33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

​Ormas NU Bisa Jadi Kekuatan Politik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Nahdhatul Ulama (NU) memiliki kekuatan politik masif yang dapat mewakili rakyat. Sebab, di Indonesia jumlah jamaah paling banyak di antara ormas Islam lainnya. Yakni sebanyak lebih dari 90 juta.

Demikian dikatakan Katib Am Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf di sela Halaqah Kiai Muda NU. Menurutnya, sekarang ini tugas NU menciptakan kekuatan politik untuk mendesak negara agar memenuhi aspirasi rakyat. “Hal ini penting untuk menciptakan keadilan sosial. Sebab sudah menjadi dasar negara untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

Namun saat ini, NU dihadapkan dengan realitas sumber daya ekonomi bagi rakyat. Dengan kata lain, tidak ada kondisi keadilan sosial di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini. “Usul keadilan sosial ini bisa dikawal dari kebijakan yang akan dibuat pemerintah,” tandasnya.

Sebab tidak ada yang lebih bertanggung jawab atas terjadinya ketimpangan sosial selain dari kebijakan pemerintah. “Dengan kata lain pemerintah yang membuat dan menjalankan kebijakan itu, sehingga mendorong terciptanya ketimpangan sosial dan sekaligus memelihara ketimpangan itu,” terang dia.

Ketua PBNU KH Imam Aziz, mengatakan prasyarat dari keadilan sosial salah satunya soal agrarian, namun distribusinya masih terkendala. Ketimpangan kepemilikan agrarian, 10 orang memiiki 70 persen dari sumber agrarian. Sedangkan rakyat hanya memegang sisanya 30 persen. Inilah yang menjadi salah satu sumber kemiskinan yang tidak pernah selesai.

Saat ini Indonesia sudah mengalami devisit tanah. Awal tahun 60-an pemerintah memiliki konsep kepemilikan agrarian secara adil, karena masih banyak orang yang memiliki tanah seluas mata memandang.

Maka pemerintah membuat (program Linereform) pembatasan kepemilikan tanah perorang maksimal 5 hektare. Hal itu diatur pemerintah untuk pemerataan kepemilikan tanah. Kemudian menimbulkan gejolak tragedi tahun 65. Namun situasi agrarian semakin lama semakin ruwet, pada masa orde baru ada koorporasi yang diberi wewenang mengelola tanah dan isinya secara besar-besaran.

Hal ini tidak bisa mencerminkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Sehingga NU tahun 2016 melaksanakan Munas alim ulama’ di Mataram, salah satu bahasan pentingnya adalah reformasi agrarian. Dalam hal ini, negara bukan menjadi pemilik dari sumber-sumber ekonomi, tetapi sebagai pengelola dari sumber ekonomi. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nikmati Pesona Pantai dan Petualangan Bermain Paintball

Pantai Depok Indah yang terletak di Desa Blacanan Lor, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah merupakan satu-satunya pantai di wilayah pantura Kabupaten Pekalongan....

Ribuan Makam Diterjang Proyek Tol

KENDAL—Pembangunan jalan Tol Semarang-Batang di ruas Kendal masih banyak kendala. Selain pembebasan yang belum rampung, juga kendala menerjang pemakaman. Sehingga pihak PT Waskita harus...

Timbulkan Kemacetan Baru

SEMARANG - Hari pertama pemberlakuan jalan searah  di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada dan Jalan KH Ahmad Dahlan tidak berjalan mulus. Pasalnya, pemberlakuan jalan...

Disinformasi Pembayaran Denda Tilang di Exit Tol Sumo

JawaPos.com- Beredar kabar bahwa pengendara yang melintas di Tol Surabaya Mojokerto (Sumo) dan Surabaya-Malang dengan kecepatan diatas 100 km/jam, akan didenda Rp 150 ribu....

Muslimat dan NU, Tolak Full Day School

DEMAK-Pengurus Cabang (PC) Muslimat dan PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak menolak program Full Day School (FDS) yang digulirkan Menteri Pendidikan Nasional. FDS yang sedianya...

Korban Kecelakaan Peroleh Santunan Rp 50 Juta

UNGARAN–Korban kecelakaan beruntun di Jalan Sukarno Hatta tepatnya di depan PT Apac Inti Corpora Kecamatan Bawen, akan memperoleh santunan sebesar Rp 50 juta. Hal...