33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Bawa Pendidikan yang Baik untuk Peradaban yang Lebih Baik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Guru merupakan penentu dari berhasil tidaknya sebuah pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut mampu tampil secara sempurna dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk siswanya.

GURU yang baik diharuskan mampu mengembangkan serta meningkatkan ilmu yang diperolehnya lantas menularkan dalam pola pendidikan yang terencana. Hal itulah yang mendasari Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang Mustaqim S.PdI., M.Pd yang tanpa lelah mendorong para guru agar mau kreatif dalam memberikan pendidikan yang baik.

“Dengan pendidikan yang baik akan menciptakan peradaban yang baik. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang melayani semua. Namun demikian, kita harus memaksimalkan fitrah, potensi, bakatnya yang semua itu merupakan anugrah dari Allah SWT,” kata Mustaqim.

Pria kelahiran 28 Juli 1979 ini memaparkan, profesi guru adalah panggilan hati yang memiliki makna bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Guru adalah profesi yang mulia karena dalam kehidupannya memberi manfaat kepada orang lain. Untuk itulah, tugas guru sangat mulia karena salah satu unsur penting dalam membawa pendidikan sebagai pencipta peradaban yang lebih baik,” kata suami dari Chusnani Mumtahin ini.

Alumni Magister Pendidikan UNY tersebut pun mengaku, selama menjabat sebagai Kepala SD Mutual, ia tak segan memberi ruang untuk para guru bertindak kreatif. Tak jarang ia sering meminta masukan kepada semua pihak, baik guru, komite, wali murid, pengurus daerah Muhammadiyah maupun masyarakat untuk kemajuan pendidikan sekolah tempatnya mengabdi.

“Karena SD Mutual adalah sekolah unggulan di mana ditanamkan nilai-nilai wawasan keislamian yang modern. Berbagai prestasi telah diraih oleh SD Mutual sehingga tugas menjaga prestasi di sini cukup berat. Untuk itulah kami gandeng berbagai pihak untuk sama-sama menjaga prestasi tersebut,” imbuh ayah dari Tafakkarina Muna Zahiya, Zuyyina Muna Khadija, dan Ibrahim Muna Ahmad.

Meski telah menjabat sebagai kepala SD Mutual, Mustaqim mengaku tetap terus belajar dan meningkatkan kualitas wawasan keilmuannya. Menurutnya, tidak ada kata terlambat dalam usaha apapun asal selalu diridhoi oleh Allah.

Ia juga telah menerbitkan buku berjudul Understanding China yang merupakan hasil dalam mengikuti program International Education Recharging beberapa waktu lalu. Saat di Tiongkok, ia memahami banyak hal tentang negeri Tiongkok yang hingga saat ini terasa sekali kekuatan hegemoninya di berbagai bidang, termasuk pendidikan.

“Buku ini berisi inspirasi bagaimana membangun sekolah yang baik, mengelola sekolah yang kecil hingga sekolah besar dengan sumberdaya yang ada. Buku ini dikemas dengan apik, bahasa yang mudah dipahami semua kalangan. Cocok bagi para guru, praktisi pendidikan hingga para orang tua pun sangat pas dengan panduan buku ini,” jelas Mustaqim. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tol Semarang-Demak Pindah Lokasi

SEMARANG - Jalur tol Semarang-Demak akan mengalami pergeseran lokasi dari rencana awal. Yaitu bergeser ke sebelah utara atau mendekat ke laut. Sebab, jalan tol...

Aston Inn Gencarkan Branding Jelang Soft Opening

SEMARANG - Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang yang akan segera melaksanakan Soft Opening di bulan Desember sudah mulai melakukan beberapa acara menjelang peresmian. Diantaranya...

Senang dapat Kacamata Gratis

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Magelang mendapat bantuan kacamata gratis dari Rumah Sakit ‘Aisyiyah Muntilan (RSAM) bekerjasama dengan Persatuan...

Saiful Mujib Ma’ruf, Pelukis yang Terapkan Teknologi pada Karyanya

Sejak 2012, Saiful Mujib Ma’ruf ingin memberikan sentuhan berbeda dalam lukisan-lukisannya. Caranya menggunakan teknologi seperti RFID passive & active, NFC, snapcode, barcode, dan QR...

Polres Bedah Rumah Veteran RI, Mbah Suryono

Kondisi rumah Suryono, 80, warga Jaraksari Wonosobo, jauh dari kata layak. Mantan pejuang kemerdekaan RI itu, hidup di sebuah rumah berukuran 5 x 4...

52 Desa Berebut Pamsimas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 52 desa di 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Demak disurvei untuk mendapatkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat...