33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

13 Rumah Terdampak Tanah Amblas

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Fenomena tanah amblas kembali terjadi di Kabupaten Semarang. Kali ini fenomena tersebut muncul di Dusun Bendo Desa Kandangan Kecamatan Bawen. Sedikitnya 13 rumah warga di dusun tersebut terdampak akibat peristiwa tersebut.

Kepala Desa Kandangan Paryanto mengatakan titik amblasnya tanah tersebut terjadi di lahan milik PTPN IX yang lokasinya berada di Dusun Bendo. “Awalnya tanah yang amblas kedalamannya Cuma 1 meter, kini sudah bertambah menjadi 2 meter,” kata Paryanto, Senin (8/1).

Ke-13 rumah warga yang terdampak antara lain milik Saru, 60, Yuniar Antoni, 38, Jumain, 32, Jumiin, 56, Prihono, 38, Suyoto, 78, dan rumah milik Joni Setu, 55. Selain itu, milik Indro Pujianto, 32, Rusman, 80, Sumardiyono, 45,  Saroso, 32, dan Sudarpono, 42. Kesemuanya adalah warga Dusun Bendo RT 02/10, Desa Kandangan.

Dikatakannya, fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak satu tahun lalu. Dimana amblasnya tanah yang berada di kebun karet tersebut baru sedalam satu meter. Sejak saat itu hingga kini memang belum mendapatkan penanganan dari Pemkab Semarang. Kembalinya tanah amblas tersebut terjadi sudah tiga hari sejak Sabtu (6/1).

Bahkan untuk menengahi persoalan tersebut pihak warga pernah di pertemukan dengan pihak PTPN IX.“Tadi telah dilakukan pertemuan antara perwakilan warga dengan PTPN IX. Intinya pihak PTPN IX beritikad baik dengan menawarkan tiga opsi,” katanya.

Untuk opsi pertama yaitu warga direlokasi ke wilayah Jatirunggo, Kecamatan Pringapus di lahan PTPN IX.  Kemudian, opsi kedua diberikan ganti rugi, namun jika terjadi longsor PTPN IX tidak bertanggungjawab. “Opsi ketiga, apabila tidak mau direlokasi, masyarakat diminta mencari lahan sendiri,” katanya.

Saat ini pihak warga akan memusyawarahkan pilihan 3 opsi tersebut. Warga setempat yang terdampak mengungkapkan masih was-was. Seperti yang diungkapkan oleh Jumiin. Dikatakanya, setiap turun hujan ia selalu was-was. Pasalnya tanah di depan teras bagian rumahnya sudah amblas. “Tidur sambil berjaga-jaga di teras karena cucu-cucu tidur di lantai. Kalau terjadi apa-apa bisa langsung tahu sambil berjaga-jaga,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...