33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Akhirnya Jabatan CAS Dicopot

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) akhirnya dicopot dari jabatannya. Setelah adanya pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait keterlibatan CAS dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Narkotika.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun menjelaskan bahwa CAS dibebastugaskan dari jabatan lamanya sebagai kepala Rutan Purworejo mengacu pada hasil penyelidikan dari BNN. “Sambil menunggu proses hukum, status kepegawaiannya langsung dipindahkan ke Kanwil Kemenkumham Jateng,” ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Kemkenkumham Jateng, Rabu (17/1) kemarin.

Ibnu menjelaskan pencopotan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham. Pihaknya juga menjelaskan dalam proses penangkapan oleh tim gabungan BNN, anak buahnya itu tidak melakukan perlawanan. “Saat kejadian, situasi rutan terbilang kondusif. Tidak ada keriuhan sama sekali. Selanjutnya, dia menjalani pemeriksaan di BNNP Jateng,” jelasnya.

Ibnu mengaku sempat bertemu dengan CAS saat sedang diperiksa di markas BNN Provinsi Jateng. Hal itu lantaran tahapan pemeriksaan di bawah kendali Kadivpas Kemenkumham. “Yang bersangkutan mengaku menerima transfer uang sebesar Rp 15 juta. Meski masih terlalu dini untuk percaya pengakuannya, prinsipnya kami menghormati proses yang dilakukan BNN,” tegasnya.

Ibnu membeberkan, anak buahnya mengakui uang kiriman tersebut hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pribadi mulai dari belanja hingga membeli rokok. “Dia (CAS) ngakunya buat belanja, beli rokok dan sebagainya,” imbuhnya.

Sementara, posisi CAS sebagai Kepala Rutan Klas IIB Purworejo digantikan Kepala Bapas Kelas II Klaten, Eko Bekti Susanto atas penunjukan Kanwil Kemenkumham Jateng.

“Kami sudah meneken surat tugas bagi saudara Eko Bekti. Selain pekerjaannya sebagai Kepala Bapas Klaten, sekaligus menjadi Plt Kepala Rutan Purworejo. Ini penting, mengingat kebutuhan Rutan Purworejo harus tetap berproses menjalankan administrasi dan mengelola proses-proses keuangan setiap hari,” terangnya.

Ia menyatakan tindakan tegas harus diambil untuk mendukung upaya BNN dalam menciptakan zero narkoba dan pungli di lingkungan Lapas. Sementara itu, sebelumnya diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, CAS diduga menerima aliran dana dari Christian Jaya Kusuma alias Sancai saat bertugas di Lapas Nusakambangan. Sancai merupakan narapidana kasus narkotika yang menghuni Lapas Pekalongan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota Direktorat Reserse, Narkotika, dan Obat-obatan Berbahaya Polda Jawa Tengah, AKP KW. Sedangkan AKP KW ditangkap atas kepemilikan sabu seberat satu gram oleh Paminal Polda Jateng pada Jumat, 1 Desember 2017 di sebuah rumah makan di Semarang. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Komitmen Tingkatkan Pendidikan Warga

BANCAK – Desa Boto memiliki komitmen tinggi untuk menciptakan generasi muda yang berpendidikan. Salah satu yang dilakukan pemerintah desa adalah dengan memanfaatkan tanah kas desa...

Aqua Pasarkan Produk Dampingan CSR

WONOSOBO–Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tirta Investama Aqua Wonosobo membuahkan hasil. Para kelompok petani dan UMKM yang sudah didampingi selama lebih dari tiga...

Optimistis Kebutuhan Listrik Terpenuhi

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN –PLN Area Pekalongan optimistis kebutuhan listrik untuk masyarakat dapat terpenuhi menjelang dan pada saat Lebaran 1439 Hijriah ini. Walaupun dipastikan juga ada peningkatan...

Hari Ini, Trotoar Harus Selesai

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemkot Salatiga berharap proyek pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro dan Fatmawati tuntas pada 20 Januari 2018. Selama melewati batas akhir tahun...

Operasi Patuh, Polisi Pasang ’Ranjau Paku’

SEMARANG - Jangan mencoba kabur saat ada razia polisi. Sebab, selama digelar Operasi Patuh Candi 2017 pada 9-22 Mei mendatang, polisi akan memasang road...

Desa Wulungsari Terbaik Nasional

WONOSOBO—Tim Penggerak PKK Desa Wulungsari, Kecamatan Selomerto, berhasil menuntaskan misi untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional, untuk kategori Halaman Tertib Indah dan Nyaman...