33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Seni Mengelola Kelas di Sekolah Dasar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN yang efektif tidak akan terjadi apabila pengelolaan kelas kurang baik. Terutama pada pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Dapat dibayangkan bagaimana mungkin seorang guru dapat mengajar dengan efektif manakala siswanya gaduh dan tidak memiliki ketertarikan untuk mengikuti pembelajaran. Yang kemudian terjadi adalah sebagian besar waktu guru akan habis untuk membuat suasana belajar menjadi kondusif. Oleh karena itu pengelolaan kelas menjadi bagian tak terpisahkan dari keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru dengan baik.

Turney (1973) mengemukakan 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar, yakni keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, serta keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan. Keterampilan mengelola kelas sendiri merupakan kemampuan guru dalam mewujudkan dan mempertahankan suasana belajar mengajar yang optimal. Dengan pengelolaan kelas yang baik, suasana kondusif akan didapatkan tanpa memakan waktu yang lama sehingga waktu yang dimiliki tidak terbuang dengan sia-sia.

Pengelolaan kelas di SD meliputi pertama, pembuatan sistem yang mapan di  kelas. Sebenarnya akan lebih mudah mengorganisasi siswa apabila guru sudah memiliki sistem yang mapan. Sebagai contoh, pengaturan tempat duduk. Yang kedua, penegakan disiplin di kelas. Kondisi kelas yang kondusif akan tercapai apabila ada penegakan disiplin yang baik. Selain adanya sistem yang mapan dan penegakan disiplin di kelas, guru juga dapat mengelola kelas melalui penggunaan multimedia. Multimedia dapat dimanfaatkan untuk menjaga mood siswa dalam mengikuti pembelajaran. Multimedia dapat menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar. Penggunaan multimedia seperti pemutaran film atau musik dapat membangkitkan kembali semangat siswa dalam belajar. Namun yang perlu diingat, untuk bahan-bahan multimedia yang akan ditayangkan guru harus pandai-pandai memilah dan memilih bahan-bahan tersebut. Sebagai contoh, ketika akan menayangkan sebuah film, guru harus mempertimbangkan apakah film tersebut sesuai untuk siswanya, apakah film ini dapat memberikan pengaruh positif bagi siswanya, dan yang paling penting guru harus terlebih dahulu menonton film tersebut sampai selesai, atau istilahnya melakukan sensor terhadap film yang akan ditayangkan.

Teknik selanjutnya adalah penggunaan permainan-permainan dalam proses pembelajaran. Pada dasarnya setiap anak menyukai permainan. Maka dari itu teknik penggunaan permainan dapat diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Saat ini kecanggihan teknologi informasi yang begitu pesat sangat memudahkan guru dalam menemukan maupun mengadopsi berbagai permainan yang efektif untuk diterapkan di dalam kelas. Contoh, kuis ranking 1 yang dahulu ditayangkan di salah satu televisi swasta dapat dimodifikasi guru untuk diterapkan di kelasnya. Cara bermain dalam permainan ranking satu ini sangat mudah dan simpel. Guru membacakan satu pertanyaan untuk seluruh kelas. Siswa menjawabnya di buku  tulis masing-masing. Lalu ketika waktu yang ditentukan habis siswa mengangkat bukunya tinggi-tinggi dan memperlihatkan jawabannya. Siswa yang menjawab dengan benar maju ke depan kelas untuk babak selanjutnya. Hal seperti ini terus diulangi hingga didapatkan satu siswa yang tersisa, yang menandakan dia menjawab semua pertanyaan guru dengan benar. Artinya dialah yang mendapat predikat ranking 1.

Selain teknik-teknik yang telah dijelaskan di atas guru juga dapat mengembangkan teknik-teknik yang lain, menyesuaikan dengan keadaan siswa yang diajarnya. Intinya dalam pengelolaan kelas guru hendaknya dapat melakukan tindakan preventif maupun represif secara berimbang. Selain dapat membangkitkan motivasi siswa melalui penggunaan variasi dalam teknik dan media pembelajaran, guru juga dapat mencegah gangguan-gangguan siswa yang dapat merusak suasana belajar melalui penegakan disiplin yang konsisten. Sehingga harapannya kondisi kelas menjadi kondusif dan siswa dapat melakukan pembelajaran secara efektif dan optimal. (*/aro)

Guru SD Negeri Pekunden Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...