33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Penghuni Bantaran Ogah Pindah ke Rusunawa

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) menyatakan ogah pindah ke tempat relokasi di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kudu. Sebagian di antara mereka hingga sekarang belum menandatangani surat pernyataan pindah ke bangunan berlantai lima tersebut. Alasannya beragam, mulai pertimbangan jarak yang jauh dari perkotaan, hingga menyatakan tidak mampu membayar sewa.

“Kami tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. Lokasinya sangat jauh, sedangkan kerja saya di daerah kota (sebagai buruh tukang cuci). Saya ini sudah tua, tidak punya motor. Tidak kuat naik di gedung bertingkat (rusunawa). Saya tidak mau pindah,” kata Midjem, 55, warga Jalan Pandansari RT 1 RW 2, Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Minggu (7/1).

Janda yang sekarang hidup sebatang kara itu saat ini masih tinggal di rumah petak berukuran 2×4 meter persegi di bantaran sungai. “Saya sudah diberikan surat pernyataan pindah ke rusunawa. Tapi saya nggak mau menandatangani. Saya tetap di sini saja,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak memiliki sanak saudara lagi di Kota Semarang. “Saya sudah pasrah, nggak tahu nanti tinggal di mana. Saya tidak punya saudara, tidak punya anak, suami sudah meninggal. Mungkin nanti kalau digusur, saya mau nunut di rumah teman,” katanya.

Warga yang lain, SW, 50, juga menyatakan tidak mau pindah ke Rusunawa Kudu. “Saya sudah tua, berjalan saja kesulitan karena pakai teken (tongkat). Apa saya disuruh pindah di rusun bertingkat? Saya nggak sanggup,” tandasnya.

Ia juga mengaku tidak mampu membayar biaya di rusunawa. Ia juga janda dan saat ini tidak bisa bekerja lagi. Kebutuhan hidupnya hanya dibantu oleh para tetangganya di bantaran sungai. “Saya tidak mampu membayar, karena saya tidak bekerja, tidak punya penghasilan,” katanya.

Camat Semarang Timur, Sutrisno, mengatakan, tidak ada pungutan apapun untuk warga yang terkena dampak normalisasi sungai BKT. “Gratis, rusunawa hanya dikenai sesuai tarif yang telah ditentukan,” ujarnya.

Terpisah, Camat Gayamsari, Didik Dwi Hartono, menambahkan, hingga saat ini penghuni rumah liar di bantaran Sungai BKT terutama di wilayah Kecamatan Gayamsari sudah ada yang direlokasi. “Kurang lebih ada 50 rumah di Kelurahan Tambakrejo dipindahkan ke Rusunawa Kudu. Tetapi kalau untuk PKL belum dilakukan relokasi,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Salah Obat Bisa Akibatkan Kanker Kulit

SEMARANG - Memiliki kulit yang sehat dan bersih menjadi idaman setiap orang. Tetapi jika perawatan kulit dan wajah menggunakan obat yang salah, justru akan menimbulkan...

Laga Tandang Serasa Kandang

PSIS Semarang telah melakoni dua kali laga tandnag yaitu laga perdana versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi pada 22 April lalu dan...

Laporkan Penyidik ke Propam

SEMARANG - Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Selatan dilaporkan oleh lembaga bantuan hukum Peradi Semarang ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah....

Komplotan Pencuri Lintas Kota Dibekuk

MAGELANG—Tim Opsnal Reskrim Polres Magelang yang diback up Tim Unit 1 Jatanras Polda Metro Jaya, berhasil menciduk komplotan pencuri lintas kota lintas provinsi. Tersangka...

Kemeriahan Malam Kenangan Siswa SMP PL Domenico Savio Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Malam kenangan siswa-siswi kelas IX SMP PL Domenico Savio Semarang tahun ajaran 2017/2018 berlangsung gegap gempita. Ribuan Domsavian yang terdiri dari...

Harga Ayam dan Telur Merangkak Naik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kurangnya pasokan ayam dan telur di pasaran tak seimbang dengan tingginya permintaan masyarakat. Akibatnya, harganya merangkak naik. “Setelah Syawal, banyak orang punya hajatan. Harga...