33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Omset Rp 50 Juta, Dilarang Pakai Elpiji Bersubsidi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Polres Wonosobo dan jajaran polsek secara serentak akan mengadakan pengecekan penggunaan gas elpiji di rumah makan, perhotelan serta peternakan ayam di wilayah Kabupaten Wonosobo. Hal ini menyusul adanya pelarangan penggunaan tabung elpiji 3 kg untuk kalangan menengah ke atas dan rumah makan industri sesuai Undang Undang Migas No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Penyedia dan Pendistribusian LPG.

Tak hanya rumah makan yang berlokasi di sekitaran kota, bahkan beberapa warung makan di wilayah Kecamatan Wadaslintang juga menjadi sasaran pengecekan, Selasa (9/1). Dalam pengecekan tersebut masih ditemukan beberapa rumah makan dan kandang ayam di Wadaslintang yang masih menggunakan tabung gas bersubsidi bahkan dalam jumlah yang sangat banyak.

Di sekitar kota masih ditemukan rumah makan yang menggunakan gas 3 kg, namun saat ditegur pemilik bersedia mengganti penggunaan tabung 3 kg menjadi 12 kg. Pengecekan yang terus dilanjutkan hingga Rabu (10/1) masih menemukan satu rumah makan yang menggunakan tabung 3 kg.

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto yang turun langsung untuk memimpin kegiatan tersebut menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengecekan. Bila perlu penindakan kepada kalangan menengah atas dan rumah makan yang masih gunakan tabung gas bersubsidi.

“Rumah makan dengan omset Rp 50 juta atau lebih setiap bulan harus menggunakan tabung gas 5 atau 12 kg. Karena tabung gas 3 kg hanya untuk kalangan menengah ke bawah,” jelas Kasatreskim.

Lebih lanjut perihal penindakan kepada pengguna tabung gas 3 kg yang tidak sesuai akan dikoordinasikan dengan dinas yang menangani hal tersebut. Pihak kepolisian hanya bergerak untuk pengecekan dan sosialisasi hingga tanggal 5 Februari.

Setelah tenggang waktu yang diberikan habis, baru akan diadakan penyitaan dan pemusnahan dari instansi yang berwenang pada bidang tersebut. “Segera ganti dengan tabung gas 5 atau 12 kg. Ingat, tabung gas melon 3 kg hanya diperuntukan kalangan menengah ke bawah,” tutupnya. (ali/lis)

Sebelumnya, Bupati Purworejo Agus Bastian juga telah mengeluarkan surat edaran yang meminta PNS untuk menggunakan gas nonsubsidi. Selain menyasar PNS, imbauan juga ditujukan kepada CPNS dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kasubag Produksi Bagian Perekonomian Setda Purworejo Abdul Malik mewakili Kabag Perekonomian Bambang Susilo menyampaikan, Surat Edaran 530/398 tertanggal 2 Januari 2018, sudah disebar ke seluruh SKPD di Purworejo.

Dalam edaran disebutkan bahwa elpiji tiga kilogram, memiliki kekhususan pengguna, kemasan, volume, dan harga yang masih disubsidi pemerintah. Pada tabung juga tertera tulisan ‘Hanya Untuk Masyarakat Miskin’. Peruntukan gas melon hanya untuk keluarga kurang mampu dan usaha mikro dengan kriteria tertentu. “Usaha besar pun dilarang menggunakan gas bersubsidi.”

Jika imbauan tersebut benar-benar diterapkan, maka pemakaian gas tiga kilogram di Purworejo akan menurun. “Kalau memang PNS beralih setelah ada surat edaran tersebut, tentu stok lebih longgar lagi.” (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sampah Tercecer, TPS Lerep Dikeluhkan

UNGARAN–Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Dusun Soka, Desa Lerep dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, tumpukan sampah sering membeludak hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu...

Personel Polri Dicatut Sebagai Anggota Parpol

KEBUMEN—Proses verifikasi keanggotaan partai politik peserta pemilu 2019 di Kabupaten Kebumen, masih banyak ditemui kejanggalan. Salah satunya, adanya sejumlah anggota Polri yang tercatat sebagai...

Mobil KPU Dibobol Maling

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Keamanan di Jalan Ahmad Yani Wonosobo patut diwaspadai. Mobil dinas plat merah AA 57 F milik KPU Kabupaten Wonosobo menjadi sasaran...

Targerkan 3.000 Unit Terjual

SEMARANG – Pabrikan handphone asal Tiongkok, Huawei terus berusaha menyasar kalangan premium dengan meluncurkan produk terbarunya yakni Huawei Nova 2i di Kota Semarang. Ponsel...

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Napiter dengan Lingkar Perdamaian

Para narapidana terorisme dan tamu mereka yang merupakan mantan teroris bergurau tentang makanan serta bertukar kabar soal keluarga dan teman. Silaturahmi serupa dijalin yayasan...

Hendi Klaim Serapan Anggaran Maksimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -  Pemkot Semarang mengklaim penyerapan anggaran APBD 2017 telah maksimal, sekalipun sejumlah proyek tidak selesai tepat waktu. Ada sebanyak 485 program dengan 3.323 kegiatan yang...