33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Awal Tahun, Perkuat Literasi Menulis Guru

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Damayanti Putri salah satu peserta pelatihan penulisan artikel populer di media massa yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang yang bekerjasama dengan Kelas Literasi Guru Jawa Tengah dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), tampak serius. Terutama, ketika Redaktur Pelaksana (Redpel) Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla menyampaikan materi pelatihan.

Sejurus kemudian, Damayanti pun mencoba menuangkan opini atau gagasannya pada secarik kertas, yang kemudian dikembangkan menjadi karya tulis berupa artikel populer. Ia coba mengangkat pengalaman selama ia mengajar di SMA N 9 Purworejo, berupa kunci sukses untuk meningkatkan minat belajar siswa.

“Awalnya sih agak susah, mungkin karena belum terbiasa. Dari tips para pemateri, saya mencoba menuangkan apa yang ada di kepala ke dalam sebuah tulisan,” katanya saat pelatihan di ruang seminar Universitas PGRI Semarang, Sabtu (13/1) kemarin.

Arif Riyanto, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Semarang, menjelaskan jika penulisan artikel populer di media massa sebenarnya bukan hal yang sulit jika ada kemauan untuk belajar dan mencoba. Para guru bisa menulis pengalaman yang dialami serta pemecahan masalahnya di dunia pendidikan. Para guru juga bisa menulis dari hasil penelitian langsung. “Saya melihat, banyak guru yang sudah inovatif dalam membuat artikel. Buktinya banyak tema menarik yang diulas dari pengalaman sehari-hari. Namun dari segi tulisan, memang masih perlu dipoles lagi agar lebih baik,” jelasnya.

Materi pelatihan yang diberikan sendiri dibagi menjadi dua yaitu prosedur pengiriman tulisan ke media massa dan teori tentang penulisan artikel itu sendiri. Termasuk jenis-jenis tulisan dan karakteristiknya. Kedua materi tersebut disampaikan oleh Ida Nor Layla dan Arif Riyanto. Di tengah-tengah penyampaian materi, keduanya terus memberikan semangat dan dorongan kepada para guru untuk terus produktif dalam menulis. “Selain sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat, penulisan artikel populer juga bermanfaat bagi orang lain. Karena tulisan bisa menjadi warisan bagi anak cucu kelak,” tuturnya.

Pada pelatihan tahap III ini, menggandeng Universitas PGRI Semarang. Total ada sekitar 105 guru yang tergabung dalam Kelas Literasi Guru Jawa Tengah. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, di antaranya dari Banyumas, Cilacap, Brebes, Banyumas, Batang, Pati, Purwokerto, maupun dari dalam Kota Semarang. “Gerakan literasi ini merupakan bagian dari tantangan pemerintah atas dana sertifikasi guru untuk mengembangkan profesinya secara maksimal,” kata Pembina Kelas Literasi Guru Jawa Tengah, Tukijo.

Menurut Tukijo, gerakan literasi menulis adalah stimulus untuk merangsang para guru agar berani menuangkan ide, gagasan, opini hingga melakukan penelitian. Tujuannya ke depan, bisa memberikan manfaat kepada khalayak luas terutama dunia pendidikan. “Biasanya para guru terkendala oleh terbatasnya waktu untuk menulis,” jelasnya.

Menurut Tukijo, tanggung jawab seorang guru yang memiliki banyak tugas, harus bisa menyelaraskan antara tugas sekolah dan menulis artikel atau karya ilmiah lainnya. Ia pun berharap pelatihan menulis bagi para guru ini, bisa meningkatkan kemampuan menulis. “Awal tahun ini menjadi pembuktian gerakan literasi meningkat dengan banyaknya animo para guru. Ini berarti, guru semakin terdorong untuk melakukan inovasi di dunia pendidikan,” tuturnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Taksi Online akan Mogok

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Puluhan pengemudi taksi online yang tergabung dalam Salatiga Bersatu (SB), Kamis (23/8) siang mendatangi kantor cabang PT Gojek Indonesia (GI) di...

Kayu Rp 2,5 M Terbakar, Dua Warga Terluka

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Pabrik kayu lapis, PT Duta Albasia, di Desa Tanjung Kulon, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, terbakar pada Selasa malam (2/1) kemarin. Akibat...

Dorong Guru SD Kembangkan Metode Pembelajaran

MAGELANG-- Sebagai upaya mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian, dosen UM Magelang melakukan kegiatan Program Kemitraan Universitas (PKU). Sasarannya kali ini adalah guru...

Blanko SIM Masih Kosong

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 7.350 pemohon SIM baik SIM A dan SIM C di Kota Magelang harus gigit jari. Hingga kini permohonan untuk mendapatkan...

Mulai Buat Paspor Haji Tambahan Raja Salman

WONOSOBO–Semua paspor calon jamaah haji dari wilayah eks karisidenan Kedu dan Banjarnegara, sudah selesai dibuat oleh Kantor Imigrasi Wonosobo. Ada 3000 calon haji lebih...