33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Derita Atresia Bilier, Alifa Butuh Uluran Dana

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Bayi mungil, Alifa Khaira Wilda,10 bulan, divonis menderita atresia bilier sejak lahir. Akibat keterbatasan ekonomi orang tuanya, bayi malang ini belum mendapatkan penanganan medis yang maksimal. Sehingga membutuhkan banyak uluran tangan para dermawan dan pemerintah untuk menyembuhkannya.

Putri kedua pasangan Waryoto dan Siti Aisah ini, sejak kecil tidak pernah lepas dari gendongan ibunya. Kulitnya yang terus menguning dan tubuhnya yang lemah, membuatnya sulit beraktivitas normal layaknya balita sebayanya.

“Sejak lahir, warna kulitnya normal. Namun setelah 30 hari, mulai menguning. Namun sudah cukup sering dijemur matahari, bisa hilang sendiri. Bahkan, dari bayi tidak pernah rewel, baru saat ini rewel terus,” ucapnya saat didatangi di rumahnya di Desa Dringo Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang Jawa Tengah, Minggu (7/1) kemarin.

Namun, kata Siti, setelah hampir empat bulan tidak kunjung sembuh, mereka berinisiatif memeriksakan ke dokter di daerah setempat. Kemudian dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang dan dilakukan cek laboratorium. Hasilnya, bayi Alifa positif mengidap penyakit atresia bilier.

Atresia bilier sendiri merupakan jenis penyakit yang disebabkan penyumbatan saluran empedu yang mengakibatkan kerusakan hati. Atresia bilier adalah salah satu penyakit yang mematikan dan hanya terjadi pada 1 banding 18.000 bayi di dunia.

Setelah mengetahui vonis tersebut, putri pekerja salah satu hotel di Batang ini hanya mendapatkan perawatan seadanya, karena keterbatasan biaya. Dari informasi yang didapat, kalau operasi hanya bisa dilakukan di RSCM Jakarta. Dengan perkiraan biaya mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Sebenarnya biaya operasi tidak semahal itu, akan tetapi biaya hidup di Jakarta menjelang operasi cangkok hati dan sesudahnya yang mahal,” jelasnya sambil terus menenangkan anaknya yang menangis.

Pasca operasi, kata Siti, anaknya harus mengonsumsi obat tertentu yang sangat mahal. Sampai hati yang dicangkok benar-benar sesuai dengan tubuh anaknya dan bisa berkembang normal. Semua tidak bisa ditanggung oleh BPJS, karena masikmal dana yang di-cover hanya Rp 250 juta saja dan sisanya masih menjadi tanggungan pihak keluarga.

Seraya meneteskan air mata, ibunda Alifa berharap, ada bantuan dari pemerintah ataupun dermawan untuk meringankan bebannya. Dia berharap, putri kesayangannya bisa sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr Hidayah Basbeth mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan terkait bayi Alifa Khaira Wilda divonis menderita atresia bilier. Dinkes selama ini hanya bisa memantau dan membantu pengobatannya saja. “Terkait biaya operasi terhadap bayi tersebut, Pemkab Batang belum bisa memberikan dana. Sesuai perkiraaan dari dokter yang bersangkutan, dana yang dibutuhkan hingga Rp1,5 miliar. Sedangkan Jamkesda tidak memiliki dana sebesar itu,” ujarnya, Minggu (7/1) kemarin.

Karena terlalu besar, pemerintah daerah tidak bisa membantu. Karena dana sebesar itu, bisa digunakan untuk membantu banyak pasien di Batang. Namun pihaknya, akan terus memantau dan membantu dalam hal pengobatan, karena selain di Wonotunggal, juga ada kasus yang sama di Kecamatan Kandeman. “Sesaui pantuan, bayi tersebut masih bisa hidup dan rutin menjalani pengobatan,” katanya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Masih Fungsional, Perlu Petugas, Rambu, dan Penerangan Sementara

SEMARANG - Pengerjaan jalan tol Batang-Semarang masih terganjal pengadaan lahan. Di seksi III dan IV, ada 6 km kebutuhan lahan yang belum dibebaskan. Sementara...

Capaian Kinerja Rendah, Desak Percepatan Penyerapan Anggaran

Progress penyerapan anggaran APBD 2017 dinilai oleh DPRD Kabupaten Magelang masih rendah. Padahal, tinggal satu bulan waktu efektif berjalan. WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Soeharno...

Bantuan Pemerintah Disetop, SD Swasta Menjerit

PARA guru SD swasta masih banyak yang hanya mendapatkan honor antara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan dari yayasan. Padahal Upah...

DJ Jack Pimpin PDJI Jateng

SEMARANG-Organisasi Persatuan Disck Jokey Indonesia (PDJI) Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah resmi terbentuk dengan dipimpin Disc Jokey (DJ) Jack. Pria yang tinggal di Semarang...

Manfaatkan Teknologi untuk Majukan Petani

RADARSEMARANG.COM, SLAWI -  Petani di Desa Rembul dan Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, panen raya tiga ton bawang putih. Panen bawang tersebut diperoleh dari...

PB Garuda Jaya Kembali Mendominasi

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO-Hasil menawan kembali ditunjukkan Klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Garuda Jaya, dengan mendominasi prestasi kejurkab. Hasil kejuaraan Djarum Foundation Kejurkab Bupati Cup Purworejo...