33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

BPR BKK Kendal Luncurkan Kredit Sanitasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus berupaya menuntaskan program jambanisasi, agar warganya tidak buang air besar (BAB) sembarangan. Salah satunya melalui kredit sanitasi yang diluncurkan Perusahaan Daerah (PD) BPR BKK Kendal. Kredit ini diluncurkan tanpa agunan untuk warga kurang mampu dengan bunga rendah.

Direktur Utama (Dirut) PD BPR BKK Kendal, Ahmad Mundolin mengatakan, di Kendal masih ada 54 ribu Kepala Keluarga (KK) belum memiliki jamban atau WC. “Kredit sanitasi ini menjadi pendukung program pemerintah Kendal bebas BAB sembarangan,” katanya, kemarin (18/1).

Disela Penyaringan Tamades Deposit dan Launching Kredit Sanitasi di GOR Salamsari, Boja Mundolin mengatakan jika kredit sanitasi ini diberikan tidak ada agunan. Dengan syarat menyertakan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa.

“Yang jadi agunan material bangunan. Jadi pinjaman itu diberikan sudah dalam bentuk material, sekaligus kami yang membangunkan jambannya,” jelasnya.

“Saat ini sudah ada 18 warga yang mengajukan. Jadi kami persilahkan warga yang belum memiliki jamban untuk mengajukan pinjaman ke BPR BKK Kendal,” tandasnya.

Selain kredit sanitasi, BPR BKK juga melaunching Kredit Sanitasi. Yakni kredit  air, bagi kelompok masyarakat untuk membangun Pamsimas mandiri. Kredit ini untuk menjangkau daerah-daerah yang belum dijangkau PDAM.

“Jadi masyarakat kami berikan pinjaman untuk membangun PAM sendiri yang dikelola oleh warga sendiri,” tandasnya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa memberikan apresiasi terhadap kredit sanitasi ini. Menurutnya kredit ini menjadi upaya untuk mengubah perilaku anggota masyarakat dari budaya hidup tidak sehat. Sebab tidak adanya jamban membuat orang berprilaku jorok yang dapat menyebabkan sakit.

“Dengan adanya perubahan perilaku akan mengurangi angka sakit dimasyarakat. Otomatis yang berperilaku sehat maka akan meningkatkan produktivitas keluarga dan kemampuan ekonomi akan tumbuh,” jelasnya.

Mirna Annisa menargetkan 2018 ini seluruh warga sudah memiliki jamban yang layak. Hal itu mengingat masih tingginya warga di Kendal yang belum memiliki jamban. “Selain dari kredit ini, kami juga sudah mengganden CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Kendal untuk memberikan bantuan jamban kepada masyarakat,” tambahnya. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kerusakan Jalan Mulai Diperbaiki

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nyaris semua jalan yang dilintasi kendaraan berat sebagai mobilisasi pembangunan jalan tol Semarang-Batang rusak parah. Kebanyakan justru jalan di sekitar permukiman....

Puluhan Pembalap Liar Bubar

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Puluhan pembalap liar di Taman Dadi Kajen, Desa Kebon Agung Kajen, Minggu (29/7) dini hari, seketika bubar. Mereka ketakutan begitu melihat puluhan petugas...

Pendekatan Scientific Tingkatkan Prestasi Belajar

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN Bahasa Jawa sekarang ini semakin dirasakan sulit bahkan menjadi momok bagi sebagian siswa SMP. Hal ini tentu hanya salah satu dampak...

Terlalu Sempit, Underpass Tol Diprotes

BATANG - Pembuatan underpass di jalur tol Pemalang-Batang di Desa Masin, Warungasem Batang yang terbilang sempit diproses DPRD Kabupaten Batang, yang diwakili Wakil Ketua...

Hilang 7 Hari, Ternyata Dibunuh Penghuni Kos

SEMARANG-Seorang dokter spesialis jantung dan pemilik rumah kos di Jalan Plampitan nomor 58 Kecamatan Semarang Tengah, diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan, Minggu (23/4)...

Berharap APBD Cover Infrastruktur Pranten

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Desa Pranten di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Berbatasan dengan kompleks wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, daerah...