31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Adopsi Gerilya Ala Jenderal Soedirman

Ketua Tim Pemenangan Pak Dirman, Ali Khamdi

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim pemenangan calon Gubernur Jateng, Sudirman Said terus mematangkan strategi untuk memenangkan mantan Menteri ESDM tersebut. Salah satu strateginya mengadopsi konsep gerilya Jenderal Sudirman. Sementara tim pemenangan Sudirman Said dijuluki sebagai tim Perjuangan Merah Putih.

Ketua Tim Pemenangan Pak Dirman, Ali Khamdi mengatakan, bahwa semangat yang dibangun Pak Dirman dalam Pilgub Jateng adalah gerakan bersama masyarakat. Artinya semua orang harus dilibatkan agar bisa bareng-bareng untuk memenangkan Pilgub Jateng.

“Dalam teori gerilya, dikatakan bahwa tidak mungkin suatu perjuangan gerilya dapat bertahan dan mencapai kemenangan jika tidak bersatu dengan warga,” katanya, Senin (8/1), kemarin.

Ia menambahkan, pengadopsian strategi gerilya Jenderal Sudirman juga dalam rangka melakukan perlawanan pada kekuatan besar. Hal itu dibutuhkan, mengingat calon yang dilawan merupakan incumbent. “Yang dilawan sama-sama orang yang sedang berkuasa, yang memiliki kekuatan besar,” ujarnya.

Strategi utama, kata dia, adalah penerapan strategi supit urang. Penggunaan itu tidak lain untuk memompa semangat masyarakat untuk meraih perubahan.

“Strategi supit urang atau udang merupakan strategi perang yang digunakan oleh Kolonel Soedirman untuk mengusir Sekutu dari Ambarawa,” tambahnya.

Supit Udang itu sendiri dijalankan oleh Kolonel Soedirman setelah prajurit kepercayaannya yaitu Letkol Isdiman meninggal dunia. Letkol Isdiman meninggal dunia di desa kelurahan, Jambu karena terkena serangan bom udara oleh Sekutu saat berangkat menuju Ambarawa.

Setelah kejadian itu, Kolonel Soedirman pun turun tangan untuk menyingkirkan sekutu dari Ambarawa. Dari situlah strategi “Supit Udang” muncul. Nama Supit Udang berasal dari bahasa pewayangan yang artinya kepungan.

“Jadi, strategi Supit Udang itu digunakan dengan maksud untuk mengepung Sekutu agar beranjak dari bumi Ambarawa. Kondisinya hampir sama dengan Pilgub ini,” tegasnya. (fth/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...