33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Tempati Trotoar, PKL Ditertibkan

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi, dan Satpol PP Kota Semarang menertibkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang Jalan Tawang dan Jalan Cendrawasih, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (9/1). Penertiban dilakukan karena PKL telah melanggar undang-undang yakni menggunakan area trotoar untuk berjualan sehingga tidak ada tempat untuk pejalan kaki.

“Trotoar yang seharusnya difungsikan untuk pejalan kaki ternyata  digunakan untuk berjualan,” kata Camat Semarang  Utara, Aniceto Magno da Silva. Dalam penertiban tersebut sempat terjadi ketegangan antara PKL dengan petugas karena pemilik PKL tidak terima gerobak dan lapak diangkut oleh petugas. Tetapi hal itu bisa diselesaikan dengan baik. Selain itu, lapak PKL terpaksa dibawa petugas Satpol PP dengan harapan tidak digunakan lagi untuk berdagang.

“Mereka itu sebelumnya telah diperingatkan sebanyak tiga kali, tetapi tetap bandel berjualan sehingga mengganggu pejalan kaki,” imbuhnya.

Selain itu di wilayah Kecamatan Semarang Utara terdapat lokasi Kota Lama yang dijadikan sebagai tempat wisata, sehingga harus bersih dan tertib agar wisatawan betah.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Sudibyo mengatakan untuk kegiatan penertiban melibatkan 25 personel dengan satu truk dalmas dan satu truk barang untuk menertibkan PKL yang masih bandel. “Kami siapkan truk untuk mengangkut barang untuk dibawa ke kantor dan pedagang bisa mengambil barang tersebut,” katanya. Selain itu, untuk pengamanan dan kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah Kota Lama pihaknya selalu melakukan patroli di tempat-tempat yang rawan maupun tidak.

Salah seorang pemilik penitipan sepeda, Riana, 54 mengaku sebelum dilakukan penertiban telah diberikan surat pemberitahuan sehingga tidak masalah. “Tetapi kenapa dadakan sehingga ketika tempatnya dibongkar masih banyak sepeda yang diparkir ditempat ini,” katanya.

Pedagang makanan dan minuman di area Stasiun Tawang, Sugeng Waluyo mengaku telah berjualan ditempat ini selama lima tahun dan tidak ada surat pemberitahuan dari Kelurahan maupun Kecamatan. “Kalau sebelumnya ada surat pemberitahuan maka hari ini tidak jualan. Tetapi karena tidak ada maka tetap jualan,” keluhnya. (hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

LP3ES

Sudah lebih enam tahun saya puasa bicara BUMN di depan umum. Senin kemarin pecah telur. Minggu lalu saya memang dalam kebimbangan besar. Mau atau tidak....