33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Cashless Generation

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM WELCOME to the digital era! Kini segala aspek kehidupan memanfaatkan perkembangan teknologi. Nggak terkecuali jual beli. Keberadaan uang fisik yang sejak dulu memegang peran penting sebagai alat pembayaran perlahan tergeser dengan sistem e-payment. Segala transaksi pembayaran lebih mudah dilakukan tanpa perlu bingung lagi menyediakan uang fisik. Finally, masyarakat sekarang pun dikenal sebagai generasi cashless. (may/c22/dhs)

From Cash to Cashless

Gaya hidup konsumtif yang serba technology-oriented menjadi salah satu penyebab sistem tersebut dikenal masyarakat Indonesia. Selain itu, negara kita mulai sadar untuk berkiblat pada negara-negara maju dalam menerapkan cashless pada berbagai transaksi. Misalnya, Singapura yang memiliki smartcard Ez-Link untuk membayar transportasi umum seperti mass rapid transit (MRT), monorail, hingga bus.

Tren e-payment juga terjadi karena dorongan fraud atau tindak kejahatan dalam transaksi tunai. ’’Kemunculan cashless akan mendorong efisiensi ekonomi. Jadi, tak perlu lagi ada effort untuk menghitung uang hingga meragukan kepalsuan uang. Dari segi keamanan juga terjamin karena saldo hanya berpindah dari satu akun ke akun lain,’’ ujar Rossanto Dwi Handoyo PhD, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

E-Payment Nowadays!

Bukan hanya pelaku ekonomi seperti bank yang menawarkan kemudahan tersebut. Para penggelut digital start-up juga memanfaatkan hal itu. Misalnya, penyedia jasa transportasi online Go-Jek dengan sistem Go-Pay miliknya. Lalu, ada Tokopedia denga TokoCash mereka. Media sosial juga nggak mau kalah. Yang terbaru, di Amerika, Facebook memberikan kemudahan transfer antarbank lewat Facebook Messenger.

Nah, di Indonesia pemerintah turut mendukung sistem tersebut melalui kebijakan smartcard seperti kartu Indonesia sejahtera (KIS) dan Program Keluarga Harapan. ’’Itu menjadi solusi pada permasalahan terdahulu saat bantuan langsung tunai (BLT) tidak bisa tersebar secara maksimal ketika diberikan secara cash. Dengan begitu, mau tidak mau masyarakat sekarang harus lebih melek teknologi,’’ ujar Rossanto.

Akankah Merubah Sistem?

Lalu, bagaimana di masa depan? Apakah mempengaruhi sistem perbankan dan peredaran uang? ’’Dengan mayoritas masyarakat berada di kalangan menengah ke atas, intelektual yang tinggi, dan pendapatan yang makin meningkat, aktivitas e-payment tentu meningkat pesat. Dengan demikian, salah satu jenis pekerjaan yang akan berkurang adalah perbankan,’’ jelas Rossanto.

Meskipun dari segi pekerjaannya berkurang, menurut Rossanto, dunia perbankan tetap menguasai lini perekonomian. ’’Peredaran uang tetap sama, tetapi transaksi offline akan berkurang. Digital start-up berpotensi menguasi perekonomian, tapi sangat minor. Sebab, bentuk e-payment milik perbankan lebih universal dan bisa digunakan di banyak merchant. Kecuali pelaku digital start-up juga terus melakukan pengembangan,’’ ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wow, Tarif PNBP Naik 150 Persen

SEMARANG-Tahun baru, siap-siap warga terbebani kenaikan pajak kendaraan motor. Sebab, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 yang akan berlaku pada 6 Januari 2017...

Butuh Ketelitian dan Detail

RADARSEMARANG.COM - Bagi seorang Jiyan Chandra Kurnianto, sales executive Hotel Horison Pekalongan, bekerja di bidang perhotelan ternyata tidak mudah. Dibutuhkan ketelitian dan detail untuk...

Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga Palebon

SEMARANG- Warga Jalan Panda Timur IA No 16, Kelurahan Palebon, Pedurungan digegerkan adanya temuan bayi di dalam tas yang tergeletak di depan rumah warga....

40 Guru Dilatih Menulis Artikel Populer

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN-Sebanyak 40 guru SMA negeri di Kabupaten Semarang mengikuti In House Training (IHT) Program Sekolah Rujukan 2018 yang digelar di SMA Negeri 1...

Pernah Dihukum Kupas Bawang Sekarung

BERKARIR dari nol, membuat Asep Rochyadin, Head Chef Sahid Mandarin Hotel Pekalongan cukup menghargai profesinya. Apalagi selama berkarir banyak suka dukanya, terutama saat awal menjalani...

UM Magelang Targetkan Rp 15 M Hibah Dikti

MUNGKID -- Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melakukan kegiatan peningkatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal dana hibah penelitian...