33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Dibajak, Wali Kota Pekalongan Chat Minta Uang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Warga dan pejabat di Kota Pekalongan dihebohkan dengan chat dari akun resmi Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz yang meminta sejumlah uang. Dengan modus, kehabisan saldo uang di bank. Lalu meminta transfer sejumlah uang tertentu ke sebuah rekening, yang dikatakan adalah saudaranya yang sakit, Selasa (9/1).

Kasus ini mencuat setelah akun atas nama Wali Kota Pekalongan tersebut melakukan chat melalui facebook messenger dengan Kepala Bagian Humas (Kabaghumas) Kota Pekalongan, Arif. Karena curiga, Kabaghumas mencoba mengklarifikasi. Ternyata benar bahwa facebook wali kota dibajak.

Dalam chatnya, akun yang mengatasnamakan wali kota bertanya apakah Kabaghumas Arif mengunakan M banking atau SMS banking. Kemudian saat ditanyakan ada perintah, dijawab bahwa jika ada simpanan saldo di ATM akan dipinjam dulu. Untuk keperluan mengirim uang ke familinya yang sedang kekurangan biaya tambahan rumah sakit. Dengan alibi bahwa ATM wali kota sedang bermasalah.

Kepala Diskominfo Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso dikonfirmasi bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran. Terbukti ada aktivitas pembajakan terhadap akun resmi Wali Kota Pekalongan tersebut.

“Dari penelurusan kami, terekam pembajakan sejak akhir Desember 2017. Tepatnya 2 November 2017 dan terakhir tadi pagi sekitar pukul 08.00, ada pihak luar yang masuk ke akun facebook wali kota, menggunakan perangkat mobile dari Bekasi,” paparnya.

Dalam rekam jejak tim IT Diskominfo, pihak pembajak selalu mengembalikan password ke password semula, sehingga wali kota tetap bisa masuk dan pihak pembajak menggunakan fasilitas messenger yang bersifat privat. Dengan chat, meminta uang dan langsung dihapus usai melancarkan aksinya, sehingga akun facebook wali kota tidak ada jejak pesan permintaan uang.

“Sampai saat ini, kami baru menerima dua laporan tentang pihak yang dimintai uang. Namun belum ada yang melapor bahwa telah mentransfer dana ke pelaku hack tersebut,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, akun yang mengatasnamakan wali kota masih gencar mencari mangsa dengan chat ke beberapa pihak. Dengan modus sama, yaitu meminta sejumlah uang untuk ditransfer ke saudaranya, dengan cara m banking dan sejenisnya. Pihak Pemkot Pekalongan juga belum melakukan tindakan hukum, hanya sekedar memantau dan mencoba mengembalikan akun tersebut lagi. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

GOR Tri Lomba Juang Tergenang

SEMARANG- Tahun ini, GOR Tri Lomba Juang (TLJ) selesai direnovasi menelan dana hingga Rp 26 miliar miliar.  Ironisnya, meski baru diresmikan, di beberapa sudut...

Tangani Tim-Tim Divisi I

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Kompetisi Divisi I U-23 Bupati Cup menjadi semakin kompetitif dengan turut berpartisipasinya para mantan penggawa Persiku. Mereka bukan sebagai pemain, melainkan...

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah

RADARSEMARANG.COM - BALAI Bahasa Jawa Tengah kembali mengadakan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Informasi selengkapnya...

Daya Serap Beras Lokal Rendah

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengakui jika daya serap beras lokal saat ini masih rendah. Rendahnya penyerapan bukan karena kualitas beras lokal yang buruk...

Tolak Pindah ke MAJT

SEMARANG- Dua gedung Blok C dan D Kanjengan, Semarang telah dikosongkan. Semua barang milik pedagang telah dikeluarkan. Kedua bangunan tersebut tampak sepi dan tidak...

Bupati Cup Diikuti 175 Pebulutangkis

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Sebanyak 175 atlet bulutangkis mengikuti kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab Bupati Cup Purworejo 2018, yang digeber mulai Jumat (27/4) di GOR GSH,...