33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Asah Kemampuan Berbicara Siswa dengan Round Club

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BERBICARA dalam proses komunikasi dan berbahasa menjadi penting. Penguasaan kompetensi dan keterampilan tersebut harus dimiliki siswa. Perlu adanya langkah yang tepat untuk mengelola keterampilan tersebut. Selama ini, siswa cenderung berbicara tetapi kurang berkualitas. Kemampuan berbicara di kelas dalam pembelajaran masih terasa kaku dan belum maksimal.

Aspek berbicara dalam pembelajaran keterampilan berbahasa merupakan aspek pembelajaran bahasa yang banyak mendapat kendala dalam proses pembelajarannya. Dari hasil wawancara dengan siswa, didapatkan informasi bahwa kendala yang dialami siswa adalah karena kurang mempunyai rasa kepercayaan diri yang disebabkan oleh rasa grogi, yaitu rasa canggung dan takut bila berhadapan dengan orang banyak.

Selain itu, rasa malu juga menjadi penyakit yang kronis bagi siswa yang ingin tampil berbicara. Berdasarkan hal itu, teridentifikasi adanya kendala psikologis yang menghambat munculnya kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Muncul rasa grogi dan rasa malu ketika harus berbicara di hadapan teman-teman dan guru di kelasnya. Selain itu, karena mereka merasa bahwa penampilannya akan dinilai oleh guru, maka timbul perasaan takut jika penampilannya ketika mereka berpidato jelek atau salah.

Dengan adanya kenyataan seperti itu, seorang guru haruslah bisa menampilkan metode atau model pembelajaran yang tepat untuk bisa meminimalisasi hambatan-hambatan yang ada. Nah, metode atau model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model pembelajaran Round Club atau Keliling Kelompok. Model pembelajaran Round Club ini menuntut antarpeserta didik dapat saling memberikan kontribusi bagaimana mereka bisa berbicara secara ideal. Yang cukup penting dari model Round Club ini adalah adanya kesempatan siswa berlatih dalam kelompok-kelompok kecil terlebih dahulu sebelum tampil untuk dinilai. Dengan berlatih dahulu dalam kelompok-kelompok kecil itu, diharapkan siswa tidak akan merasa sungkan ataupun malu karena yang mereka hadapi adalah teman-temannya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kecil, Pertumbuhan Kredit Pegadaian

SEMARANG- Lesunya perekonomian di tahun ini berdampak pada pertumbuhan kredit di pegadaian yang sangat kecil. Tepatnya, angka pertumbuhannya hanya sekitar 1,22 persen. Kepala Kantor Wilayah...

Rawan Longsor, Diterasering

WONOSOBO - Koramil 05 Kejajar bersama Polsek Kejajar dan warga Desa Krakal, Surengede, Kejajar, Wonosobo, mengadakan kerja bakti di lokasi tanah longsor di Desa...

Konsisten Sediakan Barang Dagangan Asli

Kendati muncul beragam toko baru yang lebih modern, namun eksistensi toko alat tulis Nam Bie tak perlu diragukan. Terbilang sebagai toko legendaris di Kota...

RTH Publik Masih Kurang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) publik di Kota Magelang masih minim. Keterbatasan lahan menjadi kendalanya. Kasi Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU)...

Berlebaran dengan Gamis Modern Minimalis

SEMARANG – The Executive menawarkan berbagai koleksi busana Ramadan dan Lebaran terbaru yang menarik. Konsep yang dihadirkan adalah minimalis, simple namun elegan. “Terinspirasi dari sentuhan...