31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Pejabat Rutan Purworejo Ditangkap

Diduga Bantu Napi Edarkan Narkotika

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang pejabat di Kabupaten Purworejo ditangkap petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dengan BNN Provinsi Jawa Tengah. Penangkapan ini terkait dugaan kasus keterlibatannya dalam kasus narkotika dengan seorang narapidana.

Informasi yang beredar, pejabat tersebut merupakn petinggi di Rumah Tahanan (Rutan) Kabupaten Purworejo. Ia ditangkap pada Senin (15/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Ia diduga terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika bersama narapidana di Lapas Pekalongan Christian Jaya Kusuma alias Sancai.

Menanggapi hal tersebut, menjelaskan penangkapan ini terkait dugaan kasus keterlibatan narkotika dengan salah seorang narapidana yang terakhir kali mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan. “Iya tadi siang (kemarin, red) ditangkap petugas gabungan,” ungkap Kepala BNNP Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/1).

Agus menjelaskan, pejabat yang ditangkap anggotanya bersama petugas BNN Pusat diduga melakukan kerjasama dengan Sancai dalam mengendalikan peredaran narkoba. “Ya, semacam memfasilitasi, alat komunikasi juga bisa. Kalau barang kemungkinan tidak,” bebernya.

Saat ini, pejabat tersebut masih diperiksa lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan, penanganan kasus tersebut akan diambil alih BNNP Pusat.

Sementara, Kakanwil Kemenkumham Jateng Ibnu Khuldun belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan.

Perlu diketahui, Sancai merupakan bandar narkotika jenis sabu yang ditangkap Polda Kalimantan Selatan pada 2014 dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Sancai pertama kali ditahan di Lapas Narkotika Karang Intan Martapura. Kemudian ia dipindah ke Lapas Kedungpane Semarang, Lapas Narkotika Nusakambangan, hingga akhirnya dipindah di Lapas Pekalongan.

Dari hasil penyelidikan BNNP Jateng, Cristian adalah pimpinan jaringan kelompok Banjarmasin yang sudah mengedarkan narkotika di wilayah Jateng sejak awal 2017. Nilai transaksinya mencapai Rp 300 juta per hari.

Kemudian, pada 10 November 2017, Sancai diciduk BNNP Jateng karena masih bisa mengendalikan peredaran sabu dari dalam Lapas Pekalongan melalui kurirnya bernama Dedi Kenia Setiawan, 42, warga Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang. Dedi dibekuk petugas BNNP Jateng di pertigaan Patung Pangeran Diponegoro Undip Tembalang, 8 November 2017 lalu. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 800 gram yang disembunyikannya dalam dua pasang sandal perempuan. (mha/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here