata dia, tahun ini perusahaan juga akan meluncurkan aplikasi My Sun Life Indonesia di tengah penyelenggaran Year Start 2018. Melalui aplikasi mobile My Sun Life Indonesia, nasabah memiliki kemudahan dalam mengakses informasi terkait dengan polis asuransi yang dimilikinya kapan pun di mana pun dengan menggunakan smartphone. Acara Year Start 2018 juga menghadirkan pembicara inspiratif, seperti Andien, Happy Salma, dan motivator Bong Chandra.  (bis/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here