33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Kasi Diskominfo Dituntut Rp 1,2 M

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Merasa diintimidasi dan diminta membayar kekurangan hutang yang dianggap tidak sesuai dengan nilai awal pinjaman, Kurnia Tri Handayani, istri Taufan Yuristian Dalimarta, tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, terus berupaya mencari keadilan. Salah satunya dengan meminta bantuan pengacara dari Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Minggu (14/1).

Saat ini Taufan tercatat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang. Sedangkan kasus yang menjeratnya saat dia masih menjadi Kasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kurnia Tri Handayani mengatakan, kasus tersebut berawal dari pekerjaan sampingan suaminya, berbisnis event organizer (EO), dimana saat ada event Semarang Night Carnival (SNC). Suaminya mendapat tawaran membantu pekerjaan, karena membutuhkan dana diawal dan suaminya tak memiliki modal besar, kemudian meminta pinjaman kepada rekannya yang merupakan pengusaha berinisial SMAN, sekaligus pelapor.

Oleh SMAN, lanjut Kurnia, kemudian diberi pinjaman sekitar Rp 318 juta. Dengan catatan memberikan cover cek sebagai jaminanya. Akhirnya, suaminya meminjam ke rekannya yang lain dan diberikan cover cek sebesar Rp 1,2 miliar .

“Setelah ada cover cek, uang Rp 318 juta bisa cair, tapi ternyata event pengerjaan tidak berhasil didapat, tapi uang sudah terlanjur masuk dalam event. Karena merasa bertanggungjawab, akhirnya uang dikembalikan dulu sebesar Rp 100 juta,” kata Kurnia Tri Handayani dengan isak tangis menceritakan kejadian itu.

Singkat cerita, kata Kurnia, pelapor justru tak terima bahwa hutang suaminya sebesar Rp 318 juta. Pelapor justru menuntut hutangnya sesuai nilai cover cek Rp 1,2 miliar. Atas kasus itu, suaminya dilaporkan ke Polrestabes Semarang dan sudah ditahan hampir 60 hari.

Proses mediasi pun berlangsung alot. Baik mediasi lewat pihak Polrestabes Semarang maupun pihak Dinas tempat tersangka bekerja. “Padahal uang sisanya sudah siap saya serahkan di depan langsung. Tapi pelapor berpegang sesuai nilai cover cek Rp 1,2 miliar,” ungkapnya.

Di tengah perjalanan, lanjut Kurnia, pelapor juga melakukan intimidasi, bahkan kalaupun dibayar suaminya juga tetap ditahan. Pelapor juga mengaku kenal dekat dengan Kabareskrim Mabes Polri. Selain itu, pelapor mengaku dekat dengan Jaksa Agung (JA) sehingga suaminya harus dituntut maksimal.

“Kami sering diintimidasi dan sempat dia (pelapor,red) ngaku saudaranya Kabareskrim dan temanya Jaksa Agung,” katanya.

Salah satu Kuasa hukum Taufan Yuristian Dalimarta, Edy Mulyono mengatakan kliennya dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan. “Kasus tersebut seharusnya merupakan ranah perdata bukan pidana, karena jelas menyangkut hutang piutang dan ada perjanjian. Apalagi pelapor juga sudah menerima pengembalian Rp 100 juta,” kata Edy Mulyono. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harus Pikirkan Dampak Penutupan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penghuni resosialisasi Gambilangu (GBL) Kaliwungu Kendal dan Rowosari Kecamatan Tugu, Semarang, minta pemerintah pertimbangkan ulang penutupan resosialisasi Argorejo atau yang dikenal...

PNS Diimbau Tak Gunakan Gas Melon

TEMANGGUNG—Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) atau terkenal dengan sebutan gas melon, diperuntukan bagi warga miskin. Karena itu, warga berkecukupan seperti Pegawai Negeri...

Salurkan Air Bersih Dengan Armored Water Canon

SEMARANG – Sudah enam bulan wilayah Rowosari, Kecamatan Tembalang, krisis air bersih. Kemarau panjang membuat sumber air di wilayah tersebut mengering. Merasa empati dengan...

Bapemperda Serahkan Raperda Hiburan Karaoke

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Demak secara resmi menyerahkan Raperda Hiburan ke pimpinan DPRD setempat yang kemudian diserahkan ke Pemkab Demak...

1.200 Karyawan Simoplas Tolak Pesangon Rp 15 M

SEMARANG - Nasib 1.200 karyawan PT Simoplas Semarang yang dirumahkan sejak September 2015 silam, hingga saat ini tidak jelas. Hasil mediasi antara pihak manajemen...

Rumah dan Gudang Terancam Longsor

WONOSOBO - Tebing seluas 10 x 15 meter yang berada di atas Sungai Kawung, Dukuh Mendolo, Kelurahan Bumireso longsor. Material longsoran hampir menimpa 1...