33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Kuncinya Rajin Update Tren

Gemitha Prastantianti Putri

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PROFESI sebagai Makeup Artist (MUA) belakangan ini semakin diminati. Detail yang rapi serta rajin meng-update tren terbaru menjadi kunci dalam menjaga eksistensi di bidang ini. Seperti yang dilakukan oleh Gemitha Prastantianti Putri.

“Sebelum terjun sebagai MUA, saya lebih dulu menekuni keahlian sebagai penata rambut. Dari situ, saya sering memperhatikan teman yang merias, kemudian tertarik, belajar secara otodidak dan akhirnya terjun ke bidang ini,” ujarnya.

Awal merintis, klien masih sebatas rekan-rekan terdekat. Sejumlah hasil riasan lantas diunggah dalam instagram yang dinamainya Beautymiy. Dua tahun berjalan, klien pun semakin beragam, mulai dari remaja, dewasa hingga artis.

“Hasil-hasil riasan yang di-upload dalam sosial media ini cukup membantu untuk promosi, karena biasanya calon klien ngecek dan membandingkan hasil riasan dengan melihat portofolio kita dari IG,” ujar perempuan yang akrab disapa Mytha ini.

Oleh karena itu, ia sangat memperhatikan detail tiap riasan. Ketepatan torehan alat-alat make up maupun bauran warna yang diaplikasikan pada wajah menjadi kunci. “Pada dasarnya saya sendiri juga akan merasa puas bila melihat hasil riasan yang rapi dan sesuai dengan permintaan klien,” ujar alumnus Komunikasi Undip ini.

Tantangan lain, lanjutnya, menyesuaikan riasan dengan karakter wajah. Menurutnya, keahlian tersebut bisa didapat seiring dengan jam terbang. Oleh karena itu, ia terus mengasah keahliannya, termasuk rajin meng-update tren tata rias.

“Wajah tiap orang pasti berbeda. Kemudian untuk orangtua juga kulitnya tidak seelastis yang muda. Ini semua perlu penanganan yang berbeda. Karena itu, harus mau terus belajar. Sedangkan untuk tren, setidaknya kita tahu, entah nantinya digunakan atau tidak, tergantung permintaan klien dan pastinya tiap MUA punya karakter dan ciri khas masing-masing dalam merias,” ujarnya. (dna/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berharap Jamu Bisa Diresepkan Dokter

SEMARANG – Jamu herbal mulai banyak digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit. Sayang, hingga saat ini, jamu herbal belum direkomendasikan di dunia kedokteran. Karena itu...

Bentuk Sekolah dan Madrasah Aman Bencana

DEMAK-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak membentuk sekolah dan madrasah aman bencana (SAB). Terutama sekolah di daerah terpencil dan rawan bencana, menjadi prioritas...

Ganjar akan Cerita Reformasi Birokrasi Pelayanan Publik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dalam debat terbuka putaran kedua Pilgub Jateng, nanti malam, Ganjar Pranowo mengaku sudah mempersiapkan materi. Politikus PDI Perjuangan ini berencana memaparkan...

Malu Kalau Kalah Lagi

SEMARANG – Sore nanti PSIS akan berlatih tanding melawan Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem Kendal. Meski ujicoba, namun PSIS wajib memenangkan laga tersebut. Pelatih...

Wisuda, Diarak dengan Becak Hias

MAGELANG - Sebanyak 30 siswa angkatan I Tahfidzul Quran diwisuda. Selain itu, 185 siswa kelas I SD Mutual Kota Magelang juga mengikuti wisuda Purna...

Harga Daging Mulai Naik

TEMANGGUNG- Harga daging sapi dan daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Temanggung, menjelang Lebaran 2017, mulai mengalami peningkatan. Rofik, salah seorang pedagang ayam di...