33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Pertanyakan Pendapatan Turun Drastis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Wilayah Purwodadi di tahun 2017 turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Jika PAD tahun 2016 sebesar Rp 759,8 juta, menjadi hanya Rp 401,2 juta pada tahun 2017.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto meminta Balai BPTJ Wilayah Purwodadi bekerja kreatif dan inovatif dalam menggali aset yang dimiliki untuk dioptimalkan pendapatannya. Meski ada sebagian ruas jalan yang potensial menghasilkan PAD beralih status menjadi jalan kabupaten sejak tahun lalu.

Asfirla menyatakan keheranannya melihat target sewa alat berat tahun 2017 sebesar Rp 21,5 juta gagal direalisasi serupiah pun, alias nol. Padahal tahun sebelumnya realisasinya mencapai 127,9 persen dari target atau sekitar Rp 25,58 juta. “Saya minta dijelaskan mengapa hal ini bisa terjadi,” tegasnya usai memimpin kunjungan kerja monitoring pendapatan di BPTJ Wilayah Purwodadi, belum lama ini. Menurutnya, dengan program perbaikan infrastruktur yang dicanangkan Pemprov, seharusnya pendapatan dari sewa alat berat menjadi tinggi.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Sarwono yang juga berasal dari PDI Perjuangan menambahkan, penerimaan hasil dari penebangan pohon saat ini bisa dilipatgandakan. Sebab harga kayu, terutama sonokeling sedang tinggi. Dia menyarankan agar ada survey atau pemetaan jenis pohon yang ditanam di pinggir jalan provinsi sepanjang 354,99 kilometer di BPTJ Wilayah Purwodadi.

“Jika ada pohon sonokeling posisinya tidak mengurangi kekuatan jalan, maka bisa ditebang untuk dijual kayunya. Sudah tentu setelah penebangan harus ditanami kembali dengan jenis pohon yang sama atau jenis lain yang bisa berfungsi sebagai peneduh jalan,” katanya.

Dia mencontohkan, baru-baru ini dirinya menjual dua pohon sonokeling diameter 30-40 centimeter laku Rp 40 juta.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan menimpali, BPTJ perlu hati-hati terkait penebangan pohon. Selain hal itu biasanya dilakukan saat ada proyek pelebaran jalan, maka jika penebangan dilakukan tidak boleh menimbulkan kesan Pemprov meningkatkan PAD dengan menebangi pohon peneduh jalan. “Itu harus dijaga betul, ditengah ramainya penanaman pohon di sepanjang jalan pantura oleh swasta untuk memperkuat struktur dan peneduh jalan,” katanya.

Ridwan malah mengusulkan agar BPTJ kreatif mencari sejumlah titik strategis di ruas jalan yang bisa dimanfaatkan swasta atau industri untuk beriklan. “Pasti ada di ruas jalan sepanjang 350 kilometer lebih. Nah titik-titik itu bisa ditawarkan dengan harga miring, saya yakin ada yang berminat. Dari situ akan ada tambahan pendapatan,” ujarnya.

Untuk diketahui, BPTJ Wilayah Purwodadi pada tahun 2016 ditarget PAD sebesar Rp 406,6 juta dan terealisasi 186,87 persen atau Rp 759,8 juta. Akan tetapi tahun lalu realisasinya hanya 91,73 persen, atau Rp 401,2 juta dibanding target sebesar Rp 437,4 juta. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Unisfat Gelar Lomba Finger Painting 5 Jari

DEMAK-Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak bersama Resto D’Taman dan angkringan, menggelar lomba finger painting dan pemeriksaan kesehatan, Minggu (19/11) kemarin. Lomba yang berlangsung seru ini...

Pangkas Waktu, Kaji Jalur Khusus BRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia merekomendasikan agar dibuatkan jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT). Hal tersebut mengingat padatnya...

Media Belajar Biologi melalui Kliping Artikel Penyakit

RADARSEMARANG.COM - KEBANYAKAN peserta didik sangat antusias dengan materi yang membahas tentang penyakit, baik yang disebabkan virus, bakteri ataupun mikroorganisme lain. Pembahasan penyakit ini...

Pekerja Bangunan Tewas Dihantam Linggis

SEMARANG-Nasib tragis dialami  seorang pekerja bangunan, Jumarno, 27, warga Magag, Ngadirejo, Boyolali. Ia meregang nyawa setelah kepalanya dihantam sebatang linggis oleh rekan kerjanya. Korban...

Desak Perusahaan Tetapkan Struktur Skala Upah

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng mendesak agar seluruh perusahaan segera menetapkan struktur skala upah. Hingga saat ini, baru sebagian kecil saja yang sudah melaksanakannya....

Pentolan Lima Gunung Nyunati Anak Lanang

MUNGKID—Lereng gunung Andong di Kabupaten Magelang, Selasa (19/9) kemarin, heboh. Di sana, berlangsung tradisi seni arak-arakan manten sunat. Tepatnya, di Dusun Mantran Wetan, Desa...