Beranda Berita Semarang Maret, Yaik Baru Sudah Kosong

Maret, Yaik Baru Sudah Kosong

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Minggu ketiga Januari ini, segera dilakukan sosialisasi pedagang Yaik Baru untuk dilakukan relokasi ke kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Sudah dilakukan audiensi antara pedagang Pasar Yaik Baru dengan Wali Kota Semarang, disepakati bahwa mereka bersedia untuk melakukan penataan sendiri. Pemindahan nanti cukup sekali selesai, karena lahan di sana (tempat relokasi MAJT) 2,5 hektare,” kata Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto.

Karena itu, lanjut Fajar, pemindahan dilakukan sekaligus. Semua pedagang Yaik Baru, pedagang sekitar Hotel Metro, maupun Pedamaran, semua akan dimasukkan di MAJT. “Sehingga perlu dilakukan percepatan pembangunan,” katanya.

Dikatakan, nantinya pembangunan Pasar Johar Baru, Johar Cagar Budaya dan alun-alun segera dikerjakan. Termasuk pembangunan basement Rp 50 miliar di bawah alun-alun yang ditangani Dinas Tata Ruang Kota Semarang segera dilaksanakan.

“Tahun ini juga akan mendapatkan bantuan dari Kementerian PUPR untuk pembangunan Johar Cagar Budaya. Sehingga 2018 ini ada dua tempat yang terbangun. Tahun 2019, kami mengajukan ke Kementerian Perdagangan agar berkenan mengalokasikan bantuannya untuk menyelesaikan bangunan lantai 3 dan 4 di Johar Baru eks Pasar Kanjengan,” ujarnya.

Targetnya, lanjut Fajar, paling lambat Maret, Pasar Yaik Baru harus sudah kosong. “Nanti hasil dari sosialisasi mereka meminta kapan, tetapi sesuai hasil audiensi dengan Pak Wali, Maret sudah harus kosong. Karena apa? Pembangunan basement itu membutuhkan waktu lama, diperkirakan butuh 9-10 bulan,” katanya.

Sementara itu, kontraktor yang menangani proyek pembangunan Johar Baru di lahan eks Kanjengan terancam tak bisa terbayar. Pasalnya, kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan telah diputus kontrak oleh pemerintah pusat, direstui Pemkot Semarang untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan Johar Baru.

Kontraktor tersebut hingga saat ini masih melakukan aktivitas pekerjaan pembangunan. Pemkot rencananya akan membayar pekerjaan penyelesaian tersebut menggunakan anggaran perubahan. Akan tetapi kontraktor dan Pemkot Semarang terkesan mencuri start untuk memulai pekerjaan, padahal anggaran perubahan belum diajukan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengatakan, anggaran perubahan Pemkot Semarang tidak bisa untuk menutup pembiayaan penyelesaian Pasar Kanjengan. Sebab, sejauh ini belum dianggarkan.  “Pembangunan Pasar Johar Baru di Kanjengan ini dibangun menggunakan anggaran bantuan dari Kementerian Perdagangan senilai Rp 87 miliar. Kontraktor hanya bisa menyelesaikan 81 persen dari nilai kontrak tersebut,” kata dia usai rapat dengan Dinas Perdagangan di Ruang Komisi B, Senin (15/1).

Pembangunan Pasar Johar Baru masih tetap dikerjakan kontraktor meski sudah habis dari waktu kontrak. “Tidak boleh pengerjaan proyek mendahului anggaran. Seharusnya setiap ada kegiatan pembangunan di Pemerintah Kota Semarang dianggarkan lewat APBD dengan persetujuan dewan. Daripada nanti tersandung masalah hukum, kami akan menolak jika dianggarkan di perubahan,” tegasnya.

Fajar Purwoto mengakui ada dua pembangunan pasar terjadi keterlambatan, yakni Pasar Simongan dan Pasar Johar Baru di Kanjengan. Keduanya menggunakan anggaran dari pusat. Molornya proyek tersebut karena salah satunya dampak dari keterlambatan pada proses lelang. “Seperti di Pasar Simongan yang direncanakan Juli ternyata gagal lelang dua kali. Sedangkan untuk Pasar Kanjengan baru bisa dilelangkan Oktober, karena daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pusat baru turun September. Sehingga baru mulai pengerjaan 20 Oktober sampai 18 Desember 2017. Karena belum selesai, kontraknya diperpanjang. “Kontraktor berjanji akan menyelesaikannya pada 27 Januari 2018 mendatang,” katanya.  (amu/aro)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here