“Hal serupa jangan sampai terjadi lagi, utamakan musyawarah untuk mufakat.”

AKP Kholid Mawardi, Kasat Reskrim Polres Purworejo

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Penyidik Polres Purworejo melimpahkan berkas perkara dugaan perusakan arena permainan burung merpati di Lapangan Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip ke Kejaksaan Negeri Purworejo. Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan 3 tersangka yang masih di bawah umur harus siap-siap menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purworejo.

“Ketiga pelaku perusakan, beserta barang bukti yang terjadi di lapangan Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Purworejo karena sudah dinyatakan P21,” tutur Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi yang mewakili Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya.

Pengrusakan tersebut dilakukan oleh 3 anak berumur belasan tahun. Masing-masing berinisial MD, IM dan AM, yang masih berusia 16 tahun. Ketiganya merusak empat tiang bambu kolong arena burung merpati, serta warung tenda sampai roboh dan beberapa barang lainnya.

Menurut korban Hery Yusril Amrul menuturkan, perusakan pada Kamis (13/4/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Ketiga pelaku secara bersama–sama mendorong dan menarik tiang bambu tersebut hingga patah. Akibatnya kolong arena permainan merpati tersebut ambruk.

Rupanya perbuatan ini berbuntut panjang. Hery melapor ke Polres Purworejo dan kasus ini ditangani Satreskrim Polres Purworejo. Kejadian tersebut sangat disesalkan karena menyebabkan perpecahan antara kelompok masyarakat, sehingga mengganggu situasi kamtibmas wilayah Purworejo.

“Hal serupa jangan sampai terjadi lagi, utamakan musyawarah untuk mufakat,” tegas Kholid.

Selama masa penyelidikdan dan penyidikan, ketiga anak ini tidak dutahan. Penyidik menimbang, usia ketiga pelaku tergolong anak-anak dan mereka tidak akan melarikan diri atau merusak barang bukti. (jpg/ton)