33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Satu Sumbangsih Bagi Bumi di Awal Tahun

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – EUFORIA kemeriahan natal 2017 dan tahun baru 2018 masih segar di ingatan kita. Gegap gempita perayaan  hampir dinikmati seluruh penduduk dunia, tak terkecuali bagi warga masyarakat  Indonesia. Ajang berlibur, berpergian, berkumpul dan bersantai bersama sanak keluarga menjadi suatu aktivitas yang seakan wajib tak terlewatkan.

Bagi para pelaku usaha khususnya pada sektor penyedia jasa penginapan atau industri perhotelan, momentum tahunan ini jelas sangat dinanti. Demi menarik para tamu pengunjung, setiap penginapan atau hotel berlomba-lomba menggelar sejumlah event bergengsi atau memeberikan tawaran paket-paket fasilitas menggiurkan. Alhasil, sesuai prediksi, dipastikan pada musim ini  semua kamar full terisi, bahkan biasanya  telah full di-booking pada jauh-jauh hari. Peningkatan jumlah tamu pengunjung  dapat melejit mencapai 100 persen  dibanding dengan hari-hari pekan biasanya.

Keuntungan berlipat yang diraup jelas tak diragukan. Namun pernahkah terlintas untuk menyediakan semua kenyamanan demi gelaran sesaat tersebut berbagai dampak justru  ditimbulkan. Ya, ada sumbangan terbesar di awal tahun yang  tanpa sadar kita berikan bagi bumi dengan menambah lagi tekanan lingkungan di mana tempat kita hidup.

Semakin membludaknya jumlah tamu pengunjung, semakin besar pula kebutuhan energi dan sumber daya  yang harus disediakan demi kenyamanan para tamu. Misalnya, dalam penggunaan listrik dan sumber daya air.

Penggunaan energi listrik untuk menjamin kelangsungan operasional dipastikan jauh lebih besar dari biasanaya. Lampu-lampu sebagai media  pencahayaan meskipun di waktu siang serta pendingin ruangan yang digunakan full non stop. Apakah aktivitas ini berpengaruh terhadap lingkungan? Tentu sangat berpengaruh. Kita tidak lupa bagaimana wacana global warming yang terus memanaskan suhu bumi, nah inilah salah satu sumbernya.

Kemudian bagaimana penyediaan sumber daya air? Perlu diketahui bersama, saat ini air bersih merupakan sumber daya yang terbatas. Dengan peningkatan jumlah tamu pengunjung yang menginap tentu konsumsi air bersih yang dibutuhkan akan meningkat pula. Hotel berbintang yang memiliki banyak kamar dengan  menyediakan bath tab dan kolam renang sebagai fasilitasnya akan semakin menambah penggunaan air. Belum lagi yang digunakan untuk memasak, mencuci piring, gelas serta mengepel lantai kamar, restoran dan ruang lobby hotel. Dapat kita perkirakan berapa liter air  bersih yang dipergunakan oleh hotel untuk melakukan aktivitasnya? Dan berapa liter pula buangan yang dihasilkan yang tidak diolah dan langsung dikeluarkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Sarang Pelacuran Penundan dan Banyuputih Ditutup

BATANG-Dua pangkalan truk yang menjadi sarang pelacuran di Banyuputih dan Penundan atau jalur Pantura Batang, resmi ditutup oleh petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong...

Kerja Sama dengan Universitas Tiongkok

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang intens meningkatkan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Terbaru, universitas terbesar di Magelang ini melakukan kerja sama dengan Hebei...

Pilkada di 7 Kabupaten/Kota

SEMARANG-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Februari mendatang mulai memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tujuh...

Dorong Dusun Lebih Mandiri

BANDUNGAN – Tiga kultivator atau mesin pertanian untuk mengolah tanah diberikan kepada tiga dusun di Desa Jetis Kecamatan Bandungan. Ketiga Dusun tersebut adalah Dusun...

Alumnus UPGRIS Dijerat Pasal Berlapis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Alumnus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Windu Purbowo bin Purwadi, 30, dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dengan pasal berlapis atas kasus dugaan penipuan...

Perda RTRW dan LP2B Tak Sinkron

Kerap ditemukan perbedaan zona antara Perda LP2B dan Perda RTRW. Hal itu mengakibatkan kerancuan dalam hal perizinan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Diah Aning Budiarti RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pemkab...