33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Masalah Pelik Sampah Elektronik

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

 Dampak yang Mengintai Lingkungan dan Kesehatan

Sampah elektronik dikategorikan sebagai limbah bahan beracun dan berbahaya (B3). Sebab, sampah tersebut mengandung substansi berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium. ’’Komponen-komponen itu merupakan bahan toksik yang diketahui sangat persisten dan dapat terakumulasi di lingkungan serta tubuh manusia,’’ tutur Dewi yang juga merupakan mantan dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Lingkungan

Jika kita membuang alat elektronik begitu aja, semua zat berbahaya yang bersifat toksik di dalamnya akan terserap ke tanah. Akibatnya, zat-zat tersebut juga mencemari air tanah yang kita gunakan sehari-hari. Bukan cuma itu, buangan sampah elektronik di negara-negara besar biasanya dilimpahkan ke negara seperti Ghana, India, Nigeria, dll. Hal tersebut bikin permasalahan sampah di negara-negara itu makin mengkhawatirkan!

Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, sampah elektronik juga punya dampak yang nggak main-main. E-waste mengandung hingga 60 elemen dari tabel periodik dalam elektronik yang kompleks. Misalnya, baterai ponsel yang mengandung kadmium (Cd) yang berbahaya buat ginjal dan tulang. ’’Merkuri (Hg) yang digunakan dalam perangkat pencahayaan layar datar bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf, ginjal, dan otak. Bahkan dapat diteruskan kepada bayi melalui ASI,’’ tutur Dewi. Ketika dibakar pun, zat tersebut bisa menghasilkan dioksin yang memiliki efek merugikan pada sistem reproduksi dan kekebalan tubuh manusia.

 Kurangnya Perhatian di Indonesia

Meski ada peraturan pemerintah mengenai pengelolaan limbah elektronik di Indonesia, tapi penerapannya kurang maksimal. ’’Sudah ada regulasi terkait dengan limbah elektronik seperti Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Tapi, pengelolaan limbah elektronik di sektor formal maupun informal belum dibahas secara spesifik dalam peraturan itu,’’ ungkap Dewi. So, kesadaran kitalah yang dibutuhkan. Yuk pilih, mau ikut memperparah atau turun langsung jadi ’’pahlawan’’ yang mengatasinya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un

Jawa Pos Radar Semarang Turut berbela sungkawa atas wafatnya pengasuh Ponpes Darun Najah Jrakah Semarang, KH Sirodj Chudlori yang merupakan bapak mertua DR KH Ahmad...

Dongkrak Penjualan, Lelang Elektronik

MAGELANG – Penjualan barang elektronik menjelang akhir tahun ini cenderung sepi. Sejumlah cara harus dilakukan untuk mendongkrak penjualan. Toko Electronic City di Artos Mall menggelar...

Kapal Bantuan Gubernur Dibiarkan Mangkrak

BATANG–Nasib dua kapal wisata Sigandu milik Pemkab Batang, sudah berbulan-bulan mangkrak di dermaga. Kedua kapal yang merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah tersebut terbengkalai....

Petugas Gabungan Sita Miras

DEMAK-Petugas gabungan Satpol PP dan kepolisian berhasil menyita minuman keras (miras) dari beberapa tempat. Di antaranya mengamankan barang bukti (BB) miras di toko Kracaan,...

Sekeluarga Tertimbun Longsor

MUNGKID—Bencana tanah longsor terus mengancam wilayah Kabupaten Magelang. Kemarin pagi (7/4), longsor terjadi di Dusun Jurang, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. Satu rumah warga rata...

Bekali Masyarakat Cara Pertolongan Gawat Darurat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Bersama Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi masyarakat se-Kota Semarang. Kegiatan tersebut untuk...