33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Penghuni Bantaran Ogah Pindah ke Rusunawa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) menyatakan ogah pindah ke tempat relokasi di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kudu. Sebagian di antara mereka hingga sekarang belum menandatangani surat pernyataan pindah ke bangunan berlantai lima tersebut. Alasannya beragam, mulai pertimbangan jarak yang jauh dari perkotaan, hingga menyatakan tidak mampu membayar sewa.

“Kami tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. Lokasinya sangat jauh, sedangkan kerja saya di daerah kota (sebagai buruh tukang cuci). Saya ini sudah tua, tidak punya motor. Tidak kuat naik di gedung bertingkat (rusunawa). Saya tidak mau pindah,” kata Midjem, 55, warga Jalan Pandansari RT 1 RW 2, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Minggu (7/1).

Janda yang sekarang hidup sebatang kara itu saat ini masih tinggal di rumah petak berukuran 2×4 meter persegi di bantaran sungai. “Saya sudah diberikan surat pernyataan pindah ke rusunawa. Tapi saya nggak mau menandatangani. Saya tetap di sini saja,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak memiliki sanak saudara lagi di Kota Semarang. “Saya sudah pasrah, nggak tahu nanti tinggal di mana. Saya tidak punya saudara, tidak punya anak, suami sudah meninggal. Mungkin nanti kalau digusur, saya mau nunut di rumah teman,” katanya.

Warga yang lain, SW, 50, juga menyatakan tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. “Saya sudah tua, berjalan saja kesulitan karena pakai teken (tongkat). Apa saya disuruh pindah di rusun bertingkat? Saya nggak sanggup,” tandasnya.

Ia juga mengaku tidak mampu membayar biaya di rusunawa. Ia juga janda dan saat ini tidak bisa bekerja lagi. Kebutuhan hidupnya hanya dibantu oleh para tetangganya di bantaran sungai. “Saya tidak mampu membayar, karena saya tidak bekerja, tidak punya penghasilan,” katanya.

Camat Semarang Timur, Sutrisno, mengatakan, tidak ada pungutan apapun untuk warga yang terkena dampak normalisasi sungai BKT. “Gratis, rusunawa hanya dikenai sesuai tarif yang telah ditentukan,” ujarnya.

Terpisah, Camat Gayamsari, Didik Dwi Hartono, menambahkan, hingga saat ini penghuni rumah liar di bantaran Sungai BKT terutama di wilayah Kecamatan Gayamsari sudah ada yang direlokasi. “Kurang lebih ada 50 rumah di Kelurahan Tambakrejo dipindahkan ke Rusunawa Kudu. Tetapi kalau untuk PKL belum dilakukan relokasi,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Disabilitas Geruduk DPRD

"Kita sudah ajukan sejak lama, sudah setahun lalu, tapi hingga saat ini belum juga terwujud.” Simponiarto - Ketua Ikatan Disabilitas Purworejo RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Gedung DPRD Purworejo,...

Cegah Overlapping, Sinkronkan Program OPD

BATANG-Walaupun dalam masa transisi pimpinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang tetap menggelar rencana program pembangunan untuk tahun 2018 mendatang. Agar tidak terjadi overlapping atau kelebihan...

Siapkan Lahan Rest Area di Pantai Celong

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah rencana penambahan lokasi rest area disetujui oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dengan sigap langsung menyiapkan lahan untuk...

Waria Tewas di Adegan Ke-13

GUNUNGPATI – Pembunuhan waria bernama Rohmadi alias Vera, Rabu (25/1) kemarin direka ulang. Sebanyak 18 adegan diperagakan tersangka Joko Sutrisno. Diketahui korban tewas pada...

Habis Operasi, Sulit Orgasme

Tanya dr Andi: Dok, sehabis operasi penggantian sendi daerah panggul saya sulit untuk mendapat orgasme dan rasanya masih kadang nyeri. Saya kasihan dengan suami, dia...

Jumlah Pemilih Bertambah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, jumlah pemilih di Kabupaten Semarang meningkat. Berdasarkan daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilgub Jateng 2018...