33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Berharap Pemkab Bantu Patenkan Batik Siwal

Desa Siwal, Kecamatan Kaliwungu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Produk batik Desa Siwal begitu tersohor. Bahkan hasilnya pernah dipesan pihak istana Kepresidenan dan diekspor ke luar negeri.

Kades Siwal, Parnu mengungkapkan jika batik desanya masih diproduksi menggunakan cara tradisional. Corak batiknya memiliki ciri khas, yang mengutamakan corak kultur lokal. “Kalau Kabupaten Semarang ya Candi di Gedongsongo seperti itu coraknya,” katanya, Minggu (7/1).

Produksi batik juga menyedot tenaga kerja dari masyarakat setempat. Corak batik lain yaitu batik bergaris, krisna, serat kayu, serta corak daun. Bahkan corak serat kayu tersebut sudah diekspor hingga ke Amerika, Malaysia. Untuk batik corak daun saat ini banyak digunakan oleh pegawai di istana kepresidenan. Parnu mengatakan batik corak Krisna saat ini masih digunakan oleh perangkat desa di Kecamatan Kaliwungu.

Sayangnya, hingga kini batik tersebut belum memiliki hak paten. Parnu berharap Pemkab Semarang dapat membantu mematenkan batik Siwal.

“Saat ini batik corak krisna baru digunakan perangkat desa di Kecamatan Kaliwungu. Namun kalau corak serat kayu memang sudah banyak di ekspor,” katanya.

Salah satu pengrajin batik corak serat kayu dan  daun, Yono, 41, mengungkapkan batik proses produksi sudah dilakukan selama satu tahun. Bahan baku yang digunakan untuk corak serat kayu pun berbeda.

“Kalau batik serat kayu menggunakan kalsid yang biasanya untuk bangunan. Proses pengerjaannya hingga jadi membutuhkan waktu satu minggu,” ujarnya.

Meski belum banyak dikenal dipasaran lokal, namun batik dengan corak tersebut sudah merambah pasar ekspor. “Pemasarannya melalui perusahaan distributor Danarhadi Solo. Dari sana kemudian dikirim ke Amerika dan Malaysia,” tuturnya.

Untuk bahan baku batik corak daun lebih dikenal dikalangan istana kepresidenan. “Banyak pesanan dari sana (Istana Kepresidenan) untuk corak ini (corak daun),” ujarnya. Saat ini Yono yang berdomisili di Dusun Grenjeng Desa Siwal RT 2 RW 5 sudah mempekerjakan 10 orang. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Menunggu Sosialisasi

SEMARANG – Warga di tiga kelurahan yang bakal terdampak proyek tanggul laut sekaligus jalan tol Semarang-Demak sampai saat ini belum menerima sosialisasi dari Pemkot...

Warga Magelang Sambut Pemilu 2019

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Ribuan warga Salaman dan sekitarnya membanjiri lapangan Menoreh Salaman, Sabtu (21/4) sore. Mereka antusias menyaksikanpergelaran seni budaya 1 tahun menyongsong Pemilu 2019...

Rp 4,9 M untuk Air Mancur Nari

MAGELANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berencana membangun air mancur menari (dancing fountain) di sisi barat kawasan Alun-Alun. Tidak tanggung-tanggung, Pemkot menggelontorkan anggaran Rp 4,9 miliar....

Pasar Light Truk Diprediksi Membaik

SEMARANG - Pasar otomotif untuk jenis truk yang lesu pada tahun lalu, diprediksi tidak akan terjadi pada tahun ini. PT Isuzu Astra Motor Indonesia...

Kelompok Tani Peroleh Bantuan 15 Traktor

UNGARAN–Dari ribuan kelompok tani di Kabupaten Semarang, baru separuhnya yang memiliki fasilitas traktor. Sedangkan APBD Kabupaten Semarang, belum bisa memenuhi. Karena itu, wakil rakyat...

Pulang Kerja, Ditusuk Orang tak Dikenal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Seorang pengemudi ojek online menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat dirinya melintas di Jembatan Kartini arah Jolotundo perbatasan Gayamsari dan Semarang...