33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

HIV/AIDS Anak Punk Mengkhawatirkan

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Penularan virus HIV/AIDS di kalangan anak jalanan (anjal) atau komunitas anak punk sangat menghawatirkan. Pasalnya, pergaulan bebas, seks bebas serta pemakaian narkoba yang menjadi penyebab penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu kerap kali dilakukan.

Demikian dikatakan Ketua LPAI Kendal, Yohanna di sela pemberian sosialisasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada 30 anjal dan komunitas punk. Kegiatan itu digelar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal di objek wisata (OW) Tirtoarum Baru.

“Sosialiasi ini memberikan pencerahan kepada anak-anak punk agar kembali ke jatidirinya. Yakni agar mereka dapat hidup normal, berkumpul dengan keluarganya dan meninggalkan kehidupan jalanan,” katanya, kemarin.

Di sela kegiatan, ia juga menanamkan kembali semangat belajar anjal dan anak punk. Sehingga mereka bisa memiliki cita-cita dan masa depan. “Ini saja tidak cukup, perlu dibina secara kontinyu sehingga mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk berubah,” tambahnya.

Pembina LPAI Kendal, Nur Hidayah, mengatakan, setelah mengumpulkan anak-anak punk, untuk selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan. Bagi anak punk dari luar Kendal, akan dikembalikan ke daerah asalnya. “Setelah didata, nantinya akan dilakukan pembinaan dan diajak bicara supaya hidupnya terarah dan tidak lagi hidup di jalan,” kata dia.

Nur Hidayat mengungkapkan, LPAI Kendal, akan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang mengalami korban kekerasan. “Kami akan mendampingi anak-anak korban kekerasan sampai selesai proses di pengadilan dan gratis,” ungkap dia.

Sementara, Bidan Mulyati, memberikan materi penyakit HIV/AIDS. Ia menyampaikan tentang HIV/AIDS yang penularannya bisa melalui jarum suntik dan seks bebas. Anak-anak punk juga diberitahu tentang kondisi penderita AIDS yang sangat mengerikan. “Jika tidak ingin terkena penyakit HIV/AIDS, maka jangan ganti-ganti pasangan atau melakukan seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk dipakai bersama,” kata dia. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BNI Targetkan 200 Ribu Kartu Semarang Hebat

SEMARANG- Jajaran manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui BNI Karangayu dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (HPN), memberikan layanan istimewa kepada pelanggan....

Apresiasi untuk Sosok-Sosok Hebat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Permainan lighting yang menawan, disertai atraksi pertunjukan drum light menandai Malam Puncak Anugerah JAwa Pos Radar Semarang, Jumat (11/5) malam, di Ballroom Hotel...

39 Hakim Terjerat OTT KPK

SEMARANG - Sejak Maret 2012 hingga sekarang total ada 28 orang di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan peradilan yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT)...

Sempat Dicibir, Aktivitas Peduli Sesama Jalan Terus

Menebar virus kebaikan menjadi visi yang selalu didengungkan oleh setiap anggota Komunitas Omah Harapan Demak (KOHD). Dengan semangat itu pula, komunitas yang berbasis medsos...

Peradi Bantu Warga Miskin di Demak

DEMAK- Para advokat Semarang yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  versi Jenifer Girsang pimpinan Theodorus Yosep Parera, kemarin, memberikan bantuan kepada dua warga...

BRI Syariah KCP Demak Beri Reward

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Demak memberikan penghargaan (reward) kepada 5 jamaah calon haji (calhaj) asal Demak. Yaitu, dengan...