Beranda Untukmu Guruku Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Komunitas

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis Komunitas

Others

RADARSEMARANG.COM – PADA 2017, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan kelanjutan dari Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar. Tujuan utamanya  untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas guru dan tenaga kependidikan (komunitas GTK).

Pemberdayaan komunitas GTK, dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Komunitas GTK merupakan mitra strategis Ditjen GTK dalam peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas di daerah.

Karena itu, dalam rangka pemberdayaan komunitas GTK, Ditjen GTK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dalam hal ini Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (LPPPTK KPTK), serta Dinas Pendidikan atau instansi publik lainnya menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang berbasis komunitas GTK.

Mengapa Komunitas? Komunitas guru, apapun bentuknya adalah wadah guru untuk bersosialisasi dan mengembangkan kompetensi dan kepribadian yang dibentuk dalam kesamaan visi dan misi. Dalam komunitas ini guru akan berbagi ilmu dan pengalaman dalam setiap kegiatannya baik melalui online maupun offline.

Pemberdayaan komunitas guru dalam pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan didasari pada lima faktor yaitu yang pertama komunitas guru sudah tergabung dan tercatat pada situs SIMPKB, kedua pemantauan kegiatan dalam sebuah komunitas lebih mudah di kontrol dan dikendalikan, ketiga pemetaan kompetensi guru melalui komunitas lebih mudah dilaksanakan, keempat memberdayakan instruktur nasional dalam satu komunitas dan yang terakhir atau bila dalam satu komunitas tidak terdapat instruktur nasional, maka dapat di ambil salah satu anggota komunitas yang kompeten untuk melatih anggota lain.

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here