33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Main Petak Umpet, Jatuh dari Lantai 5 Rusunawa

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Diduga saking asyiknya bermain petak umpet, seorang anak terjatuh dari lantai lima rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal. Korban diketahui bernama Wahyu Firmansyah, 13, saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi, Semarang. Wahyu merupakan penghuni Rusunawa Blok B lantai dua. Ia diketahui jatuh saat asyik bermain petak umpet bersama tiga kawannya.

Kejadian bermula saat korban usai sekolah diajak bermain oleh tiga temannya di kompleks rusunawa tersebut. Yakni, Daus, Sinta dan Gendhis. Keempatnya bermain petak umpet di lantai lima yang kebetulan suasananya tidak terlalu ramai.

Saat itu, Wahyu memiliki kesempatan untuk bersembunyi. Agar tidak diketahui temannya, Wahyu bersembunyi di balik pagar besi pengaman lantai dengan cara melompat. Ia kemudian bersembunyi di antara pagar dan dinding pembatas. Diduga korban mundur agar tidak diketahui tempat persembunyiannya oleh temannya.

“Korban mundur-mundur, tidak terasa ternyata dinding panjatan pembatas pagar habis. Praktis korban jatuh dari lantai lima itu langsung terjun ke bawah,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rusunawa Kebondalem, Ria Listianasari, kemarin (11/1).

Beruntung saat korban jatuh masih sempat berpegangan pipa saluran air dan merosot ke bawah. Namun mungkin lantaran tidak kuat tangannya untuk berpegangan pipa, begitu sampai lantai tiga ia menjatuhkan diri. “Jatuh dengan posisi kepala dan punggung terlebih dahulu,” tandasnya.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh dan merintih kesakitan. Ia merasakan seluruh badannya sakit dan tidak bisa digerakkan. “Korban masih sadar, tapi tidak bisa teriak ataupun bergerak,“ jelasnya.

Dia mengatakan, saat diperiksa pengelola, korban dalam keadaan sadar dan merasakan sakit pada bagian leher dan kepala. Wahyu yang tinggal bersama ibunya di lantai dua, langsung dibawa ke rumah sakit. “Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal,” katanya.

Ia mengaku, sebagai pihak pengelola rusunawa sebenarnya sudah mengingatkan anak-anak agar berhati-hati ataupun melompati pagar pembatas. Bahkan disarankan agar bermain di lantai dasar luar rusunawa. “Tapi namanya anak-anak kalau tidak ada petugas pengawas mereka tetap bermain di area rusunawa,” paparnya.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, M Wibowo, mengatakan dari hasil pemeriksaan tim medis, disebutkan jika kondisi Wahyu mengalami patah dan pergeseran tulang  di dua tempat. Yakni tulang leher dan tulang punggung. “Pasien atas nama Wahyu selanjutnya kami rujuk ke RSUP dr Kariadi untuk dapat dilakukan operasi oleh dokter spesialis ortopedi,” katanya. (bud/aro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Alihkan Anggaran, Tangani 26 Sekolah Banjir

PEKALONGAN-Dinas Pendidikan (Dindik) mengalihkan dana APBD untuk menangani sejumlah sekolah korban banjir yang kegiatan belajar mengajarnya terganggu. Pasalnya, berdasarkan data Dindik, sebanyak 26 sekolah...

Pelatihan Jurnalistik

PARA guru SMAN 2 Ungaran Kabupaten Semarang meningkatkan kemampuan menulis artikel dengan mengikuti Pelatihan Menulis Artikel bersama Redaktur Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor...

Maret, Puncak Panen Durian Lolong

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Maret ini merupakan puncak panen raya durian di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Di sepanjang jalan Desa Limbangan menuju objek...

Investasi Semarang Tumbuh Subur

SEMARANG – Iklim investasi di Kota Semarang terus mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya investor yang masuk ke Semarang guna membuka...

Dandim Terjun Langsung Pantau TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga sekaligus Komandan Satuan Penugasan (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-102  Letkol Inf Prayoga Erawan turun...

Jateng Sabet Juara Umum

SEMARANG – Sebagai tuan rumah, Jateng sukses menyabet gelar juara umum dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Binaraga Mr. Indonesia 2017 yang digelar di UTC...