Beranda Berita Semarang Pembebasan Lahan SORR Tunggu Dana Pemkot

Pembebasan Lahan SORR Tunggu Dana Pemkot

Others

“Baru terbebaskan sembilan bidang hingga akhir 2017 lalu. Januari ini, semoga bisa dimulai pembayaran lagi. Kemudian dilanjutkan Februari mulai seterusnya.”

Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Progres pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) di Kota Semarang terbilang sangat lambat. Sejak awal, direncanakan 2010 silam hingga sekarang 2018, proyek ini jalan di tempat. Meski begitu, saat ini baru ada sembilan bidang tanah yang dibebaskan hingga akhir 2017.

Itu merupakan sebagian bidang di wilayah antara Mangkang – Mijen Kota Semarang yang memiliki panjang 10,5 kilometer. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang memyatakan segera melanjutkan pembayaran pembebasan lahan untuk pembangunan SORR ini.

“Baru terbebaskan sembilan bidang hingga akhir 2017 lalu. Januari ini, semoga bisa dimulai pembayaran lagi. Kemudian dilanjutkan Februari mulai seterusnya,” Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya juga sedang menunggu kesiapan Pemkot Semarang, terkait pembebasan lahan tersebut. Mengenai sosialisasi, kata dia, pihaknya sejauh ini telah melakukannya kepada warga yang terkena dampak. “Lahan tanah, bangunan maupun tanaman yang terkena dampak sudah dilakukan pengumpulan data,” katanya.

Dari data tersebut dilakukan appraisal guna menentukan besar kecilnya ganti rugi kepada warga. Pihaknya menunggu kesiapan dana dari Pemkot Semarang. “Tinggal dilakukan pembayaran saja, pertama kali fokus di SORR Mangkang-Mijen dulu. Setelah ini selesai, kemudian diteruskan SORR Mangkang – Arteri Yos Sudarso,” katanya.

Untuk SORR Mangkang- Yos Sudarso saat ini juga telah dilakukan inventarisasi lahan. Ini juga demikian, apabila anggaran dari Pemkot Semarang siap, akan segera dibayarkan kepada warga. “Tentunya akan kami tawarkan kepada warga sesuai dengan appraisal, kalau sudah sepakat langsung bayar,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan pihaknya tahun ini menetapkan fokus pembangunan, yakni wilayah pinggiran dan penataan tengah kota. SORR menjadi salah satu prioritas pembangunan di wilayah pinggiran. “Semarang Outer Ring Road pertama kali dikerjakan Mangkang-Mijen, selanjutnya Mangkang-Arteri Yos Sudarso. Keduanya telah kami dorong agar tahun ini, 2018, terealisasi,” katanya.

Sedangkan pembangunan infrastruktur di tengah kota adalah penghijauan dan penambahan keindahan jalan-jalan protokol. Penambahan hutan kota seperti pohon peneduh di tepi jalan dilakukan. Selain itu, penambahan infrastruktur yang atraktif seperti water fountain atau air mancur di jembatan Banjir Kanal Barat. “Ini menjadi bagian agar Kota Semarang lebih ikonik. Air mancur tersebut mengadopsi gaya negara Korea,” katanya.

Secara total, kata Iswar, tahun ini pihaknya mengerjakan sebanyak 80 paket kegiatan infrastruktur dengan anggaran Rp 684 miliar. Persiapan lelang telah dilakukan dengan mengajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Mudah-mudahan bisa segera dilakukan lelang,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Related News