Unique Worksheet Tingkatkan Kemandirian Belajar Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MATEMATIKA Dianggap sulit, karena sulit dimengerti dan dipenuhi dengan rumus. Dikatakan mengerikan karena pendekatan yang dilakukan guru matematika umumnya membuat siswa merasa tidak nyaman selama mempelajarinya. Akibatnya, kesadaran siswa tentang pentingnya matematika sebagai bagian dari kehidupan tidak dirasakan manfaatnya secara nyata. Sebenarnya belajar matematika tidak sekedar mengurai dan mengaplikasikan rumus yang penuh dengan angka, namun di balik itu ada nilai-nilai yang perlu ditanamkan seperti berpikir logis, konsisten, adil dan mandiri.

Melalui tugas-tugas yang diberikan diharapkan akan tumbuh kemandirian siswa. Yang menjadi kelemahannya, siswa terkadang hanya mencontek dan tidak mau berpikir dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Perilaku tersebut, bukan semata-mata karena kesalahan siswa, namun cara yang diterapkan guru pun memberikan peluang bagi siswa untuk berperilaku tersebut. Hampir setiap guru memberikan tugas yang sama dalam satu kelas, akibatnya dimanfaatkan oleh siswa pemalas hanya sekedar mencontek temannya yang lebih pintar.

Melihat fakta tersebut, penulis tergerak untuk mengubah pola pembelajaran yang dilakukan. Melalui penelitian eksperimen di kelas XI Produksi Grafika SMK Negeri 11 Semarang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil mengubah kemandirian belajar siswa yang berdampak langsung terhadap pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini memanfaatkan Unique Worksheet. Mengapa disebut Unique Worksheet?  karena lembaran kerja yang digunakan berisi permasalahan matematika yang berbeda-beda dalam satu kelas. Sekilas, sepertinya memberatkan guru dalam menyusunnya, namun berkat aplikasi Mailing Merge yang terdapat di Microsoft Word, penulis dapat membuat lembar kerja tersebut secara otomatis dan menghasilkan soal-soal yang berbeda satu sama lain sesuai kebutuhan.

Baca juga:   Metode Role Playing Tingkatkan Percaya Diri pada Siswa

Ketika pembelajaran berlangsung, masing-masing siswa mendapatkan permasalahan yang berbeda-beda. Mereka berkelompok, berdiskusi membahas materi dengan langkah-langkah yang tercantum di dalam Unique Worksheet, dan dilanjutkan dengan mencoba menyelesaikan soal yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing. Melalui aplikasi Mailing Merge, guru pun mendapatkan kunci jawaban dari setiap siswa yang mempermudah dalam mengoreksi.

Satu per satu siswa menyampaikan hasil jawaban akhir dari setiap permasalahan yang dikerjakan, guru tinggal mencocokkan apakah hasilnya sesuai dengan kunci jawaban yang ia pegang. Ketika jawaban salah, dapat dipastikan bahwa ada proses yang salah, sehingga siswa diberikan kesempatan untuk memperbaikinya. Proses ini, secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan proses evaluasi diri, menganalisis prosedur mana yang menyebabkan siswa salah. Siswa akan terus mencoba sampai benar sesuai dengan kunci jawaban dan secara psikologis akan mencapai kepuasan.

Author

Populer

Lainnya