33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Divalidasi, Data Bangunan Bersejarah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – DPRD Kota Magelang makin intens menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Magelang. Terkait hal itu, Pansus 2 DPD yang menangani Raperda ini, meminta data bangunan bersejarah di Kota Magelang untuk divalidasi. Dewan berencana memasukan pariwisata bangunan bersejarah sebagai alternatif wisata lain.

Ketua Pansus 2 DPRD Kota Magelang, Aktib Sundoko, Selasa (9/1) kemarin membenarkan pihaknya telah menerima data lampiran bangunan bersejarah di Kota Sejuta Bunga. Kata Aktib, data jumlah bangunan bersejarah tersebut masuk dalam lampiran draf Raperda yang diajukan oleh eksekutif.

“Namun, nantinya akan kami kaji dan validasi data tersebut. Karena kita belum tahu; apakah hampir semua bangunan bersejarah tersebut sudah masuk dalam data apa belum,” kata Aktib.

Validasi bangunan bersejarah penting untuk memetakan bangunan yang masuk dan layak sebagai benca cagar budaya. Validasi data bangunan bersejarah juga sebagai dokumen bagi Pemkot maupun masyarakat dalam memahami sejarah Kota Magelang melalui bangunan bersejarah. “Kota Semarang mampu menyulap dan menjual Kota Lama sebagai ikon pariwisata baru. Kalau Kota Magelang banyak bangunan bersejarah dan bisa, kenapa tidak?”

Hanya saja, permasalahan bangunan bersejarah sebagai ikon pariwisata baru, juga memerlukan kerja sama berbagai pihak. Sebab beberapa bangunan bersejarah, ada yang dimiliki perusahaan dan perseorangan. “Kendalanya disitu. Yang jelas, kami dan Pemkot berupaya mendata, menjaga, dan melestarikan bangunan bersejarah.”

Disinggung kemungkinan pendataan bangunan bersejarah sebagai benda cagar budaya sesuai UU No 5 Tahun 1992, Aktib mengaku belum bisa berbicara banyak. Alasannya, belum masuk dalam pembahasan. “Namun demikian, seyogyanya bisa masuk. Melalui Raperda ini, kami ingin bangunan bersejarah menjadi ikon baru pariwisata di Kota Magelang dan sebagai upaya memperhatikan bangunan bersejarah.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Taman Kasmaran Tempat Hangout Baru

RADARSEMARANG.COM - Meski belum dibuka untuk untuk umum, keberadaan Taman Kasmaran di kawasan Kampung Pelangi, Jalan dr Sutomo, Semarang sudah mulai ramai dikunjungi. Taman...

Full Custom Mirip Rubicon

Berlatar belakang sarjana Akuntansi, berbanding terbalik dengan kegemaran Ary Pambudi Priambodo saat ini yang menggeluti bidang otomotif. Pria kelahiran 7 Oktober 1970 ini telah...

Cari Target di FB, Lancarkan Aksi di Hotel

SEMARANG – Peristiwa yang menimpa Ria, 19, warga Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, ini bisa menjadi pelajaran untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru...

Bantu Pelayanan Medis Ponpes di Bawang

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Ratusan santri bergantian mendapatkan pemeriksaan kesehatan maupun konsultasi dengan tenaga medis secara gratis dalam Program Pelayanan Medis dari Djarum Foundation bekerja...

107 Menit Fenomena Micro Blood Moon

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Fenomena gerhana bulan dengan durasi terpanjang di abad ini akan terjadi pada hari Sabtu 28 Juli 2018, mendatang. Peristiwa ini diduga...

Tidak Lagi Bekerja, Pilih Gantung Diri

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Seorang pemuda ditemukan tewas tergantung di pabrik kayu di Desa Kesenet Kecamatan Banjarmangu, Selasa (26/6). Diduga pemuda bernama Agus Triono, 18,...