Menanamkan Percaya Diri dengan Strategi CS

  • Bagikan
Oleh: Wiwik Angraini SPd
Oleh: Wiwik Angraini SPd

RADARSEMARANG.COM – FENOMENA yang terjadi saat ini, Peserta didik menganggap aktivitas yang mengasyikkan ketika mereka menjelajah dunia maya dan media sosial. Gempuran teknologi dan informasi khususnya internet cukup membuat kalangan pelajar menjadi generasi yang menunduk. Mereka cenderung menjadi pribadi yang antisosial. Menurut data statistik pengguna internet dikalangan pelajar setiap tahun semakin meningkat. Hal ini sangat meresahkan dan cukup berdampak pada perilaku peserta didik dikelas. Mereka cenderung pasif dan kurang responsif dalam pembelajaran. Mereka menjadi pribadi yang kurang bersosialisasi dan  percaya diri.

Oleh karena itu guru sebagai fasilitator membutuhkan inovasi pembelajaran agar peserta didik menjadi bersemangat, termotivasi untuk belajar dan antusias ketika menerima pelajaran. Jika mereka senang saat memasuki kelas maka mereka akan mudah menerima pelajaran yang disampaikan guru. Inovasi pembelajaran yang dibutuhkan saat ini adalah yang dapat mengubah perilaku peserta didik yang antisosial menjadi pribadi yang bersosialisasi dan percaya diri. Inovasi pembelajaran yang diberikan diharapkan dapat membuat peserta didik merasa nyaman dan bahagia saat mengikuti pembelajaran, dapat mendukung kemampuan mereka dalam bermasyarakat, dan mampu menjadikan pengetahuan yang didapatkan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Pembelajaran IPA Terpadu yang terdiri dari ilmu Fisika, Biologi dan Kimia membutuhkan berbagai strategi pembelajaran yang menyenangkan untuk dapat memahamkan konsep IPA yang kompleks. Salah satu strategi yang dikembangkan yaitu strategi CS (Cooperatif Script). Strategi ini sangat sederhana dan mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta didik karena siswa akan berbicara dengan lawan bicara secara langsung dan akan mendapatkan respon langsung dari lawannya dalam membahas suatu tema atau materi. Dalam strategi ini terjadi interaksi dan komunikasi antara pembicara dan pendengar. Keduanya bekerja sama untuk dapat menyimpulkan materi yang telah diberikan dengan guru sehingga konsep–konsep materi dapat mereka terima dengan baik.

Langkah–langkah dalam melaksanakan strategi CS yang pertama adalah, peserta didik dibagi menjadi berpasangan setiap pasangan ditentukan sebagai pembicara dan pendengar.  Kedua, setiap pasangan membaca suatu materi yang telah diberikan dan membuat kesimpulan terhadap materi tersebut. Ketiga, pembicara membacakan kesimpulan selengkap mungkin dan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya sedangkan yang berperan sebagai pendengar menyimak dan mengoreksi apa yang disampaikan pembicara. Keempat, setiap pasangan bertukar peran. Dan yang terakhir, untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mereka juga bisa bertukar pasangan dengan pasangan lain, dan langkah terakhir guru merumuskan kesimpulan materi dan memberikan penguatan terhadap materi tersebut.

Strategi CS yang sangat sederhana ini cukup bermanfaat. Manfaat strategi ini antara lain untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik terutama kemampuan dalam berkomunikasi di depan umum dan melatih untuk mengutarakan pendapat. Pembagian peran dalam strategi ini melatih siswa bersosialisasi dan bekerja sama. Strategi ini juga dapat meningkatkan kemampuan literasi peserta didik karena mereka harus membaca dan memahami suatu materi sehingga mereka mendapatkan konsep dari materi itu sendiri.

Banyak hal yang dapat guru lakukan untuk mengubah perilaku pelajar dari gempuran teknologi informasi internet. Guru diharapkan terus melakukan Inovasi dalam pembelajaran dan mengembangkan strategi pembelajaran yang telah ada ataupun membuat strategi baru. Komitmen guru yang kuat dan konsisten dapat mewujudkan generasi pelajar yang antusias,  responsif dan kompetitif. (as/bas)

Guru IPA SMP Negeri 1 Sayung Kaupaten Demak

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *