33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Tak Ada Persiapan Tim PPSM

Suporter Pertanyakan Nasib PPSM Sakti

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Belum jelasnya nasib PPSM Sakti Magelang dalam kancah liga sepakbola Indonesia musim 2018 membuat ratusan suporter yang tergabung dalam Squadra Macan Tidar (SMT) meradang. Kekecewaan tersebut dilampiaskan dalam aksi damai Selamatkan PPSM di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (6/1) lalu.

Ratusan suporter membentangkan spanduk yang antara lain bertuliskan :‘Ndang Tangio Lang Turumu Wes Suwe’, ‘Jangan instan lagi pak’, ‘Bukan karena ego dan eksistensi tetapi karena cinta & dedikasi’. Meski suasana diliputi gerimis, mereka enggan beranjak dan terus membentangkan pernyataan sikap.

Koordinator SMT Fatih Hanif di sela-sela aksi menegaskan, pihaknya meminta kejelasan nasib PPSM usai mengalami degradasi dari Liga 2 Indonesia. Pasalnya, hingga kini manajemen PPSM belum mengeluarkan pernyataan atau persiapan apapun. “Padahal rencananya, jadwal kompetisi akan dimulai menyusul kongres PSSI lebih dahulu. Ini sudah tahun 2018, kok PPSM ndak ada pergerakan. Mau dibawa ke mana PPSM sebetulnya,” tanya Fatih.

Fatih mengungkapkan, suporter SMT yang dklaim mempunyai basis massa 3.000 orang, menyatakan akan tetap mendukung PPSM meski berlaga di kasta apapun. “Kami tegaskan, kami tetap setia dan mendukung PPSM Sakti meski bermain di Liga 3 sekalipun. Ini bentuk dukungan kami kepada klub. Sekarang, kami pertanyakan bagaimana nasib PPSM?,” tandas Fatih.

Manajemen maupun pengurus klub hingga Pemkot Magelang diminta untuk memperhatikan nasib PPSM. Pasalnya hingga saat ini belum ada persiapan tim maupun pemain. Terlebih, kandang PPSM juga akan dipakai oleh PSIS Semarang sebagai kandang di Liga 1. “Ini seperti tersingkir di rumah sendiri. Jika manajemen klub maupun pengurus klub tidak merespon permintaan kami, kami pastikan akan membuat aksi yang lebih besar lagi. Kami akan menjalin dengan suporter lainnya sehingga aksi akan diikuti ribuan orang,” janji Fatih.

Terpisah, Ketua Panpel Liga 2 Indonesia Kota Magelang Evin Sapta Haryanto Kamil menyampaikan, pihaknya tidak ikut campur mengenai masalah klub PPSM. Pasalnya, ia hanya panitia pelaksana Liga 2 di Kota Magelang. “Terus terang kami sendiri juga belum menyelesaikan laporan penyelenggaraan Liga 2 di Kota Magelang. Harusnya Desember kemarin namun karena padatnya jadwal, jadi molor,” jelas Evin.

Saat ditanya mengenai permasalahan PPSM, Evin enggan menjawab lebih jauh. Evin memasrahkan persoalan klub kepada pengurus klub. “Yang pasti kami juga ingin klub sepakbola Kota Magelang maju, tinggal bagaimana pengurus klub membawa PPSM ke arah mana,” tegas Evin.

Sementara, Manajer PPSM Sakti Magelang di Musim 2017 Sallafudin saat dikonfirmasi mengenai kejelasan PPSM, enggan berkomentar banyak. Gus Sallaf (panggilan Sallafudin) hanya berujar singkat. “Maaf mas, saya sudah mundur,” kata Gus Sallaf.

Sebelumnya, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyampaikan, kedatangan PSIS Semarang dan nanti tim-tim level Liga 1 Indonesia ke Magelang bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub lokal Magelang. Dirinya berharap ada best practice yang bisa diambil, seperti penerapan tiket dengan sistem barcode. “Saya dengar, tiket mereka pakai barcode. Itu bagus, bisa dicontoh agar tertib dan tidak ada kebocoran tiket. Belum yang lain, seperti profesionalisme pengelolaan klub sepakbola dan lainnya. Harus ditiru oleh klub asli Magelang” kata Sigit. (cr3/ton)

Berita sebelumyaPemuda adalah Agen Perubahan
Berita berikutnyaBersihkan Sampah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BPBD Minta Warga Waspadai Bencana Musiman

DEMAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mulai mewaspadai datangnya bencana musiman, seperti angin puting beliung dan banjir. Karena itu, untuk menangani potensi...

Tiap Hari Sebrangi Sungai, Berharap Ada Jembatan

Sejumlah guru di SD Wotgalih 3 Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal patut diacungi jempol. Betapa tidak, para guru SD ini harus rela menempuh medan yang...

Speaker Dewan Rakyat Dari Rayuan

Oleh: Dahlan Iskan Roda itu, meski lagi berputar ke bawah, tetaplah roda. Najib Razak sejak kemarin kembali berputar: dilantik menjadi anggota DPR. Dari dapilnya di...

Kreatif Bikin Kejutan, Jadi Ladang Bisnis

IDAK terkecuali Devanada Bulan Aldizza. Pengusaha party planner ini mendirikan DVNDPLANS sejak April 2016. “DVNDPLANS merupakan singkatan dari Devanada Plans. Artinya rencana yang aku...

Bupati Jadikan Gringsing Daerah Industri

BATANG-Kendati Kecamatan Gringsing merupakan wilayah terjauh Kabupaten Batang yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal, namun akan dijadikan wilayah industri. Seiring tingginya kegiatan ekonomi masyarakat seperti kuliner,...

Jalan Rusak DikeluhkanWarga

KENDAL—Warga Desa Kedungsari, Ngerjo dan Kedunggading mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan yang melintas di Desa Kedungsari. Selain belum beraspal, kondisi jalan juga berlumpur dan licin....