33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Desain Nyeni, Atas Dorongan Presiden Soekarno

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – SEDANGKAN seorang peneliti Rumah Jengki, Adeline Gunawan mengungkapkan, munculnya Rumah Jengki tak lepas dari dorongan Presiden Soekarno. Memasuki era kemerdekaan, presiden pertama Indonesia ini mendorong para arsitek untuk mengembangkan hunian modern dengan desain yang terlepas dari ciri khas Belanda, namun juga tidak kedaerahan. Lantas munculah Rumah Jengki.

“Meski mulai populer pada tahun 1959, bibit desain Rumah Jengki sebelumnya juga sempat ditampilkan oleh arsitek asal Semarang, Oei Tjong An yang merupakan keponakan Oei Tiong Ham. Ia mulai mengenalkan istilah Jengki ketika membuat stan produk sandal cap Matjan di Pasar Malam Amal Semarang tahun 1949,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

Gaya arsitektur Rumah Jengki ini bisa dikatakan memiliki detail artistik yang cukup berbeda bila dibandingkan dengan bangunan era sebelumnya. Mulai dari atap pelana yang belakangan juga divariasi patahan, jendela dengan bentuk yang tak melulu persegi, dan beberapa variasi lainnya, berbeda dari bangunan di era kolonial yang serba teratur.

“Desainnya semacam bentuk pemberontakan dari era kolonial yang serba teratur. Bentuk bangunan yang miring, jendela yang bulat, trapesium dan bentuk-bentuk yang tidak umum pada bangunan di era kolonial, namun tetap disesuaikan dengan iklim tropis,” ujarnya.

Sedangkan untuk nama Rumah Jengki sendiri, Adel mengaku belum menemukan data pasti terkait penggunaan nama tersebut. Hanya saja, kemunculannya di era 50-an hingga 70-an awal, bertepatan dengan merebaknya budaya Amerika ke Indonesia.

“Zaman segitu sedang tren film koboi. Bisa jadi berkaitan. Bentuk atap pelana bila diperhatikan menyerupai kuda-kuda koboi saat akan duel. Nama Jengki sendiri juga bisa jadi dari Yankee, dan saat itu juga cukup populer sepeda jengki, celana jengki, untuk rumah juga bisa jadi dikaitkan, sehingga dinamai rumah jengki,” ujarnya. (dna/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Operasi Narkoba, BNNP Sasar Hiburan Malam

PEKALONGAN - Meminimalisasi ruang gerak peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menggelar Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (PG4N). Tempat hiburan malam, yang...

Perlintasan KAI Perlu Perbaikan

KENDAL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal mengecek kondisi rel kereta api untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2017. Pengecekan dilakukan bersama Polres Kendal dan Dinas Pekerjaan Umum...

Remus Siap Menangkan Musthofa

SEMARANG- Puluhan warga dari sejumlah elemen masyarakat kemarin mendeklarasikan Relawan Musthofa Sejati (Remus) Jateng. Remus mendukung pencalonan H Musthofa sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023....

Naik Pangkat Sebuah Kehormatan

MAGELANG—Sebanyak 30 prajurit dan PNS Kodim 0705//Magelang naik pangkat. Mereka terdiri atas Bintara sbanyak 21 orang, Tamtama 4 orang dan PNS 5 orang. Upacara...

Diikuti 185 Atlet Bulutangkis Purworejo

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Penyelenggaraan Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup Purworejo 2017 yang bergulir mulai Selasa (26/12), diikuti 185 atlet lokal Kabupaten Purworejo. Kejuaraan...

Nana Begitu Dibela Anak Autisnya

Oleh: Dahlan Iskan Banyak yang punya anak autis. Tapi tidak seperti Nana. Yang habis-habisan. Mencarikan jalan keluar. Agar autis anaknya hilang selamanya. Nana tinggalkan pekerjaannya. Dia...