33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Main Petak Umpet, Jatuh dari Lantai 5 Rusunawa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Diduga saking asyiknya bermain petak umpet, seorang anak terjatuh dari lantai lima rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal. Korban diketahui bernama Wahyu Firmansyah, 13, saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi, Semarang. Wahyu merupakan penghuni Rusunawa Blok B lantai dua. Ia diketahui jatuh saat asyik bermain petak umpet bersama tiga kawannya.

Kejadian bermula saat korban usai sekolah diajak bermain oleh tiga temannya di kompleks rusunawa tersebut. Yakni, Daus, Sinta dan Gendhis. Keempatnya bermain petak umpet di lantai lima yang kebetulan suasananya tidak terlalu ramai.

Saat itu, Wahyu memiliki kesempatan untuk bersembunyi. Agar tidak diketahui temannya, Wahyu bersembunyi di balik pagar besi pengaman lantai dengan cara melompat. Ia kemudian bersembunyi di antara pagar dan dinding pembatas. Diduga korban mundur agar tidak diketahui tempat persembunyiannya oleh temannya.

“Korban mundur-mundur, tidak terasa ternyata dinding panjatan pembatas pagar habis. Praktis korban jatuh dari lantai lima itu langsung terjun ke bawah,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rusunawa Kebondalem, Ria Listianasari, kemarin (11/1).

Beruntung saat korban jatuh masih sempat berpegangan pipa saluran air dan merosot ke bawah. Namun mungkin lantaran tidak kuat tangannya untuk berpegangan pipa, begitu sampai lantai tiga ia menjatuhkan diri. “Jatuh dengan posisi kepala dan punggung terlebih dahulu,” tandasnya.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh dan merintih kesakitan. Ia merasakan seluruh badannya sakit dan tidak bisa digerakkan. “Korban masih sadar, tapi tidak bisa teriak ataupun bergerak,“ jelasnya.

Dia mengatakan, saat diperiksa pengelola, korban dalam keadaan sadar dan merasakan sakit pada bagian leher dan kepala. Wahyu yang tinggal bersama ibunya di lantai dua, langsung dibawa ke rumah sakit. “Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal,” katanya.

Ia mengaku, sebagai pihak pengelola rusunawa sebenarnya sudah mengingatkan anak-anak agar berhati-hati ataupun melompati pagar pembatas. Bahkan disarankan agar bermain di lantai dasar luar rusunawa. “Tapi namanya anak-anak kalau tidak ada petugas pengawas mereka tetap bermain di area rusunawa,” paparnya.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, M Wibowo, mengatakan dari hasil pemeriksaan tim medis, disebutkan jika kondisi Wahyu mengalami patah dan pergeseran tulang  di dua tempat. Yakni tulang leher dan tulang punggung. “Pasien atas nama Wahyu selanjutnya kami rujuk ke RSUP dr Kariadi untuk dapat dilakukan operasi oleh dokter spesialis ortopedi,” katanya. (bud/aro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Maju Pilkada Harus Siap Tekor

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Temanggung menggelar apel sinergitas tanpa batas di halaman Gedung Pemuda Temanggung, Senin (19/2) pagi. Apel...

Pulang Nonton Konser, Dibacok Pria Bercelurit

SEMARANG- Kota Semarang kembali tidak aman. Penjahat jalanan gentayangan mencari mangsa. Salah satu korbannya Didik Setyawan, 17, warga Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Demak. Pemuda tanggung...

Lomba Bakiak dan Egrang Meriahkan HUT Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Keseruan dan keriuhan terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Ratusan pegawai dari perwakilan instansi pemerintah di Batang mengikuti lomba olahraga tradisional....

Pahami Iklim Agar Sukses Tanam Tembakau

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Petani  diminta memahami perubahan iklim sebelum menanam tembakau pada musim tanam 2018. Pasalnya  iklim saat ini masih ekstrem. Dengan demikian para petani  bisa melakukan penanaman...

Hidup Harus Punya Target

RADARSEMARANG.COM - MENJADI salah satu wisudawati terbaik dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Wisuda Periode I tahun 2018 Unika Soegijapranata, menjadi...

Renovasi Rumah Penderita Kusta Kelar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Raut wajah sumringah dan penuh kegembiraan terpancar dari wajah Tri Hartatik penderita penyakit kusta dan suaminya Jumadi. Renovasi kediamannya di Kampung Kalibaru Timur, RT 03/09...