33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Masalah Pelik Sampah Elektronik

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – LIHAT berbagai data dan angka di atas cukup bikin kamu terkejut nggak? Yep, selama ini perhatian kita tercurah buat mengatasi masalah sampah plastik. Ternyata diam-diam ada potensi pencemaran sampah lain yang sering dilupakan. Sebelum makin terlambat untuk mengatasinya, yuk pelajari apa dan udah separah apa masalah sampah elektronik! Simak juga penjelasan langsung dari Dewi Dwirianti ST MEng, praktisi teknik lingkungan bidang AMDAL dan Solid Waste Management and Sanitation, yang superexpert di bidangnya! (thebalance/scribd/unep/irm/c22/nrm)

Apa sih Sampah Elektronik Itu?

Sama kayak sampah lainnya, sampah elektronik (biasa juga dikenal dengan sebutan e-waste atau e-scrap) merujuk pada benda-benda elektronik yang rusak, usang, atau nggak terpakai. ’’E-waste adalah peralatan elektronik yang dibuang dan tidak digunakan. Termasuk semua komponen, bagian rakitan, dan bahan habis suatu produk,’’ jelas Dewi. Adapun peralatan elektronik yang dimaksud adalah peralatan yang membutuhkan arus listrik atau medan elektromagnet untuk bekerja secara normal.

Kenali Jenis-jenisnya!

Meski sebenarnya sampah elektronik dekat banget sama kehidupan sehari-hari, 58 persen Zetizen malah nggak tahu loh apa e-waste itu. Nah, ada setidaknya delapan kategori jenis sampah elektronik yang dikenal. Pertama, peralatan rumah tangga besar yang terdiri atas kulkas, mesin cuci, dan AC. Kedua, peralatan rumah tangga kecil seperti magic com dan kipas angin. Ketiga, peralatan IT dan alat telekomunikasi seperti handphone.

Selanjutnya, peralatan pencahayaan seperti lampu dan senter juga masuk kategori sampah elektronik loh. Ada juga kategori peralatan listrik dan elektronik seperti TV, komputer, pemutar musik dan film, keyboard, mouse, laptop, serta printer. Alat olahraga, instrumen kesehatan, dan instrumen monitoring seperti CCTV adalah tiga kategori lainnya.

 Separah Apa Kondisinya?

Masalah sampah elektronik saat ini bisa dibilang jadi masalah global yang nggak boleh disepelekan. Asia jadi benua penyumbang e-waste terbesar. Salah satunya disebabkan produksi perangkat elektronik yang superpesat. Tiongkok bahkan tercatat membuang hingga 160 juta perangkat elektronik tiap tahun. Kurangnya pengetahuan memperlakukan alat elektronik bekas makin memperparah masalah tersebut.

Selanjutnya, di Indonesia sendiri, masalah e-waste juga nggak kalah mengkhawatirkan. Di Surabaya yang merupakan salah satu kota terbesar, misalnya, jumlah potensi timbunan sampah elektronik yang dihasilkan rumah tangga pada 2012 rata-rata 3,90 kg/orang/tahun. ’’Jadi, kalau 2017 penduduk Surabaya berjumlah 3.057.766 jiwa, potensi limbah elektronik yang dihasilkan mencapai 11.925 ton/tahun,’’ tutur Dewi. Wow!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...