31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Penagih Harus Bersertifikat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penagih agunan yang akan dieksekusi diwajibkan bersertifikat. Hal tersebut guna menghindari cara-cara penagihan yang tidak sesuai aturan dan merugikan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah & DIJ, Bambang Kiswono mengatakan, banyak keluhan dari masyarakat pemilik kendaraan atau barang agunan lainnya yang disita karena permasalahan kredit macet.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat teliti dalam membaca surat perjanjian sebelum menandatangi perjanjian apapun, termasuk perjanjian kredit. Karena perjanjian tersebut mengikat dua belah pihak.

“Selama ini kebanyakan main tanda tangan saja, yang penting selesai. Kemudian hari komplain ada permasalahan, padahal sudah diperjanjikan disitu,” ujarnya, baru-baru ini.

Selain itu, pihaknya juga mengatur agar perusahaan jasa keuangan tidak sewenang-wenang dalam mengeksekusi agunan. Terkait fidusia, peminjam yang tidak dapat membayar angsuran, tentu agunan akan disita, namun harus sesuai ketentuan. Salah satunya adalah penagih harus bersertifikat.

“Namanya memberikan kredit, kalau kredit macet ya masak tidak ditagih, pasti akan ditagih. Hanya saja, harus menggunakan jasa penagih yang bersertifikat. Bisa karyawannya sendiri atau menggunakan jasa perusahaan lain, tapi syaratnya itu tadi, penagih harus bersertifikasi,” ujarnya.

Berikutnya, saat melakukan penagihan, pastikan penagih membawa perjanjian fidusia. Jadi peminjam benar-benar tahu bahwa eksekusi tersebut dilakukan oleh pihak yang memang berwenang, tidak main sita saja.

“Bagi yang barang-barangnya akan disita juga bisa tanyakan perjanjian fidusia tersebut, pegang atau tidak. Tapi bila penagih bersertifikasi, pasti sudah tahu tata caranya, termasuk membawa perjanjian tersebut,” ujarnya. (dna/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here