33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Rusak Arena Merpati, 3 Anak Dipolisikan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

“Hal serupa jangan sampai terjadi lagi, utamakan musyawarah untuk mufakat.”

AKP Kholid Mawardi, Kasat Reskrim Polres Purworejo

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Penyidik Polres Purworejo melimpahkan berkas perkara dugaan perusakan arena permainan burung merpati di Lapangan Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip ke Kejaksaan Negeri Purworejo. Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan 3 tersangka yang masih di bawah umur harus siap-siap menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purworejo.

“Ketiga pelaku perusakan, beserta barang bukti yang terjadi di lapangan Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Purworejo karena sudah dinyatakan P21,” tutur Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi yang mewakili Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya.

Pengrusakan tersebut dilakukan oleh 3 anak berumur belasan tahun. Masing-masing berinisial MD, IM dan AM, yang masih berusia 16 tahun. Ketiganya merusak empat tiang bambu kolong arena burung merpati, serta warung tenda sampai roboh dan beberapa barang lainnya.

Menurut korban Hery Yusril Amrul menuturkan, perusakan pada Kamis (13/4/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Ketiga pelaku secara bersama–sama mendorong dan menarik tiang bambu tersebut hingga patah. Akibatnya kolong arena permainan merpati tersebut ambruk.

Rupanya perbuatan ini berbuntut panjang. Hery melapor ke Polres Purworejo dan kasus ini ditangani Satreskrim Polres Purworejo. Kejadian tersebut sangat disesalkan karena menyebabkan perpecahan antara kelompok masyarakat, sehingga mengganggu situasi kamtibmas wilayah Purworejo.

“Hal serupa jangan sampai terjadi lagi, utamakan musyawarah untuk mufakat,” tegas Kholid.

Selama masa penyelidikdan dan penyidikan, ketiga anak ini tidak dutahan. Penyidik menimbang, usia ketiga pelaku tergolong anak-anak dan mereka tidak akan melarikan diri atau merusak barang bukti. (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkab Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur

UNGARAN – Perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas program kerja Pemkab Semarang pada 2018 mendatang. Hal itu dikatakan oleh Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono saat...

Perekrutan IPNU dan IPPNU Harus Kekinian  

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Untuk memperbaiki sistem perekrutan dan kaderisasi,  Ikatan Pelajar Nahdlhatul Ulama (IPNU) dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), kini harus lebih kreatif,...

Penelitian dan Pengabdian Kampus dalam Masyarakat : Co-Creation For Society

RADARSEMARANG.COM - Kekuatan co-creation sudah lama dikemukakan oleh Prahalad dan Ramaswamy (2004) dalam Journal of Interactive Marketing. Peran co-creation experience menjadi sumber penerapan penciptaan...

Sanksi Bagi RS Tolak Pasien Miskin

SEMARANG–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar pihak rumah sakit (RS) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, tidak menolak pasien miskin....

Kelompok Utama Bakal Ketat

SEMARANG - Kejuaraan tingkat Kota (Kejurkot) Bulutangkis Lawang Sewu Cup tahun 2017 bakal digulirkan 1 – 3 Desember 2017 di gedung olahraga (GOR) Prof...

3 Penjudi Dadu Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Apes dialami Basri, 56, dan Ronjali, 49, warga Mluweh Kecamatan Ungaran Timur, serta Khoiru Rozikin, 32, warga Bangetayu Kulon, Genuk Kota...