33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Pelantikan Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pelantikan perangkat desa yang digelar serentak di 249 desa di Kendal diwarnai aksi unjuk rasa. Selain itu banyak perangkat desa belum dilantik lantaran Kepala Desa yang enggan melantik.

Aksi unjuk rasa salah satunya terjadi di Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring. Puluhan warga memprotes pelantikan perangkat desa untuk jabatan Sekretaris Desa (Sekdes). Warga meminta pelantikan perangkat desa yang digelar dibatalkan karena warga tidak setuju dengan calon terpilih. Warga menilai perangkat desa yang dilantik tidak dikenal warganya.

Aksi demo warga ini dilakukan menjelang pelantikan dua perangkat desa. Puluhan warga membawa sepanduk bertuliskan tuntutan agar kades membatalkan pelantikan perangkat desa. Meski begitu Kades Korowelang Kulon tetap melangsungkan pelantikan meski sempat tertunda lama.

Menurut warga, sistem seleksi perangkat desa dengan tes CAT dinilai tidak tepat. Hanya menguntungkan mereka yang cerdas dalam bidang akademik saja. Namun kecerdasan sosial seperti bersosialisasi, jiwa ingin menolong dan mengabdi dengan warga kurang.

“Mestinya setelah dilakukan tes CAT, tiga calon perangkat desa dikembalikan lagi  ke warga. Baru kemudian warga melaksanakan pilihan dengan sistem suara dengan calon tiga peserta yang mendapat rangking tertinggi,” kata Nurmaji, warga Korowelang Kulon.

Dari hasil pilihan suara tersebut, itulah yang dianggap bisa mewakili suara warga. Yakni tidak hanya cerdas akademik saja tapi cerdas sosial. Dibuktikan dengan banyaknya warga yang memilih calon perangkat.

Sebab sekarang ini menurutnya banyak orang pintar tetapi untuk jujur. Selain bersosialisasi atau kedetangan dengan warga juga penting, karena sekdes itu nantinya akan melayani warga setiap harinya.

“Dengan dipilih langsung rakyat sehingga warga bisa menentukan pemimpin yang sesuai dengan harapan dan pilihan warga sendiri. Warga meminta agar pelantikan ditunda jika perlu hasil seleksi perangkat desa dibatalkan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono menuturkan aksi warga ini karena ketidaktahuan warga tentang seleksi perangkat desa dengan sistem CAT. “Pemahaman warga, seleksi perangkat desa ini ada kewenangan kepala desa padahal tidak ada kewenangan karena dalam aturan pelaksanaan menggunakan komputer,” kata Triyono.

Sementara disejumlah desa lain, pelantikan perangkat desa batal dilaksanakan. Diantaranya di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu dan Harjodowo Kecamatan Sukorejo.

Di Desa Turunrejo dan Harjodowo Kepala Desa enggan melantik lantaran adanya gugatan PTUN dari peserta seleksi perangkat desa lain. Sedangkan di Desa Kumpulrejo, Kepala Desa tidak sedang ditempat. “Hingga waktu pelantikan Kepala Desa hadir, kami hubungi nomor HP tidak aktif,” kata Kapolsek Kaliwungu, AKP Nanung Nugroho. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

218 Penderita Katarak Kini Bisa Melihat

TEMANGGUNG—Sebanyak 218 penderita katarak menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, Sabtu (4/11) akhir pekan lalu. Dari 218 penderita katarak itu,...

Warga Kebonharjo Wadul Eks Pimpinan KPK

SEMARANG-Forum warga Kebonharjo, Semarang Utara, adukan permasalahan terkait sejumlah dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum atas penggusuran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI)...

Piala Presiden Jadi Ujian Pertama PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gelaran Piala Presiden 2018 bakal menjadi ujian pertama tim PSIS Semarang sebelum resmi turun di ajang Liga 1 musim ini. Di ajang...

Imlek Ajang Saling Menghormati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah wilayah di Jateng, terutama Kota Semarang dan Surakarta, punya kawasan Pecinan atau Chinatown. Praktis perayaan Imlek bakal terasa meriah. Mereka...

Libur Waisak, Kuliner Magelang Laris

MAGELANG – Sejumlah tempat kuliner di Magelang menjadi jujukan pengunjung Candi Borobudur yang merayakan Waisak maupun liburan. Salah satunya warung Kupat Tahu Gimbal dan...

Polda Jateng Bersih-Bersih Anggota

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Selama 2017, Polda Jateng melakukan ‘bersih-bersih’ terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran berat dan sudah melalui sidang Komisi Kode Etik Polri...