33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Warung Makan Masih Gunakan Gas Melon

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Warung makan di Kota Magelang jadi target lokasi inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan Pemkot Magelang dalam upaya pengendalian penggunaan gas elpiji 3 kilogram. Selama ini, dicurigai masih adanya penggunaan gas melon yang tidak tepat sasaran.

“Misalnya penjualan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), dan penggunaan yang kurang tepat sasaran,” kata Kepala Disperindag Kota Magelang Joko Budiono, Selasa (16/1).

Menurutnya, penggunaan gas melon yang tidak sesuai peruntukannya adalah hal yang paling sering dijumpai di lapangan. “Seperti warung makan, restoran dan pelaku usaha nonmikro,” sentilnya.

Ia membuktikan hal tersebut benar adanya. Tim gabungan mendapati dua warung di Jalan Tentara Pelajar masih menggunakan gas bersubsidi untuk keperluan usahanya. “Kita peringatkan segera mengganti dengan LPG ukuran 5,5 kilogram atau yang 12 kilogram,” imbuh Kepala Bidang Perdagangan, Sri Rejeki Tentamiarsih.

Para pemilik warung yang diketahui menggunakan gas bersubsidi akan diberikan waktu satu minggu ke depan untuk menggantinya dengan yang nonsubsidi. Setelah itu, timnya akan kembali mengecek. “Jika masih belum diganti, pemilik warung akan diberikan sanksi sesuai Undang-undang yang berlaku.”

Dalam waktu dekat, Disperindag akan membuat surat edaran (SE) yang berisi larangan pelaku usaha nonmikro seperti hotel, restoran dan rumah makan menggunakan gas elpiji 3 kilogram. SE itu juga ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemkot Magelang. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Remunerasi Masih 3 Tahun Lagi

”Semua sudah proporsional kok. Jateng malah beruntung. PNS peralihan di Jatim sama Jabar malah tidak dapat TPP.” Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng SEMARANG - Sekitar 5.000...

Bantai Sopir Grab Car, Hanya Butuh 7 Menit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Driver taksi online Grab Car, Deny Setiawan, 32, warga Kemijen, Semarang Timur, sempat berusaha melawan dan meronta saat dibantai dua penumpangnya,...

Satu Jam, Tilang 136 Kendaraan Bermotor

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Hanya dalam 1 jam, petugas gabungan dari Sat Lantas Polres Pekalongan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan, berhasil menilang 136 kendaraan dalam razia...

Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID- Warga lereng Merapi diharapkan tidak berada di wilayah radius 10 kilometer dari puncak gunung yang saat berstatus waspada tersebut. Kepala desa juga...

Tujuh Ribu Ulama Hadiri Muktamar XII Jatman

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Sebanyak tujuh ribu ulama dari dalam maupun luar negeri menghadiri Muktamar XII Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) di Kabupaten Pekalongan,...

Banjir Sungai Serayu Menyisakan Trauma Bagi Warga

Warga yang tersapu banjir bandang sungai Serayu sepekan lalu masih berada dalam bayang-bayang ketakutan. Tiga keluarga di Kelurahan Kejajar, Kecamatan Kejajar, masih mengungsi ke...