33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Kasi Diskominfo Dituntut Rp 1,2 M

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Merasa diintimidasi dan diminta membayar kekurangan hutang yang dianggap tidak sesuai dengan nilai awal pinjaman, Kurnia Tri Handayani, istri Taufan Yuristian Dalimarta, tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan, terus berupaya mencari keadilan. Salah satunya dengan meminta bantuan pengacara dari Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Minggu (14/1).

Saat ini Taufan tercatat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kemitraan Komunikasi dan Teknologi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang. Sedangkan kasus yang menjeratnya saat dia masih menjadi Kasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kurnia Tri Handayani mengatakan, kasus tersebut berawal dari pekerjaan sampingan suaminya, berbisnis event organizer (EO), dimana saat ada event Semarang Night Carnival (SNC). Suaminya mendapat tawaran membantu pekerjaan, karena membutuhkan dana diawal dan suaminya tak memiliki modal besar, kemudian meminta pinjaman kepada rekannya yang merupakan pengusaha berinisial SMAN, sekaligus pelapor.

Oleh SMAN, lanjut Kurnia, kemudian diberi pinjaman sekitar Rp 318 juta. Dengan catatan memberikan cover cek sebagai jaminanya. Akhirnya, suaminya meminjam ke rekannya yang lain dan diberikan cover cek sebesar Rp 1,2 miliar .

“Setelah ada cover cek, uang Rp 318 juta bisa cair, tapi ternyata event pengerjaan tidak berhasil didapat, tapi uang sudah terlanjur masuk dalam event. Karena merasa bertanggungjawab, akhirnya uang dikembalikan dulu sebesar Rp 100 juta,” kata Kurnia Tri Handayani dengan isak tangis menceritakan kejadian itu.

Singkat cerita, kata Kurnia, pelapor justru tak terima bahwa hutang suaminya sebesar Rp 318 juta. Pelapor justru menuntut hutangnya sesuai nilai cover cek Rp 1,2 miliar. Atas kasus itu, suaminya dilaporkan ke Polrestabes Semarang dan sudah ditahan hampir 60 hari.

Proses mediasi pun berlangsung alot. Baik mediasi lewat pihak Polrestabes Semarang maupun pihak Dinas tempat tersangka bekerja. “Padahal uang sisanya sudah siap saya serahkan di depan langsung. Tapi pelapor berpegang sesuai nilai cover cek Rp 1,2 miliar,” ungkapnya.

Di tengah perjalanan, lanjut Kurnia, pelapor juga melakukan intimidasi, bahkan kalaupun dibayar suaminya juga tetap ditahan. Pelapor juga mengaku kenal dekat dengan Kabareskrim Mabes Polri. Selain itu, pelapor mengaku dekat dengan Jaksa Agung (JA) sehingga suaminya harus dituntut maksimal.

“Kami sering diintimidasi dan sempat dia (pelapor,red) ngaku saudaranya Kabareskrim dan temanya Jaksa Agung,” katanya.

Salah satu Kuasa hukum Taufan Yuristian Dalimarta, Edy Mulyono mengatakan kliennya dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan. “Kasus tersebut seharusnya merupakan ranah perdata bukan pidana, karena jelas menyangkut hutang piutang dan ada perjanjian. Apalagi pelapor juga sudah menerima pengembalian Rp 100 juta,” kata Edy Mulyono. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This