33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Kurikulum 13 Hebohkan Sekolah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BRAAAAK, tiga rim kertas ditaruh di meja dengan kasar, di sebelahnya ada printer yang usianya sudah tua. Glodaaaaak, glodaaaaak, bunyi printer yang tak mampu mengeluh. Beberapa hari dipaksa ngeprint berlembar-lembar seakan berat sekali bereaksi di usianya yang sudah lanjut. Bagi guru badan lelah tak dirasa, kertas dan tinta boros, printer dan laptop jadi error, aplikasi nila ribet. Itu sih cerita kemarin, saat pengisian rapor. Sekarang sih tinggal melaksanakan program selanjutnya berkaitan Kurikulum 13 (K-13) yang salah satunya ada literasi.

Literasi? “Heleeh heleh, saya buta huruf tanpa bisa membaca dan menulis, juga bisa sukses. Tiap hari baca buku dan menulis terus, itu sih pekerjaan pemalas yang mubadzir! Apa dengan banyak membaca kita bisa kaya?” itulah cibiran minir dari sebagian masyarakat yang kurang responsif adanya literasi. Kata yang pedas dapat mengikis semangat literasi dan membunuh motivasi.

Yah, itulah salah satu kehebohan K-13, dan membuat guru menjadi semakin sibuk. Di Sekolah Dasar (SD), gerakan literasi berkolaborasi dengan penanaman karakter secara otomatis. Pelaksanaan literasi selama 15 menit sebelum pelajaran terlaksana dengan berbagai metode. Yang tujuannya agar peserta didik tidak bosan. Namun ada sebagian orang tua murid yang kurang merespon positif dengan adanya literasi tersebut. Berbagai komentar minir selalu ada. Seperti pagi itu yang sempat terdengar dari perbincangan orang tua yang mengantarkan putra-putrinya.

Itulah sekelumit gambaran pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD yang ramai menjadi perbincangan di kalangan pemerhati pendidikan. Apalagi kalau mengingat kejadian saat pembuatan rapor untuk peserta didik. Uh, para guru butuh perjuangan ekstra, berkutat dengan laptop. Bahkan harus menahan kantuk, tetap lembur mengisi aplikasi nilai untuk rapor. Ada sebagian guru di SD yang usianya sudah hampir pensiun dan kurang terampil mengoperasikan IT, menjadi beban berat dalam menyelesaikan rapor. Minta tolong teman juga sibuk sendiri-sendiri. Sedih dan galau, bagaimana harus dapat membagi rapor pada saat yang sudah ditentukan dengan sempurna. Akhirnya, kondisi tubuh menurun drastis. Diare terus menerus, keringat dingin keluar, badan lemah gemetar, gairah makan tidak ada sama sekali. Kalau sudah seperti itu, bagaimana solusinya? Itulah satu sisi K-13 yang menjadikan heboh bagi yang kemampuannya kurang.

Untuk yang berkemampuan lebih, justru sebagai ajang bisnis. Heboh kan? Untuk mendapatkan aplikasi penilaian pemerintah secara resmi tidak menyiapkan secara khusus agar menjadi keseragaman dan kemudahan dalam pengisian rapor sehingga para guru mencari solusi sendiri-sendiri. Ada yang men-download, ada yang meminta teman tapi dengan imbalan mengganti CD, ada yang pesan pada yang pandai IT untuk membuatkan aplikasi nilai, dan ada juga yang secara manual diketik berhari-hari. Yaah, itulah hebohnya saat pengisian rapor khususnya di SD. Walaupun tidak seluruhnya SD seperti itu, namun sebagian permasalahan itu hendaknya dapat diminimalkan kelemahan dan kekurangan K-13 agar menjadi kesempurnaan yang lebih baik.

Marilah kita hadapi K-13 dengan sikap cintai pekerjaan, bahwa guru adalah anugerah dan kodrat yang harus disyukuri, selalu semangat dalam melakukan segala aktivitas dan menghasilkan inovasi yang hebat serta bermanfaat yang dilandasi sikap professional. Kurikulum sebaik apapun, sebenarnya hanya pola dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas pendidikan. Semua itu tergantung dari guru sebagai pelaksana dan berpikir positif dengan niat ibadah. Kurikulum apapun, kita laksanakan dengan ikhlas dan niat beribadah karena Allah. Dengan keikhlasan itu, semoga dapat mengalir hasil yang baik, meningkatkan kualitas pendidikan, memberi motivasi, penguatan, ketenangan, dan kenyamanan dalam menjalani proses kehidupan, sehingga hasil yang diperoleh penuh keberkahan. (*/as/ida)

*) Guru SDN Kebonagung 3 Demak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polres Bantu 8 Ribu Liter Air Bersih

KENDAL—Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, selama tiga bulan terakhir ini mengalami kesulitan air bersih. Hal itu lantaran terjadinya kemarau panjang tahun ini. Untuk memenuhi...

Jalur Mranggen-Karangawen Kembali Normal

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Perlintasan rel Kereta Api (KA) di wilayah Brumbung, Kecamatan Mranggen berangsur normal kembali. Ini setelah pelaksanaan pekerjaan pergantian rel KA selesai...

Desain Interior Praktis dan Efisien

RADARSEMARANG.COM - Modifikasi bukan sekedar untuk membuat penampilan mobil berbeda dan lebih kece. Namun mobil ternyata juga bisa digunakan untuk kegiatan niaga atau jual...

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme...

Diguyur Hujan Tetap Semarak

SEMARANG- Titik Nol Kilometer di depan Kantor Pos Johar tadi malam menjadi salah satu pilihan warga Semarang untuk merayakan tahun baru. Di titik ini...

Taman Alun-Alun Telan Duit Rp 12 M

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Wajah Alun-ALun Kota Temanggung berubah total. Alun-Alun yang dulu sama sekali tidak memikat, kini berubah dengan hadirnya taman. Selain dilengkapi wifi, juga...