32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Operasi Pasar Harus Tepat Sasaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan operasi pasar bisa dilakukan di titik-titik yang lebih luas dan lebih tepat sasaran. Sehingga pergerakan harga komoditas bisa lebih cepat diredam.

“Selain Operasi Pasar saat ini belum ada cara lain. Tapi kegiatan ini juga diharapkan dilakukan di tempat-tempat yang memang masyarakat yang ingin membeli, kalau perlu nanti tidak hanya di pasar tapi di kampung-kampung,” ujarnya disela operasi pasar dan sidak di relokasi Pasar Johar, kemarin.

Ia menegaskan, sasaran utama operasi pasar adalah menjual komoditas dengan harga yang mulai melonjak langsung ke masyarakat. Tidak untuk pedagang-pedagang eceran yang kemudian kembali menjual dengan harga yang dijual Pemerintah atau Bulog.“Yang dikhawatirkan kalau dibeli, dibuka, dioplos kemudian dijual lagi,” ujarnya.

Namun demikian, ia memastikan bahwa stok beras Jawa Tengah masih relatif aman hingga April mendatang. Maret diperkirakan juga sudah mulai panen raya. Oleh karena itu serapan Bulog juga di dorong lebih cepat lagi.

“Saat ini yang kita lakukan adalah berupaya menstabilkan harga. Namun bila Pemerintah mengimpor beras, tidak perlu masuk ke Jateng. Apalagi kalau nanti datangnya dua bulan lagi bertepatan dengan panen raya. Harga beras (petani lokal) bisa semakin jatuh. Sudahlah kasih ke tempat-tempat yang memang bukan lumbung beras,”ujarnya.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jateng Djoni Nur Ashari menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk mengendalikan harga beras di masyarakat. Sejak 13 Desember 2017 kemarin pihaknya sudah menyalurkan beras sebanyak 19.200 ton dengan harga Rp 9.350 per kilogram dan dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Menurut Djoni, Bulog berkomitmen melanjutkan operasi pasar dan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) hingga akhir Maret 2018 mendatang. Guna mengefektifkan operasi pasar sebagai stabilisasi harga di masyarakat, pihaknya menggandeng pedagang di dalam pasar sebagai mitra.

“Kita kerja sama dengan kios-kios di pasar tradisional yang menjual beras Bulog. Daerah-daerah yang harga berasnya masih tinggi terus kita lakukan OP, tak hanya di pasar-pasar saja, di pusat-pusat keramaian lainnya juga kami lakukan OP. Tapi kalau harga sudah turun ya OP dihentikan,” ujarnya. (dna/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here