31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Nyeri Leher, Semangat Kurang

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Tanya dr Andi:

RADARSEMARANG.COM – Dok, tiga bulan ini leher rasanya kaku dan ada rasa kemeng kesemutan ke bahu dan lengan kanan. Ini sangat mengganggu saat berhubungan dengan istri. bagaimana mengatasinya dok? Terimakasih dr Andi.

(Bapak U di S)

Jawab dr Andi:

Nyeri leher yang dijalarkan ke bahu dan lengan, sering disebut dengan sindroma servikal. Ini sering disebabkan karena: 1. Postur yang salah, misalnya sering menunduk sambil pegang HP,  banyak duduk di depan monitor dan leher terlalu menjulur ke depan. 2. Posisi tidur yang kurang benar. Misalnya menekuk leher berlebihan sampai menunduk ke depan, pakai bantal yang terlalu tinggi. 3. Cedera saat olahraga, jatuh, kecelakaan.

Leher seharusnya bisa bergerak bebas ke segala arah, bila lingkup gerak sendi leher terbatas, berarti ada suatu gangguan. Kekuatan otot leher juga perlu dipertahankan dengan latihan. Bila otot punggung dan leher lemah, mudah terjadi cedera, atau mudah terjadi jepitan saraf di leher.

Pada posisi hubungan intim pria di atas, otot leher akan bekerja ekstra, menegang, dan mudah timbul nyeri. ini bisa mengganggu kenyamanan saat berhubungan. Untuk mengatasinya, dokter akan memeriksa apakah ada jepitan saraf di tulang belakang, memeriksa kekuatan, refleks, sensoris atau rasa raba. Bila perlu juga diperiksa foto rontgen dan MRI tulang belakang.

Penanganan: Dokter akan mempertimbangkan tindakan operasi atau non operasi. Bisa juga diberikan obat, tindakan rehabilitasi medik, latihan, penyinaran, elektrostimulasi, TENS, dll. Dalam jangka panjang, perlu penguatan otot leher agar tulang belakang lebih stabil dan tidak mudah cedera. (*/bas)

Kepustakaan:

Binder AI. Cervical spondylosis and neck pain.  BMJ. 2007 Mar 10; 334(7592): 527–31.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...