33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Langgar Tonase 28 Ton

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pihak kepolisian masih mengusut kasus kecelakaan truk tronton menabrak empat kendaraan yang mengakibatkan dua orang tewas di Jalan Abdulrahman Saleh, Manyaran, Semarang Barat, Rabu (10/1) lalu. Dari hasil pemeriksaan sopir, truk tronton pengangkut MMT tersebut kelebihan muatan. Tak tanggung-tanggung, kelebihannya mencapai 17 ton.

“Sopir mengakui bahwa itu terjadi over tonase, jumlah beban yang diperbolehkan 11 ton, itu memuat 28 ton (gulungan plastik MMT),” terang Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi usai memeriksa Sugiono, sopir truk tronton, warga Jalan KH Achmas Dahlan, Kanigaran Probolinggo Jember, Senin (15/1) kemarin.

Bukti beban muatan diperolehnya dari surat jalan yang berisi rincian barang yang diangkut yaitu ada 350 paket gulungan MMT. Sedangkan satu pekat gulungan tersebut diketahui beratnya mencapai 80 kg.

“Dimana 1 paket gulungan MMT itu beratnya 80 kg, jadi kalau dikalikan 350 (gulungan) itu dapatnya angka 28.000 kg atau 28 ton. Itu juga sudah sangat melebihi,” tegasnya.

Pihaknya juga akan menelusuri untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab. “Apakah sopir, apakah pemilik kendaraan apakah pemilik barang. Kita kan harus selidiki lebih dalam. Jadi mungkin saja sopir sudah menolak tapi dipaksa pemilik truk atau pemilik barang, kita akan dalami,” bebernya sembari menambahkan akan memanggil pemilik barang dan truk.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang M Khadik menyatakan, paska peristiwa maut tersebut, pihaknya langsung memasang rambu larangan kendaraan berat melintas di jalur Abdulrahman Saleh. Termasuk memberi rambu tonase jalan.

“Sebetulnya dulu di situ sudah ada rambu yang membatasi truk angkutan berat. Maksimal 5 ton yang boleh lewat, mengingat jalannya (turunan) cukup tajam dan jalan realtif ramai. Namun kemarin ternyata setelah kita cek rambu itu hilang. Kemudian langsung kita pasangi kembali,” terang Khadik.

Khadik menambahkan, di sisi selatan rambu dipasang di ujung Jalan Untung Suropati. Sedangkan di sisi utara mulai dari perempatan Jalan Suratmo. “Di sana kita pasang rambu larangan dan akan kita perjelas lagi dengan pemasangan rambu ‘F’ yang lebih besar. Truk Dilarang Melintas,” tegasnya.

Selain pemasangan rambu, pihaknya juga akan melakukan operasi rutin di titik-titik yang rawan pelanggaran tonase, seperti di Jalan Abdulrahan Saleh dan Silayur, serta kawasan lain. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kelola Sampah, Kendal Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Permasalahan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, menjadi permasalahan pelik bagi warga. Pasalnya, TPA yang tidak...

Teh Hijau Premium Jadi Produk Unggulan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Komoditas teh di Kecamatan Paninggaran yang merupakan eks Program PIR telah mulai diusahakan sejak 1986. Total lahan sekitar 511 hektare. Kini...

Tourist Hunting, Solusi Lancar Berbicara Bahasa Inggris

RADARSEMARANG.COM - PENGUASAAN kompetensi dasar ketrampilan berbicara Bahasa Inggris merupakan tantangan tersendiri  bagi guru dan siswa. Hal ini sangat terasa bagi guru yang mengajar...

Lahan Rumah Bersubsidi Habis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lahan untuk pembangunan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi di Semarang sudah habis. Daerah-daerah penyokong maupun hunian vertikal diharapkan...

Voli Jateng Putra Juara Pool

SEMARANG - Tim bola voli Jawa Tengah putra membuktikan janji memberikan yang terbaik. Pada pertandingan kedua melawan DIY, Jawa Tengah berhasil unggul dengan skor...

Jalur Sirangkel Dinilai Berisiko

WONOSOBO—Jalur alternatif menuju Dieng via Sirangkel-Sembungan masih menuai pro-kontra. Sebagian warga tidak sepakat jalur tersebut dijadikan sebagai jalur wisata, karena rutenya sangat ekstrem dan...