33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Warga Keluhkan Sampah Medis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga di lingkungan Lodoyong dan Kupang Rejo Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa mengeluhkan pembuangan sampah medis yang sembarangan. Pasalnya, pembuangan dilakukan didekat lingkungan SD Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa.

Warga Lingkungan Kupang Rejo, Budi susilo, 56, mengatakan pembuangan di lokasi dekat dengan sekolah sangat berbahaya. “Sampah itu sudah diketahui oleh anak-anak sekolah, bahkan beebrapa dari anak-anak tersebut mengambilnya untuk mainan,” ujar Budi dilokasi pembuangan, Kamis (11/1).

Sampah medis yang terdiri dari puluhan suntik bekas, ratusan jarum suntik bekas, kasa bekas, tabung penyimpan darah bekas, masker bekas itu ditemukan siswa SD Lodoyong 03 persis di samping sekolah.

Bahkan, kasa bekas dan tabung bekas masih ada bercak darah. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan bagi kesehatan anak-anak. “Kita khawatir kalau (sampah medis) itu kan banyak bakterinya, bahaya bagi anak-anak kalau diambil untuk mainan,” ujarnya.

Penjaga SDN Lodoyong 03 Ambarawa, Dian Andrianto, 37 yang juga penemu keberadaan sampah medis mengatakan dirinya mengetahui hal itu saat anak-anak pulang sekolah, Rabu (10/1) ada yang mengambil suntikan. “Saya lihat anak-anak berhenti di dekat jembatan, terus saya lihat ada sampah medis,” kata Dian.

Sampah medis tersebut dibuang sembangan di pinggir sungai kecil di Lodoyong. Mengetahui hal itu, ia langsung memotret sampah tersebut dan diunggah ke media sosial facebook. “Sudah ada sekitar 400 orang yang memberikan komentar. Ada yang menyarankan untuk membakar, ada juga yang minta untuk diusut dan lain-lainnya,” ujar Dian.

Kanit Binmas Posek Ambarawa Ipda Pri Handayani menjelaskan pihaknya sengaja meminta penjaga sekolah tersebut untuk membakar sampah medis yang berserakan. Hal itu dikarenakan kandungan bahaya dari sampah medis itu sendiri.“Kita ada laporan termasuk yang di facebook. Kita sudah amankan barang bukti. Barang bukti sebagian kita bakar dan sebagian kita simpan,” ujar Pri.

Kondisi sampah medis tersebut saat dibuang dibungkus plastik. Lokasinya juga berada di dekat lingkungan sekolah dan itu rawan untuk digunakan mainan siswa. “Tindakan awal kita maka akan kita selidiki,” ujarnya.

Bahkan pihaknya sudah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi rumah sakit setempat yaitu RSUD Ambarawa.“Ketika kita ke RSUD Ambarawa menurut mereka penanganan alat medis bekas itu ada SOP nya dan mereka tidak melakukan pembuangan itu,” ujarnya. Penyelidikan akan dilakukan pihaknya dilingkungan sekitar pembuangan karena hal itu sudah meresahkan warga. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Baca Al Quran Sebelum Beraktivitas

Kesibukan menjadi Rektor diakui cukup menguras waktu. Ia mengaku lebih sering menghabiskan waktu dengan karyawan daripada keluarga besarnya. Namun, itu tak lantas menjadi alasan...

Kemen PU Diterjunkan Untuk Percepatan Pasca Bencana Banjir Bandang

MUNGKID-- Percepatan penanganan pascabencana banjir bandang di Desa Citrosono dan Sambusari Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang mulai dipersiapkan. Seluruh kekuatan di kementrian PU diternjunkan untuk...

Smart City Dukung Investasi dan Wisata

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemkab Batang menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tahap I Gerakan Menuju 100 Smart City di aula kantor bupati, Senin (16/7). Selain melibatkan...

Pengerjaan Jalan Sentot Alibasyah Dikebut

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang terus mengebut pengerjaan perbaikan jalan Alibasah Sentot yang menghubungkan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan...

Terminal Bus Karangawen Rusak Parah

DEMAK-Keberadaan Terminal Bus Pasar Karangawen tak ubahnya bangunan tua tak berpenghuni. Kondisinya kumuh tanpa perawatan, menjadikan terminal ini ditinggalkan angkutan-angkutan umum. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat...

Pendamping PKH Harus Bersikap Netral

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Kementerian Sosial RI berjanji akan menindak tegas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti terlibat politik praktis dalam pemilihan kepala daerah maupun menjadi...