33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Stok Beras Jateng Cukup

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Stok beras hasil panen petani tergolong mencukupi untuk kebutuhan seluruh warga Jateng. Di pertengahan Januari ini, Bulog masih menyimpan sektar 102 ribu ton. Sementara kebutuhan beras di Jateng per bulan hanya 30 ribu ton. Artinya, tanpa mengambil porsi beras impor, ketersediaan beras di Jateng masih cukup hingga Maret mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng, Arif Sambodo menegaskan, akhir Januari-Februari mendatang, sawah di Jateng mulai panen raya. “Untuk stok saja sudah cukup sampai Maret. Setelah panen raya ini, otomatis stok terisi lagi,” tegasnya, Selasa (16/1).

Meski diperkirakan bakal surplus, hasil panen dari petani Jateng kali ini tidak akan disebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Kalimantan seperti tahun lalu. “Info dari Bulog, sementara untuk mencukupi daraeh Jateng dulu,” terangnya.

Karena itu, dia meyakinkan warga Jateng untuk tidak khawatir bakal kekurangan beras. Terutama beras medium. Memang, akhir tahun lalu, sejumlah sawah terendam banjir akibat Siklon Cempaka yang menggagalkan panen. Karena itu, tidak heran jika paska panen di Januari ini harga beras sedikit melambung.

“Siklusnya memang setiap Januari atau sebelum panen raya, harga beras meningkat. Tapi tahun ini agak tinggi karena Desember kemarin banyak sawah yang terendam banjir,” jelasnya.

Mengenai impor beras, Arif tidak bisa menjelaskan karena kebijakan itu merupakan keputusan pemerintah pusat. Dia hanya memastikan jika impor beras itu dikelola Bulog untuk cadangan saja. Beda jika impor beras itu diberikan kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

“Kalau PPI, dikhawatirkan akan ada skema komersil. Karena itu perusahaan, jadi harus segara dijual. Kalau Bulog, kan disimpan dulu. Begitu di pasar kekurangan stok, baru digelontorkan,” bebernya.

Sekda Jateng, Sri Puryono menjelaskan, sejumlah bupati sudah menginfokan bahwa minggu depan, petani di daerah mereka sudah mulai panen. Pemprov Jateng tinggal mengawal distribusinya saja. “Sentimen pasar harus dicermati,” tutur Puryono yang juga menjabat Ketua Tim Pemantau dan Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng.

Untuk menstabilkan sekaligus menjaga harga beras agar tidak ‘liar’, TPID menggandeng Bulog akan rutin menggelar operasi pasar. Rencananya, hari ini, Rabu (17/1), operasi pasar digelar di sejumlah titik di tiga wilayah. “Semarang, Solo, satunya lagi saya lupa. Sebelumnya sudah ada 65 titik,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo justru meminta Menteri Pertanian, Andi Amran untuk mengkaji ulang kebijakan impor beras. Dia menelpon Andi untuk menyampaikannya. Pengkajian ulang impor beras ini sebagai bentuk keberpihakan pada kalangan petani.

“Barusan saya telepon Mentan, kemarin juga sudah kita laporkan ke Presiden Joko Widodo agar menghitung betul cadangan beras nasional. Ketika cadangan itu dianggap cukup, maka saya minta rastra segera diturunkan, operasi pasar dilakukan,” jelasnya setelah menelpon Andi Amran. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lega, Tuntaskan UNKP Seorang Diri

DEMAK- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berakhir pada Kamis (6/4) kemarin. Hal itu mengundang kelegaan tersendiri bagi Siti Istiqomah, siswi SMK Al Kautsariyyah,...

Kembangkan Usaha Sapi Potong

BAWEN – Desa Polosiri Kecamatan Bawen memiliki unggulan berupa kluster sapi potong. Didirikan sejak tahun 2002 dari yang mulanya terdiri dari 22 anggota kini...

Rawan Bencana, TNI Diminta Siaga

WONOSOBO—Kondisi geografis di Kabupaten Wonosobo yang sebagian besar merupakan wilayah dataran tinggi--terdiri atas perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan tinggi— sangat rawan bencana...

Bukannya Jera, Ulangi Lagi Saat Bebas

RADARSEMARANG.COM - Para pelaku kejahatan yang masih kategori anak-anak atau berusia di bawah 18 tahun (berdasarkan UU yang berlaku), seharusnya diperlakukan khusus sesuai hak...

Netizen Diajak Ikut Bangun Kebersamaan

SEMARANG – Peran netizen dianggap cukup besar untuk mensosialisasikan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal...

Lahirkan Inisiatif Progresif Wujudkan Mandat Rakyat

Genap satu tahun ini, kepemimpinan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti. Tepatnya sejak 27 Juni 2016 setahun lalu, saat keduanya...