33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

HIV/AIDS Anak Punk Mengkhawatirkan

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Penularan virus HIV/AIDS di kalangan anak jalanan (anjal) atau komunitas anak punk sangat menghawatirkan. Pasalnya, pergaulan bebas, seks bebas serta pemakaian narkoba yang menjadi penyebab penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu kerap kali dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua LPAI Kendal, Yohanna di sela pemberian sosialisasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada 30 anjal dan komunitas punk. Kegiatan itu digelar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal di objek wisata (OW) Tirtoarum Baru.

“Sosialiasi ini memberikan pencerahan kepada anak-anak punk agar kembali ke jatidirinya. Yakni agar mereka dapat hidup normal, berkumpul dengan keluarganya dan meninggalkan kehidupan jalanan,” katanya, kemarin.

Di sela kegiatan, ia juga menanamkan kembali semangat belajar anjal dan anak punk. Sehingga mereka bisa memiliki cita-cita dan masa depan. “Ini saja tidak cukup, perlu dibina secara kontinyu sehingga mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk berubah,” tambahnya.

Pembina LPAI Kendal, Nur Hidayah, mengatakan, setelah mengumpulkan anak-anak punk, untuk selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan. Bagi anak punk dari luar Kendal, akan dikembalikan ke daerah asalnya. “Setelah didata, nantinya akan dilakukan pembinaan dan diajak bicara supaya hidupnya terarah dan tidak lagi hidup di jalan,” kata dia.

Nur Hidayat mengungkapkan, LPAI Kendal, akan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami korban kekerasan. “Kami akan mendampingi anak-anak korban kekerasan sampai selesai proses di pengadilan dan gratis,” ungkap dia.

Sementara, Bidan Mulyati, memberikan materi penyakit HIV/AIDS. Ia menyampaikan tentang HIV/AIDS yang penularannya bisa melalui jarum suntik dan seks bebas. Anak-anak punk juga diberitahu tentang kondisi penderita AIDS yang sangat mengerikan. “Jika tidak ingin terkena penyakit HIV/AIDS, maka jangan ganti-ganti pasangan atau melakukan seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk dipakai bersama,” kata dia. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

SSB Putra SSS Semarang Lolos 12 Besar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Sebanyak 25 tim sepakbola kelompok usia 10 tahun mengikuti turnamen sepakbola Piala Wali Kota Salatiga 2018, Jumat (30/03) kemarin. Turnamen sepakbola yang...

Berdisco Ria Bersama Dipha Barus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengunjung antusias berdisko ria saat menikmati moment klimaks Authenticity bersama DJ Dipha Barus, di Verve Bistro & Coffee Bar Semarang, Jumat (11/5) malam...

Hendi Terusik dengan Keberadaan PKL Kumuh

SEMARANG-  Aktifitas jalan sehat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (3/11) pagi, terusik oleh keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjejer di sekitar wilayah...

Ansor Banser Tingkatkan Kesiagaan

WONOSOBO - Sedikitnya 98 orang selama 4 hari (26-29/1) mengikuti pendidikan kader dasar (PKD) dan pendidikan latihan dasar (diklatsar) Ansor Banser. Mereka berasal dari...

Tetaplah Mungkid Jadi Ibu Kota Bernuansa Pedesaan

Di usianya yang ke-34 tahun, Kota Mungkid terus berbenah. Berbagai sarana, prasarana, maupun fasilitas publik untuk aktivitas masyarakat Kabupaten Magelang, intens dibangun. RADARSEMARANG.COM - ANDAI...

Ketika Kawasan Pariwisata Borobudur Semakin Dipercantik

Prioritas pengembangan kawasan wisata Borobudur terus diupayakan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengucurkan anggaran lebih dari 50 miliar untuk tujuh desa di Kecamatan...